Tips Mengubah Gudang Menjadi Kamar Aesthetic

Kata siapa tidak mungkin mengubah gudang menjadi kamar aesthetic? Salah satu ruangan di dalam rumah ini biasanya memiliki ukuran yang ideal untuk dijadikan kamar. Cobalah sesekali melakukan “cuci gudang.”

Ketika gudang Anda kosong maka akan langsung terasa luas dan betapa pantasnya bagian ini dijadikan kamar nan aesthetic. Tapi bagaimana caranya? Yuk simak beberapa tips ini.

1. Bersihkan Sampai Kinclong

Karena gudang biasanya digunakan untuk menyimpan berbagai barang, maka pastikan untuk membersihkannya sampai ke sela dan sudutnya. Anda tentu tidak ingin bukan penghuni kamar nanti merasa gatal-gatal karena debu dan kotoran?

Periksalah seluruh sudut ruangan gudang, dan sebaiknya gunakan vacuum cleaner. Penggunaan penyedot debu ini akan meminimalisir debu beterbangan ke area lain dan terhirup.

Semakin teliti Anda membersihkan bekas gudang maka akan semakin aman ruangan itu untuk dijadikan kamar. Pastikan juga tanda-tanda tumbuhnya jamur pada sudut tertentu di dalam ruangan.

2. Mengganti Beberapa Bagian

Terkadang karena sudah terlalu lama digunakan sebagai gudang dapat menyebabkan lembab dan merusak bagian tertentu seperti plafon, daun pintu dan lain sebagainya. Jika modal Anda memungkinkan maka sebaiknya gantilah dengan yang baru.

Penggantian ini akan Anda rasakan manfaatnya dalam jangka panjang. Anggap saja investasi dalam pembangunan karena rasa nyaman dan aman dapat dirasakan oleh pengguna kamar nantinya.

3. Memanfaatkan Barang yang Masih Bisa Dipakai

Dalam mengubah gudang menjadi kamar aesthetic Anda tidak harus mengganti seluruh komponen dengan yang baru. Cobalah perhatikan berbagai benda yang ada di dalam gudang. Jika masih ada yang dapat digunakan maka tidak ada salahnya untuk dimanfaatkan lagi.

Misalnya saja meja kecil, bangku, atau lampu yang terkadang lupa Anda simpan di gudang padahal masih berfungsi baik. Cukup bersihkan, periksa apakah ada kerusakan, dan jika aman maka gunakanlah sebagai ornamen di kamar aesthetic Anda.

4. Mengaplikasikan Warna Menarik

Berikan nuansa baru pada bekas gudang yang dijadikan kamar dengan pengaplikasian warna menarik. Padu padankan berbagai warna yang Anda sukai atau warna cenderung menenangkan pada kamar.

Oya, warna juga bisa didapatkan bukan cuma dari cat saja lho! Tapi juga dari berbagai ornamen di dalam kamar, misalnya saja sprei, bantal, karpet, sofa, atau wallpaper. Terapkan paduan berbagai warna sesuai dengan konsep yang Anda inginkan.

5. Tambahkan Hiasan Lampu Gantung dan Tanaman Hijau

Salah satu bagian penting di dalam sebuah kamar aesthetic adalah adanya ornamen lampu hias dan tanaman indoor. Nantinya paduan ini akan membuat kamar Anda menjadi cantik sekaligus hijau dengan adanya tumbuhan hidup di dalam kamar.

Begitu Anda masuk ke dalamnya, maka permainan warna, ornamen, dan kehadiran tanaman di kamar membuat Anda lupa jika ruangan ini tadinya hanya sebuah gudang!

6. Tidak Menyimpan Terlalu Banyak Barang Di Dalam Kamar

Saat Anda mengubah gudang menjadi kamar maka ingat satu hal;  hindari menyimpan banyak barang di dalam kamar! Apabila Anda melakukannya, maka tidak akan ada bedanya antara kamar dengan gudang yang coba Anda singkirkan itu bukan?

Pastikan untuk benar-benar menyortir barang apa saja yang akan dimasukkan dan disimpan di dalam kamar. Apakah benar-benar penting atau mampu menambah nuansa di dalam kamar Anda? Jika tidak maka sebaiknya letakkan di ruangan lain.

Hindari pula menyimpan barang berukuran terlalu besar di dalam kamar. Hal ini untuk mencegah perasaan sumpek, sempit, dan pengap. Biarkan penghuni kamar merasa nyaman dan lega!

Itulah beberapa tips mengubah gudang menjadi kamar aesthetic. Apakah Anda sudah melakukannya? Jika belum, apa yang membuat Anda ragu untuk menyulap gudang Anda? Selamat berkreasi!

 

 

Tips Membuat Garasi untuk Lahan Sempit

Ketersediaan ruang yang terbatas sebaiknya tidak menyurutkan niat Anda membuat garasi untuk lahan sempit. Dengan membangun garasi sama artinya Anda melindungi kendaraan dan terhindar dari omelan orang lain yang terganggu akibat mobil Anda dibiarkan di luar rumah.

Lalu bagaimana caranya membangun garasi di tengah keterbatasan lahan? Simak yuk tips berikut!

1. Membuat Garasi Tanpa Pagar

Cara jitu dan mudah untuk menyiasati keterbatasan lahan adalah dengan membangun garasi tanpa pagar. Metode ini cocok diterapkan pada rumah yang sangat berdekatan dengan jalan dan jarak menuju teras yang terlalu dekat.

Biarkan garasi terbuka tanpa pagar, hanya saja demi keamanan pastikan untuk melengkapi kendaraan dengan kunci ganda dan tambahan lainnya.

2. Menggunakan Material Terjangkau

Tips berikutnya untuk membangun garasi di lahan sempit yaitu dengan membuatnya menggunakan material yang ekonomis tapi tetap aman. Misalnya membuat garasi dari batu alam, stainless steel, besi, dan lain sebagainya. Cara ini akan menghemat anggaran Anda.

3. Memasang Kanopi Lipat

Saat ini sudah tersedia kanopi yang bisa dilipat dengan harga terjangkau. Komponen ini dapat sangat berguna bagi garasi mungil Anda sehingga lahan yang tersedia dapat difungsikan untuk kegunaan lain ketika kendaraan sedang keluar.

Contohnya Anda bisa menjadikan garasi yang kosong menjadi tempat menjemur baju dengan melipat kanopi. Kemudian ketika kendaraan masuk, maka kanopi dapat direntangkan kembali.

4. Menyesuaikan Bentuk Garasi dengan Lahan

Lahan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri jika Anda ingin membangun garasi yang tegak lurus dengan bangunan. Padahal bentuk garasi bisa bermacam-macam, mulai dari menyamping, diagonal, atau berbentuk seperti huruf “L”.

Maka dari itu sesuaikan bentuk carport Anda dengan ketersediaan lahan yang ada agar menjadi solusi tempat penyimpanan mobil yang aman tapi juga tetap sedap dipandang mata.

5. Mengorbankan Beberapa Bagian Rumah

Jika kondisi lahan Anda memang benar-benar terbatas maka setidaknya Anda harus “rela” mengorbankan beberapa bagian rumah Anda. Misalnya Anda memiliki teras di depan, maka tidak ada salahnya untuk menyulapnya menjadi garasi.

Walaupun ketika garasi sudah jadi jarak antara pintu dengan bagian luar seolah tidak ada batasnya, namun ini adalah cara yang jitu menyiasati lahan terbatas.

6. Menggabungkan Dua Bagian Rumah

Apabila lahan Anda sangat terbatas, cobalah untuk menggabungkan antara garasi dengan bagian tertentu pada rumah Anda. Misalnya Anda mengubah bagian depan rumah menjadi gudang untuk menyimpan barang.

Gudang ini juga sekaligus dapat Anda fungsikan sebagai garasi. Dengan begitu Anda akan memiliki dua buah pintu masuk, pertama melalui pintu rumah pada umumnya dan kedua melalui pintu garasi yang menyatu dengan gudang.

7. Memilih Kendaraan Kecil

Cara terbaik untuk menyiasati lahan terbatas di rumah adalah dengan memilih ukuran kendaraan yang kecil. Dengan memiliki kendaraan roda empat berukuran kecil maka Anda akan terhindar dari sempitnya lahan untuk menyimpan mobil Anda. Selain itu keluar masuk kendaraan pun akan lebih mudah dilakukan. Rasa nyaman, aman, dan tentram pun akan Anda rasakan dengan trik ini.

Itulah beberapa tips membuat garasi untuk lahan sempit. Kehadiran garasi menjadi sangat penting apalagi dengan adanya aturan dari pemerintah setempat yang mewajibkan Anda untuk menyimpan kendaraan di garasi Anda sendiri.

Selain Anda terhindar dari tuntutan hukum, batin Anda pun akan tenang karena resiko kehilangan dan kerusakan kendaraan akan berkurang apabila disimpan pada tempat yang ideal.

Syarat Mendirikan Gedung Bertingkat

Dalam mendirikan gedung bertingkat ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi. Baik dari segi kelayakan, sampai dengan pengurusan izin sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai bangunan bertingkat Anda mengalami kendala di kemudian hari hanya karena kurang memperhatikan persyaratan yang ada.

 

Syarat Mendirikan Gedung Bertingkat dari Segi Perizinan

Sebelum Anda mendirikan bangunan terlebih lagi gedung bertingkat, maka ada syarat perizinan yang harus Anda penuhi. Perlu Anda perhatikan pula bahwa ada beberapa aturan yang kini mengalami perubahan dari masa lalu, salah satunya perubahan dari IMB menjadi PBG.

Memegang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)

Salah satu jenis perizinan yang harus Anda penuhi saat akan mendirikan gedung bertingkat adalah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Persetujuan ini juga sekaligus mengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dahulu diterbitkan oleh Pemkab/Pemkot setempat seiring dengan terbitnya PP No. 16 2021 tentang Bangunan Gedung.

PBG sendiri mencakup perizinan yang diberikan kepada pemilik gedung baik untuk membangun baru, melakukan perubahan, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan itu sejalan dengan standar teknis.

Tujuan PBG

Adapun tujuan PBG selain untuk izin membangun gedung baru juga untuk mencatat perubahan yang ada, dalam hal ini disebut sebagai PBG perubahan. Dengan begitu apabila terjadi perubahan fungsi pada gedung bertingkat dapat langsung diperiksa dan mencegah dampak negatif terhadap bangunan itu sendiri maupun lingkungan sekitar.

 

Syarat Mendirikan Gedung Bertingkat dari Segi Kelayakan

Setelah Anda memegang izin sebagai syarat mendirikan gedung bertingkat, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi unsur kelayakan dari bangunan. Hal ini agar sebuah gedung memang layak pakai dan aman dalam jangka panjang. Apa saja unsur kelayakan yang harus dipenuhi? Berikut diantaranya:

Kemampuan Memikul Beban Sesuai yang Telah Ditentukan

Sebuah bangunan harus mampu memikul beban sesuai dengan fungsi bangunan tersebut. Misalnya gedung yang dibuat diperuntukkan sebagai apartemen, atau menjadi kantor maka struktur harus mampu memiliki daya tahan sesuai dengan fungsi yang dibebankan.

Kemampuan ini bukan hanya dari daya topangnya, tapi juga daya tahan terhadap korosi, hewan, kotoran, dan lain sebagainya.

Memenuhi Syarat Keselamatan

Sebuah gedung bertingkat harus memenuhi unsur keselamatan selama rencana durasi pakai atau usia bangunan. Baik itu dari segi pemilihan lokasi, proses pembangunan, sampai ketika gedung sudah selesai dibangun. Seluruh unsur didalamnya harus mampu melindungi semua orang yang ada di dalam bangunan baik sejak pembangunan sampai dihuni.

Ketahanan Terhadap Bencana

Indonesia adalah area yang memiliki lempengan tektonik dan aktivitas vulkanik yang aktif terutama di pulau Sumatra, Jawa, sampai Bali. Maka dari itu jika Anda ingin mendirikan gedung bertingkat di kawasan ini harus mempertimbangkan ketahanan terhadap bencana khususnya gempa bumi.

Perhatikan struktur bangunan dengan sangat baik agar memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan guncangan. Selain itu pastikan untuk menggunakan desain yang kuat dan bahan baku berkualitas untuk menunjang daya tahan gedung terhadap bencana.

Perencanaan Detail Saat Membangun

Unsur kelayakan yang harus diperhatikan saat mendirikan gedung bertingkat adalah dari perincian rencana yang dibuat. Struktur gedung harus direncanakan serinci dan sebaik mungkin. Karena semakin detail perencanaan yang ada maka perhitungan akan seberapa besar beban dan daya tahan yang dimiliki bangunan akan semakin baik.

Perhatikan juga seperti apa tata cara perawatan dan perbaikan gedung setelah berdiri. Karena tanpa perhatian yang layak sesuai dengan standar operasional yang berlaku, ada kemungkinan usia pakai gedung menjadi tidak maksimal.

Itulah beberapa syarat mendirikan gedung bertingkat yang perlu Anda perhatikan. Pastikan memenuhi seluruh unsur keamanan yang ada baik sejak saat perencanaan, pembangunan, sampai dengan pasca konstruksi.

Memasang Instalasi Kabel Listrik Rumah? Perhatikan Beberapa Hal Ini!

Daya listrik di dalam hunian adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Supaya kebutuhan energi tetap terpenuhi sekaligus aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang instalasi kabel listrik di dalam rumah.

Pemasangan jalur listrik adalah sesuatu yang dapat membawa resiko keamanan tertentu jika Anda tidak melakukannya dengan benar. Hindari hal yang tidak diinginkan dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Gunakan Bahan Berkualitas Saat Memasang Instalasi Kabel Listrik

Siapkan berbagai bahan seperti kabel, stop kontak, sampai dengan peralatan pemasangan berkualitas. Cara paling mudah untuk menemukan berbagai perkakas ini adalah dengan mengecek logo SNI pada alat yang akan digunakan.

2. Melengkapi Alat Kerja

Pastikan untuk melengkapi peralatan instalasi kabel listrik standar. Beberapa contohnya antara lain obeng plus atau minus, isolasi, tang, palu, test pen, dan lain sebagainya. Berbagai perkakas ini mungkin terlihat sepele namun jika tidak ada maka proses instalasi akan mengalami hambatan.

3. Menggunakan Perlengkapan Kerja yang Aman

Selain perkakas dan bahan yang baik, kelengkapan diri saat bekerja juga harus aman saat memasang instalasi listrik di rumah. Apabila Anda akan mengerjakan instalasi sendiri maka Anda harus mengenakan busana yang aman dan nyaman. Misalnya menggunakan sepatu, baju lengan panjang, pelindung kepala, dan goggles.

4. Mengukur Rumah dan Daya

Persiapan berikutnya adalah Anda harus mengukur rumah yang akan Anda lakukan instalasi. Dengan begitu Anda dapat mengetahui berapa panjang kabel yang diperlukan sampai dengan jenisnya. Sebab ruangan berbeda juga membutuhkan jenis alat yang berbeda pula. Selain itu periksa berapa daya listrik yang ada agar penentuan ukuran mini circuit breaker (MCB) jatuh pada perangkat yang tepat.

5. Tentukan Titik-Titik Pemasangan

Instalasi listrik erat kaitannya dengan posisi saklar, stop kontak, dan lain sebagainya. Buat saluran yang diperlukan ini menggunakan acuan jarak 125cm dari permukaan lantai. Kemudian buat lubang pada dinding sebagai media pemasangan stop kontak dan saklar yang diperlukan.

6. Membuat Jalur Kabel

Bobok tembok sampai ke atas plafon untuk membuat jalur kabel dan pipa. Jalur-jalur ini diperlukan untuk menyebarkan daya listrik ke seluruh ruangan di dalam rumah. Supaya kabel-kabel yang dipasang aman maka Anda dapat memasang pipa PVC untuk melindunginya.

7. Memasang Kotak MCB

Mini Circuit Breaker (MCB) adalah bagian penting di dalam instalasi listrik. Perangkat ini berfungsi untuk mengatur berapa banyak daya yang masuk ke dalam rumah dan membuat hunian Anda aman. Posisinya biasanya ada di dekat pintu utama dengan tujuan agar mudah dicari dan diperiksa secara berkala.

8. Pemasangan Kabel di Jalur Utama

Setelah kotak MCB sudah terpasang maka saatnya untuk memasang kabel ke jalur yang sudah ada. Jenis kabel yang biasa digunakan adalah kabel phase berwarna merah, netral berwarna biru, dan arde berwarna kuning dengan garis warna hijau.

9. Menyambungkan Kabel Ke Berbagai Titik

Setelah kabel sudah dipasang maka Anda sambungkan ke berbagai stop kontak, saklar, sampai MCB yang sudah dipasang. Setelah kabel terpasang dengan baik dan benar tutup jalur-jalur yang masih terbuka. Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah menyambungkan kabel dari sumber daya.

Itulah beberapa tips memasang instalasi kabel listrik di rumah. Jika Anda kesulitan melakukannya sendiri, tidak perlu ragu untuk menghubungi tenaga kontraktor dan teknisi berpengalaman.

Kelebihan dan Kekurangan Instalasi Kabel di Bawah Lantai Rumah

Biasanya ketika memasang instalasi listrik Anda akan dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, memasang di atas atau di luar permukaan. Sementara pilihan kedua yaitu instalasi kabel di bawah lantai rumah.

Agar Anda dapat memutuskan dengan lebih baik maka ada baiknya simak apa saja kelebihan dan kekurangan dari posisi kabel yang berada di bawah lantai ini.

 

Kelebihan Instalasi Kabel di Bawah Lantai Rumah

Apa saja keunggulan dan kelebihan yang dapat Anda rasakan apabila kabel berada di bawah permukaan lantai? Berikut diantaranya:

1. Kabel Lebih Terawat

Karena tidak berada di permukaan maka kondisi kabel yang terpasang di bawah lantai rumah akan lebih terlindungi dan awet. Bukan saja aman dari resiko gangguan hewan seperti gigitan tikus atau rayap, tapi juga dari kondisi cuaca.

Sebagaimana yang Anda ketahui, Indonesia beriklim tropis dengan dua musim. Perubahan cuaca yang sering terjadi ini dapat mempengaruhi jaringan listrik. Dengan memasang di bawah lantai maka kelembaban atau panas akan lebih mudah dicegah untuk berdampak buruk pada kabel.

2. Lebih Estetik

Rumah yang menggunakan sistem instalasi kabel di bawah lantai akan terlihat lebih estetik. Tidak akan ada pemandangan kabel yang melintang dan mengganggu pada dinding atau permukaan. Berbagai ornamen atau perabotan yang ada juga akan terlihat lebih indah karena tidak terganggu oleh kabel yang berseliweran.

3. Lebih Ekonomis

Kondisi kabel pada instalasi yang dipasang pada bagian bawah permukaan lantai akan berusia lebih panjang dibandingkan pada pemasangan di atas permukaan. Hal ini disebabkan resiko kerusakan yang lebih kecil dibandingkan dengan kabel di bagian luar. Bahkan ditengarai, instalasi dengan sistem di bawah permukaan mampu melindungi kabel sampai 2 kali lipat! Dengan sendirinya pengeluaran Anda juga akan lebih hemat sampai bertahun-tahun mendatang.

 

Kekurangan Instalasi Kabel di Bawah Lantai Rumah

Selain membahas tentang kelebihannya, Anda juga perlu mengetahui apa saja kekurangan jika kabel dipasang di bawah permukaan. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan secara rinci maka Anda akan lebih mudah memutuskan sistem instalasi listrik seperti apa yang akan Anda pasang pada bangunan rumah.

1. Kurang Fleksibel

Karena posisinya yang ada di bawah permukaan lantai maka kekurangan yang paling mudah dirasakan yaitu sulit dilakukan perubahan. Berbeda dengan kabel yang ada di luar permukaan, tentu jika terjadi kerusakan atau perubahan struktur bangunan maka akan lebih mudah.

Berbeda halnya dengan instalasi listrik yang tertutup maka upaya yang diperlukan akan dua kali lipat. Baik itu untuk membongkar, memindahkan, memasang kembali sampai menutup.

2. Kerusakan Cenderung Permanen

Kekurangan lainnya yang cenderung dialami oleh pemilik rumah dengan instalasi di bawah permukaan adalah kerusakan yang bersifat permanen. Jika terjadi kerusakan maka kemungkinan besar tindakan yang harus dilakukan adalah mengganti kabel dengan yang baru.

3. Biaya Lebih Tinggi

Pertimbangan biaya jika Anda ingin memasang instalasi listrik di bawah permukaan lantai cenderung akan lebih tinggi. Hal ini disebabkan saat proses persiapan sampai dengan pemasangan lebih rumit. Selain itu jumlah pekerjaan yang harus dilakukan juga lebih banyak.

Contohnya saja Anda harus membuka ruang atau membobol bagian tertentu pada lantai sebagai lokasi memasang kabel. Kemudian pemilihan kabel juga harus yang berkualitas tinggi agar tidak perlu membongkar pasang jika ada kerusakan. Ditambah lagi biaya akan tinggi apabila Anda mengubah struktur rumah.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari pemasangan instalasi di bawah permukaan lantai. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda akan memasang listrik di bawah atau di atas lantai?

Apa Bedanya Keramik Lantai dan Keramik Dinding?

Mungkin Anda sering melihat ada keramik yang ditempel di lantai tapi ada juga di tembok. Memangnya apa bedanya keramik lantai dan keramik dinding? Agar pertanyaan itu terjawab dan Anda tidak salah pilih, yuk simak ulasan ini sampai habis!

Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding

Setelah bangunan hampir jadi, ada bagian yang harus dipasang agar hunian lebih aman dan estetik. Salah satunya adalah pemasangan keramik. Akan tetapi di sisi lain ada dua jenis keramik yang paling umum digunakan yaitu lantai dan dinding.

Apa saja yang memisahkan antara kedua jenis keramik tersebut? Ini dia beberapa perbedaan di antara keduanya yang perlu Anda ketahui:

1. Perbedaan Ketahanan

Hal pertama yang perlu Anda ketahui dari perbedaan keramik lantai dan dinding terletak pada daya tahannya. Hal ini dikarenakan keramik dinding tidak mampu menahan beban berat. Apabila dipaksakan dipasang di bagian bawah maka beresiko rusak bahkan pecah. Berbeda dengan keramik lantai yang memang dirancang untuk kuat menopang berat tanpa mengalami kerusakan.

2. Beda Secara Fungsi

Sebagaimana sudah sedikit disinggung pada bagian sebelumnya, keramik lantai dengan keramik dinding berbeda dari segi fungsi. Sesuai dengan namanya, keramik lantai untuk diletakkan pada lantai dan mampu menahan beban berat selama bertahun-tahun. Sementara itu keramik dinding lebih bersifat sebagai elemen dekoratif untuk mempercantik ruangan.

3. Memiliki Permukaan yang Berbeda

Secara umum, keramik lantai dan dinding memiliki permukaan yang berbeda. Keramik untuk dipasang pada dinding cenderung lebih licin dan mengkilap karena memang difungsikan untuk keindahan. Selain itu tidak ada pengaruhnya walaupun licin.

Berbeda dengan keramik lantai yang permukaannya cenderung lebih agak kasar untuk digunakan di bagian dalam rumah. Selain itu ada pilihan jenis keramik lantai yang lebih kasar lagi untuk pemasangan di kamar mandi. Hal ini dimaksudkan agar penghuni aman dan tidak terpeleset jika lantai dalam kondisi basah.

4. Bentuk yang Berbeda

Walaupun tidak ada standarisasi yang ketat dalam perbedaan antara jenis keramik, tapi seringkali keramik lantai berbentuk bujur sangkar. Di sisi lain keramik dinding biasanya memiliki bentuk persegi panjang.

Ukuran yang umum ditemui pada keramik lantai antara lain (dalam cm); 60×60, 50×50, 30×30, 25×25 dan lain sebagainya. Sementara itu ukuran keramik dinding umumnya persegi panjang dengan ukuran (dalam cm); 30×60, 20×60, 25×50, 20×25, dan variasi ukuran lainnya.

5. Ciri Khas Unik

Menurut beberapa sumber dan observasi, pada umumnya ada ciri khas unik yang dapat ditemui antara keramik lantai dan keramik untuk dinding. Bagi Anda yang masih awam di dunia konstruksi dapat memeriksa bagian belakang keramik.

Apabila Anda menemukan bagian bawah atau belakangnya berwarna kemerahan maka itu adalah keramik lantai. Sementara itu jika Anda menemukan bagian belakang yang berwarna putih atau krem maka artinya keramik yang Anda lihat itu adalah yang diperuntukkan pada dinding.

Gunakan Sesuai Jenisnya

Setelah anda mengetahui perbedaan keramik lantai dan keramik dinding maka selanjutnya Anda harus memasang sesuai dengan jenisnya. Memang jika Anda inginkan, keduanya dapat ditukar. Akan tetapi ada resiko tertentu yang dapat Anda hadapi jika Anda menukar kedua jenis keramik ini.

Apabila Anda masih kesulitan dalam menentukan jenis keramik yang paling sesuai jangan ragu untuk berkonsultasi bersama ahli bangunan profesional.

Kenali Faktor Penyebab Kegagalan Konstruksi Bangunan

Di dunia konstruksi dan properti ada beberapa resiko yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah kemungkinan terjadinya kegagalan konstruksi bangunan. Dalam hal ini dapat berupa rumah, gedung, atau struktur lainnya.

Keberhasilan maupun kegagalan yang terjadi dapat berasal dari berbagai faktor.  Apalagi banyak bidang profesi yang terkait di dalam proses pembangunan. Akan tetapi apabila Anda dapat memperhatikan beberapa hal penting maka resiko dapat diminimalisir sekecil mungkin.

 

Penyebab Kegagalan Konstruksi Bangunan yang Umum Terjadi

Ada berbagai penyebab kegagalan konstruksi bangunan yang dapat dialami baik ketika dalam proses maupun saat sudah jadi. Kegagalan dalam hal ini juga dapat ditandai dari terjadinya kerusakan, keropos, atau perubahan bentuk dan derajat kemiringan bangunan.

Agar hal itu tidak terjadi perhatikan beberapa penyebab kegagalan yang umumnya dialami sebagai berikut:

1. Terjadi Kesalahan Saat Tahap Perencanaan

Perencanaan adalah tahap yang paling penting dalam sebuah proyek konstruksi. Seluruh standarisasi baik prosedur, peralatan, syarat kemampuan pekerja, dan hal rinci lainnya harus sudah dibuat sejak perencanaan. Pastikan seluruh bahan baku, sumber daya manusia, dan prosedur pekerjaan sesuai dengan rencana yang sudah dbuat.

Gunakan metode dan penghitungan yang benar-benar tepat agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Sebab jika proyek sudah berjalan akan sangat sulit mengembalikan lagi ke tahap awal jika perencanaannya saja sudah salah.

2. Pengawasan yang Tidak Sesuai Standar

Apabila perencanaan sudah disusun dengan sebaik mungkin maka faktor lain yang dapat menyumbangkan kegagalan konstruksi ada pada pengawasannya. Diperlukan seorang atau sekelompok orang yang bertugas mengawasi apakah pekerjaan sudah sesuai dengan rencana yang dibuat.

Pengawas harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kegagalan struktur dan prosedur kerja. Apabila pengawasan dilakukan dengan serampangan maka dapat beresiko besar pada hasil akhir bangunan. Karena itu pihak yang bertugas mengawasi harus sungguh-sungguh memahami seperti apa rencana kerja yang ada.

Pengawas tidak boleh serta merta menolak atau mengiyakan kegiatan pembangunan tertentu sebelum melakukan cek silang dengan rencana yang sudah ada.

3. Kegagalan Akibat Kesalahan Operasional

Dalam tahap pelaksanaan kegagalan struktur dapat terjadi karena beberapa faktor. Misalnya tidak dilakukannya pengujian nilai mutu, salah menerjemahkan spesifikasi, atau bisa juga penggunaan metode atau peralatan yang tidak sesuai.

Akan tetapi faktor yang paling krusial pada tahap ini terletak pada sumber daya manusia yang mengerjakannya.  Para pekerja di sini sangat memiliki peranan penting dan tak dapat diluputkan bila terjadi kerusakan.

Di sisi lain, kesalahan tidak bisa dibebankan seluruhnya kepada pekerja. Karena sebetulnya kesalahan ada pula faktor dari kelalaian pengawasan yang bertumpu pada tiga pihak. Mulai dari konsultan, kontraktor, pengembang atau pemilik bangunan itu sendiri.

4. Kesalahan Pada Penggunaan Bangunan

Kegagalan konstruksi bangunan juga dapat terjadi ketika bangunan sudah jadi. Kesalahan biasanya terjadi karena penggunaan bangunan yang tidak sesuai dengan peruntukan atau standar. Misalnya ada bagian tertentu yang tidak boleh dibebani terlalu berat namun di kemudian hari justru ditambahkan bagian lantai baru di atasnya.

Selain itu alih fungsi bangunan juga dapat berkontribusi pada kegagalan struktur. Konstruksi yang awalnya dibuat untuk rumah sakit misalnya justru diubah menjadi pusat perbelanjaan. Tentu saja perhitungan beban yang diterima bangunaan akan berbeda.

Itulah beberapa faktor penyebab kegagalan konstruksi bangunan yang dapat terjadi. Pastikan Anda bekerjasama dengan tenaga konstruksi profesional mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, sampai dengan pasca konstruksi agar mencegah hal tidak diinginkan pada kemudian hari.

 

Apa Saja Penyebab Kerusakan Beton Bertulang

Beton adalah komponen bangunan yang sering dipilih karena memiliki kekuatan yang mumpuni. Selain itu biayanya juga cukup terjangkau dibandingkan bahan lain dengan kekokohan yang sama. Akan tetapi, kerusakan beton bertulang ada kemungkinan dapat terjadi.

Apa saja faktor yang dapat menjadi penyebab kerusakan beton bertulang? Ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu kerusakan baik ringan sampai dengan berat. Tentu Anda tidak ingin mengalaminya bukan?

Penyebab Kerusakan Beton Bertulang yang Umum Terjadi

Dilansir dari presentasi oleh BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dan sumber lainnya, ada beberapa daftar kerusakan beton beserta penyebabnya.

1. Retak

Keretakan beton dapat terjadi akibat beban berlebih yang diterima oleh beton, benturan, karbonasi, sampai dengan tumbuhan liar yang merambat di badan beton. Semua ini dapat menjadi penyebab komponen bangunan ini menjadi retak.

Sementara itu ada dua jenis keretakan yaitu struktural dan nonstruktural. Bedanya, pada keretakan struktural adalah kondisi yang terjadi terus menerus dan menjalar perlahan. Sementara itu non struktural adalah kerusakan yang tidak menjalar.

2. Dari Sifat Beton Itu Sendiri

Proses awal saat beton dibuat memegang peranan penting terhadap daya tahannya. Karena pada tahapan inilah yang menentukan seperti apa sifat beton itu sendiri. Misalnya campuran bahan pembuatnya seperti pasir, air, semen, dan kerikil yang kurang ideal akan berdampak buruk pada beton.

Sementara itu dapat pula terjadi pengurangan volume saat pengerasan. Peristiwa ini dapat disebabkan oleh air yang ada pada campuran menguap sebagian sehingga mempengaruhi volume dan akhirnya beton akan rusak atau retak.

3. Korosi Akibat Paparan Air Laut

Salah satu kerusakan yang umum terjadi pada beton bertulang adalah korosi atau karat. Akan tetapi penyebab dari karat itu sendiri dapat bermacam-macam. Salah satu faktor paling signifikan adalah paparan terhadap air laut.

Pada Laporan Akhir Kerusakan Beton Bertulang Jembatan Akibat Lingkungan Korosif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdapat pembahasan mengenai pengaruh kimiawi air laut.

Senyawa kimia di dalam air laut dapat berbeda tergantung pada lokasi dan limbah apa saja yang mengkontaminasinya. Senyawa ini memiliki sifat merusak, sehingga apabila beton terpapar pada air laut dapat menyebabkan menjadi lapuk bahkan karat pada tulangan baja.

4. Suhu

Penyebab kerusakan beton bertulang berikutnya adalah suhu. Dalam hal ini adalah suhu campuran di dalam beton ketika terjadi perkerasan. Saat campuran beton mengeras maka akan timbul reaksi dari air dan semen yang meningkat. Apabila suhu pada campuran ini terlalu tinggi maka apabila beton mengeras akan timbul keretakan.

Maka dari itu penting sekali untuk memperhatikan tinggi suhu saat proses pencampuran beton untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

5. Bahan Baku yang Kurang Baik

Kerusakan beton bertulang seringkali terjadi karena material penyusunnya yang kurang berkualitas. Misalnya adanya kandungan agregat yang kurang bersih. Apabila ada kotoran seperti lumpur di dalamnya dapat menyebabkan ikatan mudah terlepas. Apabila hal ini terjadi maka retakan akan mudah muncul saat beton mengering.

6. Proses yang Kurang Baik

Selain dari material pembuatnya, kerusakan beton juga dapat terjadi akibat prosesnya yang kurang baik. Contohnya ketika beton mengeluarkan banyak air saat perkerasan. Jika ini terjadi maka harus dilakukan pengawasan dan perawatan agar pengeluaran air itu tidak berlebihan.

Akan tetapi seringkali perawatan tidak dilakukan yang berakibat timbulnya retakan saat beton terbentuk. Maka dari itu saat tahap pengerasan ini diperlukan SDM yang memahami bagaimana proses pembentukan beton.

Itulah pembahasan singkat mengenai penyebab kerusakan beton bertulang yang kerap terjadi. Pastikan untuk benar-benar memperhatikan mulai dari proses pembentukan, material, sampai pengawasan agar mendapatkan beton berkualitas, kuat, dan tahan lama.