Cara Menghitung Biaya untuk Pembangunan Rumah 1 Lantai

Berapa biaya membangun rumah 1 lantai? Apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan?

Membangun rumah adalah suatu pekerjaan yang cukup besar dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Tetapi tidak bisa dipungkiri jika faktor dana adalah yang utama. Karena itu biaya menjadi komponen yang harus Anda siapkan dan pertimbangkan sejak awal.

Bagaimana cara terbaik menghitung biaya pembangunan rumah 1 lantai? Berikut penjelasannya.

 

  1. Dapatkan Perkiraan Biaya Arsitek

Memang untuk menggunakan jasa arsitek bukanlah hal wajib. Akan tetapi di tengah perkembangan zaman yang serba cepat ini Anda juga harus segera memiliki perkiraan sedini mungkin.

Jasa arsitek mungkin terasa mahal di awal namun dengan sketsa dan rencana desain rumah yang dibuat, Anda dapat menemukan estimasi biaya keseluruhan dengan mudah.

Sehingga jika dihitung dalam jangka panjang biaya yang akan Anda keluarkan justru lebih hemat.

Untuk jasa arsitek sendiri bervariasi. Namun sebagai pegangan, Anda dapat menyiapkan biaya mulai dari 10 juta – 15 juta rupiah untuk membangun rumah 1 lantai.

 

  1. Hitung Luas Tanah

Cara mencari perkiraan biaya pembangunan rumah berikutnya adalah dengan menghitung luas tanah. Memang hasil perhitungan ini bukan harga mati.

Namun Anda dapat menjadikan perhitungan luas tanah ini sebagai persiapan kasar sebelum mulai membangun.

Bagaimana caranya?

Anggap saja Anda akan membangun rumah pada tanah dengan luas 72 meter persegi. Estimasi harga tanah per meter untuk Jakarta dan sekitarnya adalah 2 juta rupiah per meter persegi.

Maka Anda akan mendapatkan estimasi seperti ini:

2 juta X 72 = Rp 144 juta

 

  1. Hitung Luas Bangunan

Setelah menghitung tanah, kini Anda perlu menghitung luas bangunan. Dalam hal ini asumsikan Anda akan membangun rumah secara borongan. Rumah yang akan Anda bangun seluas 36 meter persegi di atas tanah yang tadi telah kita hitung yaitu 72 meter persegi.

Biaya membangun rumah per meter persegi kita asumsikan sebesar 3 juta rupiah per meter persegi.

Maka Anda akan mendapatkan estimasi seperti ini:

36 X 3 juta = 108 juta rupiah

Akan tetapi sekali lagi ini adalah biaya dengan sistem borongan dan ini hanya estimasi awal saja. Pastikan Anda konsultasi dengan tenaga kontraktor kepercayaan Anda.

 

  1. Biaya Tenaga Kerja

Pekerja bangunan adalah komponen utama dalam membangun rumah. Memang perhitungan biaya tenaga kerja ini dapat berbeda-beda.

Kembali lagi apakah Anda ingin menggunakan sistem borongan atau harian.

Jika Anda akan menggunakan pekerja dengan sistem harian, maka estimasi biayanya berkisar antara Rp 130 ribu – Rp150 ribu untuk tenaga kerja.

Namun jangan lupakan ada istilah kenek di dunia pekerja bangunan. Biayanya sendiri cenderung lebih kecil dibanding pekerja utamanya yaitu antara Rp 50 ribu sampai dengan Rp 100 ribu.

Perlu diperhatikan juga biasanya biaya ini belum termasuk uang makan.

 

  1. Mempersiapkan Biaya Lain-Lain

Membangun rumah adalah seni tersendiri. Karena ada kalanya terjadi sesuatu di luar perkiraan. Mulai dari pekerja yang mengundurkan diri, atau biaya material yang berubah.

Agar Anda dapat lebih tenang dalam membangun rumah maka Anda perlu menambahkan anggaran setidaknya 10%. Penambahan ini untuk berjaga-jaga jika suatu saat ada komponen biaya yang tidak terduga sebelumnya.

Pastikan 10% tersebut ditambahkan dari total biaya membangun keseluruhan ya.

 

Menghitung biaya pembangunan rumah memang memberikan tantangan tersendiri. Jika Anda masih kesulitan dalam menemukan komponen biaya yang tepat, segera kunjungi anekabangunan.com.

Anda dapat berkonsultasi mengenai pembangunan rumah secara GRATIS!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *