Keuntungan Memakai Lantai Beton

keuntungan memakai lantai beton

Rumah atau bangunan tidak akan bisa berdiri sendiri. banyak elemen yang mempengaruhi fungsi dan estetika dari suatu bangunan. Sebut saja, atap, pondasi, dinding, lantai, pintu, jendela dan lain sebagainya. Semua elemen ini saling terkait dan sama-sama penting dalam proses pembangunan. Dari sekian banyak elemen bangunan tadi, lantai menjadi salah satu yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini karena lantai akan selalu mendapat kontak langsung dengan penghuni atau siapapun yang menginjakkan kaki di bangunan tersebut.

keuntungan memakai lantai beton

Pada dasarnya, ada  Ada banyak jenis material yang bisa Anda gunakan untuk lantai bangunan seperti beton, batu alam, kayu, keramik dan lain sebagainya. Dari material-material tersebut, akhir-akhir ini beton cukup difavoritkan lho. Ada banyak alasan yang mendasari kenapa beton difavoritkan.  Nah, apa sih keuntungan memakai lantai beton in ini? Simak ulasannya berikut..

Perawatan yang Mudah

Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang paling sering mendapat kontak dengan penghuninya. Hal ini membuat lantai menjadi lebih mudah kotor. Tentunya membersihkan lantai setiap hari sudah menjadi rutinitas bagi penghuni rumah. Namun, Anda harus tahu bahwa lantai beton tidak mudah menyerap noda dan kotoran. Jadi, dengan menggunakan lantai beton, Anda tidak perlu mengepel lantai setiap hari. Perawatan minimal setiap hari dan perawatan ekstra seminggu sekali sudah sangat cukup untuk lantai beton. Jadi Anda lebih hemat biaya perawatan dan waktu juga kan?

Lebih Awet

Beton menjadi satu material yang dikenal awet karena usianya bisa mencapai ratusan tahun jika perawatannya tepat. Fakta ini, tentu membuat Anda tidak perlu repot-repot mengganti material lantai secara berkala. Apalagi permukaan beton juga tidak akan mengalami perubahan yang berarti ataupun mudah rusak selama dirawat dengan baik.

Pemilihan Gaya Lebih Banyak

Material beton yang digunakan untuk lantai bangunan memiliki pemilihan gaya yang lebih banyak dibandingkan dengan material lain. Hal ini karena faktor beton sendiri yang dibuat berdasarkan campuran beberapa material dan dipasang atau diaplikasikan saat beton masih lumer. Nah, selain mudah disesuaikan dengan gaya banguan, Anda juga bisa memberikan sentuhan-sentuhan tersendiri pada lantai beton. Misalkan Anda bisa mengganti warna hingga menyesuaikannya dengan gaya rumah untuk rumah minimalis, klasik, rustic ataupun eropa modern.

Agar lantai terlihat lebih modern, Anda bisa menambahkan finishing berupa sealer akrilik sehingga permukaan lantai mengkilap. Kemudian, untuk gaya rustic, Anda bisa memberikan finishing matte pada lantai.

Tidak hanya itu, material beton juga bisa diaplikasikan pada interior dan eksterior. Jadi kreasi lantai beton tidak melulu hanya untuk di dalam rumah. Bagian teras dan garasi juga bisa menggunakan beton sebagai material lantainya. Namun, Anda harus memperhatikan ketahanan lantai beton terhadap cuaca. Untuk bagian bangunan atau rumah yang terkena cahaya matahari secara langsung, akan lebih baik jika lantai beton dilapisi dengan finishing berbasis silicon.

Proses Pengerjaan Lebih Mudah

Anda tentu tahu bahwa ada beberapa jenis beton yang bisa ditemukan di pasaran saat ini. Pembuatan beton secara manual memang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, namun dengan adanya beton ready mix maka masalah ini bisa diatasi dengan sangat mudah. Penggunaan beton ready mix untuk lantai beton tentunya membuat proses pengerjaan lebih mudah dan hasilnya pun lebih bagus. Pastikan Anda memilih beton ready mix dengan takaran pas agar hasil lantai beton Anda tidak mengecewakan ya.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

Cara Membuat Lantai Beton Berwarna

Cara Membuat Lantai Beton Berwarna

Beton menjadi salah satu material yang banyak digunakan dalam proses pembangunan. Penggunaan beton ini tidak lain karena usianya yang lebih awet dan mudah dalam pengaplikasian. Nah, salah satu tren yang muncul di dunia arsitektur dalam beberapa tahun belakangan ini adalah penggunaan material beton untuk lantai bangunan. Bagi sebagian orang, mungkin lantai beton terlihat kurang menarik. Mengingat beton identik dengan warna yang monoton dan gelap. Namun, kondisi ini tidak serta merta membuat kreatifitas Anda buntu kan?

Faktanya, sama dengan lantai semen, lantai beton ini juga bisa diwarnai sesuai keinginan Anda. Bahkan lantai beton lebih mudah untuk disesuaikan dengan gaya rumah Anda. Tidak berhenti hanya pada pewarnaan saja, lantai beton juga bisa dilapisi dengan bahan atau material lain yang membuat lantai terlihat mengkilap ataupun matte.

Cara Membuat Lantai Beton Berwarna

Nah, kali ini kita akan lebih fokus pada cara membuat lantai beton berwarna. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, beberapa orang enggan menggunakan lantai beton karena merasa pilihan warna yang terbatas. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar lho. Memang beton identik dengan warna monoton gelapnya, tapi itu warna asli beton. Sementara, lantai beton sendiri sebenarnya bisa dikreasikan sesuai dengan keinginan Anda. Anda tidak percaya? Baiklah, simak beberapa langkah dalam cara membuat lantai beton berwarna berikut ini:

  1. Persiapkan Alat dan Perlengkapan yang Dibutuhkan

Beberapa alat dan perlengkapan yang harus Anda persiapkan adalah solatip atau masking tape, vacuum cleaner (wet dan dry), TSP atau Trisodium Phospat (yang bisa Anda beli di toko bangunan), ember dan lap pel, sapu dan pengki, asam muriatic atau asam klorida untuk cat berbasis minyak atau asam fosfat untuk cat berbasis latex, cat beton atau cat epoxy, roller dan extensionnya, kuas, tatakan cat, kain,sealer beton, patch beton, primer beton, scraper dan bantalan lutut.

  1. Bersihkan Ruangan dan Lantai yang Akan Dicat

Kosongkan dan bersihkan ruangan yang akan dicat. Anda bisa membersihkan lantainya dengan sapu atau vacuum cleaner. Jika ada noda cat atau semen yang mengeras di lantai maka Anda bisa menggunakan scraper. Kemudian, Anda juga bisa menembel bagian beton yang berlubang, jika ada. Pastikan semua lapisan beton yang akan dicat bebas dari kotoran dan penghalang.

  1. Basuh, Bilas dan Seal Beton

Langkah selanjutnya adalah membersihkan beton dari minyak dengan TSP. ikuti petunjuk penggunaan TSP yang ada di kemasan. Jika sudah, maka lanjut dengan membilas lanta beton dengan air panas secara menyeluruh. Kemudian, seal beton menggunakan jenis sealer semen. Baca petunjuk pemakaian sealer di kemasan.

  1. Lantai Beton Siap Dicat

Setelah penggunaan sealer, maka Anda harus menunggu lantai kering sebelum mulai melakukan pengecatan. Pertama, gunakan primer beton secara menyeluruh dan sesuai petunjuk penggunaan. Kemudian gabungkan primer dengan cat secara bersamaan. Anda bisa memanfaatkan solatip di sepanjang pinggiran dinding yang berbatasan langsung dengan lantai agar dinding tidak terkena cat saat proses pengecatan dilakukan.

Fyi, sebelum memutuskan untuk mengecat lantai beton rumah Anda, pastikan untuk menjauhkan anggota keluarga dari ruangan yang akan dicat lantainya. Hal ini perlu dilakukan karena uap pada cat lantai beton ini akan menyebar melalui pemanasan dan sistem pendingin sehingga menimbulkan polusi udara yang kurang sedap, khususnya untuk mereka yang sensitif terhadap bau. Kemudian, untuk memilih cat lantai beton yang tepat, Anda bisa meminta bantuan pada ahlinya atau berkonsultasi terlebih dahulu saat mengunjungi toko bangunan langganan Anda.

Semoha informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

Cara Meratakan Lantai Beton Menggunakan Floor Screed

Dalam konstruksi, ada banyak istilah yang harus Anda ketahui di mana salah satunya adalah screed. Screed adalah suatu lapisan yang diletakkan di permukaan plester atau beton. Lapisan inilah yang akan digunakan sebagai pedoman ketebalan yang ingin dibuat. Selain itu, screed juga digunakan sebagai lapisan finishing pada lantai internal. Ketebalannya mencapai 50 mm hingga 100 mm.

Pada dasarnya screed ini merupakan elemen penting dalam proses konstruksi. Screed sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu Screed Anhidrit, Screed Epoxy, Screed Beton (Screed Pasir dan Semen), Screed Polimer dan Screed Campuran. Nah, kali ini kita akan lebih fokus pada pembahasan mengenai Screed Beton.

Screed Beton Untuk Meratakan Lantai Beton

Screed jenis ini bisa dibilang sebagai screed yang paling umum dipakai diproses konstruksi. Bahkan, screed beton ini menjadi screed paling ideal untuk dipakai lho. Kenapa?

Pertama, screed beton ini sangat unggul di segmen kualitasnya. Kedua, screed ini membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk bisa kering sempurna dan bisa digunakan. Ketiga, perawatan yang dilakukan tidak terlalu rumit karena Anda hanya perlu memastikannya tidak retak.

Untuk meratakan lantai beton menggunakan floor screed, biasanya orang lebih memilih menggunakan floor hardener yaitu layanan yang menawarkan jasa pengerjaan pembuatan lantai beton dengan material khusus. penggunaan jasa floor hardener ini tidak lain karena hasil akhirnya yang kuat dan ketahannya tinggi. Floor hardener biasanya juga menggunakan tenaga ahli serta mesin trowel sehingga pekerjaannya bisa dilakukan dengan optimal.

Cara Meratakan Lantai Beton Menggunakan Floor Screed Instan

Meski saat ini sudah ada floor hardener, tentunya sedikit informasi tentang cara meratakan lantai beton menggunakan floor screed tidak akan membuat Anda rugi kan? Dengan informasi ini, Anda juga menjadi lebih memahami tentang dunia konstruksi perlantaian. Apalagi saat ini Anda bisa dengan mudah membeli floor screed instan untuk lantai Anda. Selain mudah dan praktis digunakan, floor screed instan juga membuat proses konstruksi Anda berjalan lebih lancar.

Berikut ini adalah beberapa langkah dalam cara meratakan lantai beton menggunakan floor screed:

  1. Bersihkan Permukaan Lantai

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan permukaan lantai dari kotoran. Proses pembersihan ini tidak terbatas pada proses “kering” saja, tetapi juga bisa menggunakan air. Jika diperlukan, anda bisa menyiram seluruh lantai dengan air agar kotoran, debu dan partikel lain tidak menempel di permukaan lantai.

  1. Sebaiknya Pengerjaan di Saat Matahari Terik

Pengerjaan floor screed saat matahari terik akan membantu proses pengeringan lebih cepat. Normalnya, screed ini kering dalam waktu 28 hari namun dengan kondisi cuaca terik maka tidak menutup kemungkinan proses pengeringan menjadi lebih cepat.

  1. Area Lantai Harus Sudah Siap Dikerjakan

Sebelum memulai floor screed, pastikan area lantai yang diinginkan sudah siap. Tidak hanya bersih namun juga rata. Lakukan penelitian ulang untuk memastikan lantai sudah mengeras dan siap untuk diratakan.

  1. Aplikasikan Floor Screed Sesuai dengan Aturan di Kemasan

Jika area lantai sudah benar-benar siap untuk diratakan, maka selanjutnya Anda bisa mengaplikasikan floor screednya. Keberadaan floor screed instan sangat memudahkan Anda untuk melakukan perataan lantai beton lho. Cukup ikuti petunjuk yang ada di kemasan, mulai dari jumlah air yang dicampurkan hingga cara mencampurkan dan mengaplikasikannya ke lantai.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua ya..

Sampai jumpa di artikel lain..

Cara Membersihkan Lantai Beton

Penggunaan lantai di rumah, tentunya harus sesuai dengan kebutuhan. Lantai beton banyak dipilih karena bagus untuk bagian garasi atau halaman depan rumah. Selain karena biayanya lebih murah, lantai beton juga dikenal tangguh, tahan lama dan lebih sejuk.

Namun seiring dengan perkembangannya, lantai beton tidak hanya digunakan untuk garasi atau halaman saja, tapi juga untuk lantai dalam rumah. Nah untuk anda yang memiliki lantai beton dirumah anda, tentunya harus tahu bagaimana cara membersihkannya. Berikut ini adalah cara dan langkah-langkah membersihkan lantai beton dengan aman.

  1. Siapkan Peralatan Kebersihan

Langkah pertama untuk melakukan pembersihan lantai beton adalah dengan menyiapkan peralatan pembersih utama, mencakup:

  • Sapu dan pembersih debu atau kemoceng
  • Sikat berbulu nilon yang berfungsi untuk mengosok noda
  • Pembersih dan lain sebagainya
  1. Membersihkan Debu

Jika semua peralatan kebersihan yang diperlukan telah siap, maka anda bisa mulai dengan membersihkan debu yang ada di permukaan lantai. Anda bisa menggunakan sapu, namun untuk yang ingin lebih cepat, bisa juga menggunakan alat penyedot debu.

  1. Menyiapkan Produk Pembersih Lantai

Ambilah pembersih lantai yang telah anda siapkan. Selanjutnya campurkanlah 3 sampai dengan 8 tutup botol dengan air secukupnya. Untuk jenis pembersih lantai yang digunakan, pastikan anda menggunakan yang khusus untuk lantai beton. Hal ini karena, tidak semua jenis pembersih lantai bisa membersihkan lantai beton

  1. Pel Secara Merata

Apabila anda sudah selesai mencampurkan pembersih lantai dengan air di dalam ember, selanjutnya pel lantai secara merata. Pastikan anda mengepel mulai dari pojok sampai di pintu akhir dalam ruangan. Supaya lebih mudah, sebelum dipel anda bisa mengkosongkan lantai yang ingin anda bersihkan. Lakukanlah secara merata dan teliti supaya tidak ada daerah yang terlewatkan.

  1. Keringkan Lantai

Jika semua lantai sudah selesai dipel, maka anda harus mengeringkannya. Gunakanlah lap kering untuk mengeringkan lantai atau untuk mempercepat pengeringan lantai anda juga bisa menggunakan kipas anda. Selain itu anda juga bisa membiakannya saja dengan menunggu pengeringan secara alami terjadi.

Selain dibersihkan, lantai yang terbuat dari beton tentunya perlu dipoles dengan menggunakan mesin khusus. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kilauannya. Anda bisa menghubungi jasa penyedia layanan pemoles lantai terdekat untuk mengerjakan hal ini. Selain itu anda juga bisa menyewa mesin pemoles lantai beton dari toko-toko bangunan dan mengerjakannya sendiri, jadi lebih terjangkau. Pemolesan lantai ini sendiri harus dilakukan secara berkala dan teratur. Tujuannya agar lantai beton anda tidak berubah warna menjadi kusam.

Cara Melindungi Lantai Beton

Jika lantai beton selesai dibersihkan, ada baiknya anda melindungi lantai beton anda supaya tetap bersih dan tahan lama dengan cara berikut ini:

  • Bersihkan Tumpahan Apa Saja Secepatnya

Tindakan yang satu ini akan membantu anda dalam mengantisipasi tergelincir dan lantai menjadi kotor. Bersihkan tumpahan dengan menggunakan handuk atau lap bersih secepat mungkin

  • Melapisi Lantai dengan Sealant

Sealant merupakan bahan perekat pengisi celah sekaligus pelapis yang berfungsi untuk melindungi lantai supaya air, debu maupun kotoran tidak bisa merembes kedalam. Sealant yang kualitasnya tinggi akan bertahan selama beberapa tahun, jadi anda hanya perlu mengulang pelapisan lantai setiap tiga hingga empat tahun sekali saja. Pemberian lapisan sealant ini berguna untuk melindungi lantai beton dari lecet atau goresan dan noda.

  • Melapisi Lantai dengan Wax

Wax atau pelapis akhir yang berbahan dasar lilin tidak hanya mampu melindungi lantai beton dari debu, noda dan abrasi saja namun juga melindungi lapisan sealant yang ada dibawahnya, supaya bisa bertahan lebih lama.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

 

Cara Memperbaiki Beton yang Rusak

Menggunakan beton sebagai bahan lantai atau bangunan adalah hal yang umum karena beton dianggap lebih kuat dibanding bahan dasar lain seperti kayu dan tanah. Meski begitu, bahan kuat sekalipun nyatanya seringkali mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa saja diakibatkan karena beban yang terlalu berat, pemasangan yang tidak maksimal dan lain sebagainya. Untuk itulah kali ini kita akan membahas cara memperbaiki lantai beton yang rusak. Sebelum itu ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis kerusakan yang umumnya terjadi pada lantai beton.

Jenis Kerusakan Pada Lantai Beton

Beberapa jenis kerusakan yang terjadi pada lantai beton adalah pertama, retak yang terjadi pada bagian atas lantai. Kedua, Honeycom atau lubang yang ukurannya cukup besar yang disebabkan karena jarak antara tulangan terlalu dekat, tidak maksimal dalam pencampuran bahan, pengaplikasian yang tidak tepat dan lain sebagainya. Ketiga, pengeroposan dan keempat adalah pengelembungan pada permukaan beton.

Penyebab Kerusakan Pada Lantai beton

Kerusakan lantai beton bisa disebabkan leh berbagai faktor, baik itu karena faktor lingkungan, kualitas bahan dasar sampai faktor manusia yang membuat beton tersebut. Berikut ini adalah beberapa penyebab kerusakan yang umumnya terjadi:

  1. Sifat Beton

Pada dasarnya beton terdiri dari berbagai material seperti pasir, kerikil, semen air serta batu tulangan. Pada saat seluruh material ini disatukan jadi satu, maka bahan akan mengalami pengurangan volume. Hal ini disebabkan oleh air yang berada dalam campuran beton mengalami penguapan. Sehingga bila aplikasi beton benar ketika mengalami penyusutan dan tidak diberi beban hingga mengering, maka keretakan dan kerusakan lainnya bisa diminimalisir. Bahkan tidak akan pernah terjadi.

  1. Bahan

Bahan bisa jadi penentu dari kualitas sebuah lanyai beton. Bahan yang kurang baik bisa saja menimbulkan lubang dan retakan. Contohnya pasir yang digunakan kurang halus atau kurang bersih yang akhirnya membuat pasir tidak tercampur secara sempurna dengan material lain. Akibatnya keretakan tidak bisa dihindari.

  1. Suhu

Suhu disini artinya adalah suhu material beton yang secara terus menerus mengalami peningkatan seiring beton mengeras. Apabila suhu beton terlalu tinggi, maka retakanpun akan lebih sering terjadi.

  1. Pembuatan

Proses pembuatan adalah proses yang tentunya harus sangat diperhatikan. Alasannya karena dampaknya akan sangat berarti untuk hasilnya. Banyak sekali proses pembuatan beton yang kurang baik. Sebagai contoh, pada saat proses pengerasan dan penguapan air tidak terlalu banyak. Terlalu banyak penguapan air bisa saja membuat lantai beton jadi lebih mudah retak.

Metode Perbaikan Lantai Beton

Cara perbaikan sendiri tergantung pada jenis  kerusakannya. Dibawah ini adalah beberapa metode perbaikan lantai berbahan beton:

  1. Metode Honeycomb

Cara ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada ketebalan selimut beton. Perbaikan lantai beton dengan metode yang satu ini cukup sederhana yaitu dengan melakukan hacking. Hacking ini dilakukan dengan cara menghilangkan bagian beton yang keropos sampai menemukan titik beton yang padat lalu diberikan floor hardener atau penguat lapisan beton dan terakhir untuk proses finishingnya melakukan curing.

  1. Metode Peching or Sealing

Metode ini adalah metode perbaikan lantai beton yang mengalami kerusakan ringan seperti retak kecil sampai retak sedang atau yang mengalami keropos tanpa tampak tulang beton. Cara yang dilakukan cukup sederhana dan mudah, hanya dengan membersihkan bagian retakan setelah itu disiram air dan ditambal sampai permukaanya sama dengan bagian lantai yang lainnya.

  1. Metode Pressure Grounting atau Penyuntikkan

Metode yang satu ini juga merupakan metode perbaikan lantai beton yang mengalami keretakan ringan dan keropos dengan tulangan beton yang terlihat. Cara dari metode ini adalah dengan menyuntikan material pada bagian yang mengalami keretakan.

  1. Metode Trimming and Patching

Metode perbaikan ini dilakukan untuk lantai beton yang menggelembung dan tidak rata. Caranya adalah dengan melakukan hacking sebelumnya pada permukaan beton yang mengalami penggelembungan. Jika sudah, ratakan dan tambal lalu lakukanlah sering untuk proses finishingnya.

Semoga informasi di atas berm

 

Tips Agar Lantai Beton Tidak Gampang Retak

Sama seperti bagian dinding di sebuah bangunan, permasalahan retak pada lantai beton juga sering kali terjadi. Hal ini, tentunya akan membuat lantai rumah anda jadi tidak cantik lagi. Untuk itulah, kali ini kita akan membahas beberapa tips supaya lantai beton tidak mudah retak.  Tapi sebelumnya, tentu akan lebih  baik jika anda mengetahui beberapa faktor penyebabnya terlebih dahulu.

  • Tekstur dan keadaan tanah yang kurang baik. Jadi, perubahan kepadatan tanah masih sering terjadi. Akibatnya, tektur pada lantai beton rumahpun juga mengalami perubahan dan terjadi keretakan
  • Beban pada lantai. Pada umumnya, beban yang terlalu berat pada lantai beton seringkali menjadi penyebab utama terjadinya keretakan pada lantai beton. Sebagai contoh anda meletakkan barang yang memiliki bobot yang sangat berat seperti kursi yang terbuat dari kayu atau pot bunga dengan ukuran yang sangat besar.

Tips Membuat Lantai Beton Tidak Mudah Retak

Dari faktor yang telah disebutkan di atas, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda coba supaya lantai beton anda bisa lebih awet, kuat, mempunyai masa ketahanan lebih lama dan tidak mudah retak:

  1. Memilih Bahan Dasar yang Berkualitas untuk Lantai Beton

Dalam pembuatan lantai beton ditentukan dari bahan dasar pembuatannya. Bahan dasar tersebut diantaranya ada pasir, kerikil, dan yang tidak kalah penting adalah semen. Karena dipasaran terdapat banyak sekali merk semen yang menawarkan kualitas, maka pastikan anda tidak salah pilih dalam menggunakan semen yang telah terpercaya.

  1. Memperhatikan Tekstur dan Kondisi Tanah

Untuk anda yang sedang dalam proses membangun, sebaiknya perhatikanlah kondisi lahan bangunannya. Alasannya, karena hal tersebut sangat berpengaruh pada keadaan lantai beton yang dipasang. Apabila kontur tanah labil atau termasuk mudah bergerak serta tidak padat, secara otomastis lantai beton anda akan mudah retak, bahkan hancur.

  1. Buatlah dengan Proses yang Benar

Anda harus membuat lantai beton dengan proses yang benar, agar hasilnya bagus dan tidak mudah retak. Dimulai dari proses mencampurkan pasir, dan bahan lainnya dengan perbandingan yang pas hingga proses pencampuran harus dilakukan dengan benar. Selain itu, pastikan tempat yang akan anda buat lantai beton dibersihkan lebih dulu. Tujuannya  supaya bebas dari kerikil dan kotoran.

  1. Berikan Lapisan Epoxy ke Lantai Beton

Tentunya anda pernah menjumpai lantai yang kinclong tapi bukan keramik maupun jenis lantai marmer. Lantai seperti itu biasanya dilapisi dengan epoxy. Dengan begitu, lantai akan terlihat lebih kinclong seperti kaca. Pada umumnya, penggunaan ini banyak terdapat di lantai pabrik atau kantoran dengan tujuan memudahkan pergerakan. Nah untuk itulah, anda bisa mencoba jasa epoxy lantai untuk membuat lantai rumah anda terlihat kinclong. Selain itu, epoxy ini juga berfungsi untuk menguatkan pada kontur rumah anda.

  1. Menambal Lantai Beton

Saat anda mengetahui keadaan lantai yang terlihat retak, maka sangat disarankan untuk segera menambal lantai tersebut. Jangan sampai menunggu terlalu lama yang akhirnya bisa membuat retakan semakin melebar. Hal ini dilakukan supaya perbaikan jadi lebih mudah. Namun, apabila memang sudah terlanjur parah, sebaiknya tambahkan penyangga di beberapa titik sudut lantai beton anda. Tujuannya adalah untuk memperkuat pengecoran pada beton.

  1. Jaga Kondisi Lantai dengan Baik

Jika lantai beton anda sudah dibuat, maka anda harus merawatnya dengan baik. hindarilah meletakkan benda yang berat dengan bagian bawah lancip supaya tidak merusak permukaan lantai. Selain itu, jangan pernah membanting sesuatu yang berat di atas lantai beton anda.