Perbedaan Plafon Gypsum Dan Kalsiboard

Perbedaan Plafon Gypsum Dan Kalsiboard

Perbedaan Plafon Gypsum Dan Kalsiboard  – Plafon merupakan salah satu bagian dari interior bangunan yang ditemukan di langit-langit rumah. Plafon selain berguna sebagai pencegah kecenderungan suhu yang masuk dalam rumah ketika cuaca dingin atau cuaca panas, juga menjadi penunjang nilai artistik dari rumah tersebut. Fakta lapangan mengatakan bahwa bangunan dengan plafon maka akan terlihat rapi dengan permukaan yang bersih.

Perbedaan Plafon Gypsum Dan Kalsiboard

Pemilihan plafon menjadi sebuah pertimbangan penting ketika akan membangun sebuah bangunan. Dari sekian jenis plafon, terdapat dua jenis plafon yang banyak digunakan yaitu Plafon Gypsum dan Plafon Kalsiboard. Lalu, apakah perbedaan plafon gypsum dan kalsiboard?

Plafon Gypsum

Plafon Gypsum merupakan salah satu dari beberapa jenis plafon yang banyak digunakan. Plafon ini banyak digunakan sebagai plafon rumah di Indonesia. Gypsum merupakan material yang terbuat dari casting atau bubuk Gypsum yaitu bahan yang serupa dengan semen ini lembut dan lebih putih. Selain bahan tersebut, Gypsum juga dilengkapi dengan roving sebagai penguat yang bentuknya seperti serat rambut panjang.

Selain digunakan di rumah, bangunan seperti hotel, rumah sakit atau villa juga banyak menggunakan Plafon Gypsum karena memiliki kelebihan pada permukaannya yang halus, rapi dan mudah dibentuk sebagai penambah ornamen pada interior bangunan. Selain itu platfon Gypsum dapat membuat ruangan lebih dingin karena bahan Gypsum dapat meminimalisir dan menyerap udara panas dalam ruangan.

Jika anda memutuskan untuk menggunakan Gypsum sebagai plafon di area kamar mandi, anda bisa menggunakan jenis Gypsum Wet Area. Gypsum ini memiliki lapisan lilin di dalamnya sehingga air dapat masuk ke dalam Gypsum serta lebih lembab dan tahan air.

Plafon Kalsiboard

Platfon Kalsiboard terbuat dari campuran bahan pasir silika, semen dan serat selilosa. Pembuatannya dilakukan dengan mencampur ketiga bahan tersebut yang kemudian dikeringkan dengan menggunakan suhu dengan tekanan tinggi sehingga Plafon Kalsiboard lebih kokoh dan aman digunakan serta ramah lingkungan.

Plafon Kalsiboard dipilih karena kekokohannya sehingga hunian akan terhindar dari kebocoran jika hujan datang. Jika Gypsum akan menjadi pelindung atap keika hujan langsung tertuju ke beton, namun pada lantai atas yang berhubungan langsung dengan genteng sebaikanya menggunakan Plafon Kalsiboard. Plafon Kalsiboard juga memudahkan dalam hal pearwatan sehingga ketika plafon terkena air, nodanya bisa dihilangkan dengan cara mengampelas dan segera di cat lagi.

Kelebihan Plafon Gypsum dan Kalsiboard

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa kedua plafon ini merupakan dua plafon yang paling banyak digunakan beberapa waktu belakangan. Alasan kedua jenis plafon ini banyak digunakan karena kelebihan yang dimiliki masing-masing. Sebagai pertimbangan, berikut beberapa kelebihan dari kedua plafon ini.

Kelebihan Plafon Gypsum

  • Plafon Gypsum ketika digunakan akan terlihat lebih rapi dan halus sehingga bangunan akan memiliki nilai jual yang tinggi karena estetikanya.
  • Akan mudah dibentuk dalam berbagai model seperti Cuve, Drop Ceiling, Kubah dan bentuk lainnya.
  • Pemeliharaan yang dilakukan ketika rusak juga mudah, anda hanya perlu memangkas dengan Compound pada bagian yang rusak saja dan tidak perlu mengganti satu lembar penuh.
  • Mudah dan cepat dalam instalasi
  • Mudah didapatkan di pasaran.
  • Dapat dipasang dengan menggunakan besi berongga atau kayu.

Kelebihan Plafon Klasiboard

  • Plafon Klasiboard tidak berasal dari bahan Asbes yang berbahaya bagi kesehatan dan lebih kokoh.
  • Memiliki jenis dengan ketebalan yang bervariasi mulai dari 3 mm sampai 20 mm.
  • Penggunaan Compound akan berkurang agar proses penyambungan lebih mudah pada bagian pinggir yang lebih tipis.
  • Plafon Kalsiboard lebih mudah dibersihkan ketika terkena air.
  • Plafon Klasiboard kuat dan elastis sehingga bisa dibentuk melengkung.
  • Tahan lama serta mudah dalam pengaplikasian.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda semua..

Biaya Transaksi Properti

Dalam bisnis properti tak hanya mengandalkan lokasi properti dan harga jual belinya saja. Biaya untuk properti juga memiliki biaya transaksi lainnya yang tidak bisa dibilang sedikit. Selain memberikan keuntungan yang tinggi bisnis properti juga diikuti resiko yang tinggi pula.salah satu resiko tersebut juga meliputi resiko modal. Properti memang bisa anda cicil namun untuk mendapatkan kredit perumahaan bukanlah persoalan yang mudah. Untuk itu ada baiknya anda mengetahui banyak informasi properti sebelum terjun ke bisnis ini. Bagaimana jika anda memulai bisnis properti dengan mengenal biaya transaksi apa saja uang timbul sebagai berikut :

Sumber : https://www.dictio.id

  • Pajak pertambahan nilai

Setiap penjualan barang pasti diikuti dengan pajak pertambahan nilai. Hal ini juga berlaku untuk penjualan properti ataupun rumah. Tarif yang dikenakan untuk penjualan properti berkisar 10 % dari harga jual properti itu sendiri. Anda diwajibkan membayar maksimal tanggal 15 setiap bulannya. Tidak hanya pajak pertambahan nilai saja yang perlu ditanggung namun juga pajak penghasilan bagi sipenjual. Pajak pertambahan nilai akan ditanggung oleh pembeli sedangkan pajak penghasilan. Akan properti ditanggung oleh penjual. Besaran tarif pajak penghasilan sendiri berkisar 2.5 % kecuali untuk properti dibawah 60 juta rupiah dan penghasilan wajib pajak pribadinya per bulan masih dibawah4.5 juta rupiah.

  • Biaya notaris

Selanjutnya ada biaya notaris yang perlu dibayarkan . Notaris ini bertugas untuk memvalidasi dokumen jual beli properti asli dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu ia juga bertugas untuk melakukan pengecekan sertifikat. Untuk besaran fee notaris ini tergantung pada masing-masing standar notaris dan daerahnya.

  • Biaya balik nama

Properti yang anda beli tentu perlu dibalik nama menjadi pemilik pembelinya setelah disepakati penjualannya. Untuk itu timbullah biaya balik nama yang kegiatannya dilakukan oleh pejabat pembuat akta tanah. Ada pula notaris yang menjabat sebagai pejabat pembuat akta tanah yang bisa anda minta sekaligus untuk mengerjakan proses jual beli properti yang anda lakukan.

  • Fee broker

Bagi anda yang melakukan jual beli properti melalui pihak ketiga tentu membutuhkan dana tambahan untuk membayar komisi broker tersebut. Besaran fee untuk broker sudah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku hingga kini. Untuk besaran tarif komisi broker tergantung pada nilai jual properti anda.

  • Biaya akta jual beli bangunan

Ada pula biaya akta jual beli bangunan yang perlu dibayarkan untuk transaksi jual beli properti. Untuk biaya akta jual beli ini berbeda setiap lokasinya namun yang pasti maksimal hanya 1% dari nilai transaksinya.

  • Pajak bumi dan bangunan

Ternyata tidak hanya pajak pertambahan nilai atau penghasilan saja yang melekat pada transaksi jual beli properti. Ada pula pajak bumi dan bangunan yang ditetapkan sebesar 5% dari nilai jual kena pajak. Bagi anda yang memiliki bangunan dengan nilai jual diatasi 5 miliar rupiah maka akan ditambahkan pajak pertambahan nilai atas barang mewah. Besarnya pakar pertambahan nilai atas barang mewah ini berkisar 20%.

Melihat banyaknya jenis ia biaya transaksi properti tentu bisnis ini tak semudah bayangan anda. Biarpun memiliki banyak biaya tambahan namun keuntungan yang didapatkan dari bisnis inipun juga berkali kali lipat banyaknya. Sebelum melakukan penawaran atas properti maka ada baiknya untuk mengecek apakah tanah ataupun bangunan yang ingin dibeli termasuk dalam sengketa atau tidak.  Tentu anda tak ingin direpotkan mengurusi properti yang masih dalam sengketa, bukan? Cobalah untuk mengecek kelengkapan dokumennya seperti akta tanah atau kepemilikan bangunan tersebut.

Penyebab Kerusakan pada Beton

Beton menjadi salah satu aspek penting dalam konstruksi, khususnya untuk konstruksi bangunan-bangunan berukuran besar. Beton sendiri merupakan sebuah bahan bangunan komposit yang dibuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Pada dasarnya beton tidak berubah menjadi padat karena kandungan airnya menguap. Lebih dari itu semenlah yang berhidrasi dan mengelem semua komponen sehingga berakhir dengan membentuk material seperti batu. Kali ini kita akan mengulas tentang penyebab kerusakan pada beton.

Kerusakan pada Beton

Dari sekian banyak jenis beton, beton bertulang menjadi salah satu jenis yang umum dipakai dalam konstruksi. Nah, ada beberapa macam kerusakan yang bisa terjadi pada beton bertulang. Simak ulasannya berikut ini ya..

  • Retak, ini merupakan kejadian pecah pada beton. Pecah yang terjadi biasanya berbentuk garis-garis panjang yang sempit.
  • Beton Berlubang-lubang, lubang-lubang yang muncul ini biasanya berukuran relatif dalam dan lebar.
  • Kelupasan Dangkal pada Permukaan merupakan masalah yang umum terjadi pada beton. Selain itu kondisi melekatnya aterial di permukaan bekisting juga bisa membuat permukaan beton terkelupas.
  • Lekatan Baja Beton, kerusakan yang satu ini sering terjadi pada komponen struktur penunjang bangunan sipil.
  • Adanya Serangan Kimia, bahan kimia menjadi salah satu material yang diperlukan dalam konstruksi. Meski begitu, ini bisa menjadi salah pemicu kerusakan.

Penyebab Kerusakan pada Beton

Pada umumnya beton digunakan untuk berbagai hal seperti struktur bangunan, pondasi, jembatan, jalan, dasar untuk pagar atau tembok dan lain sebagainya. Sama halnya dengan benda atau bahan bangunan lain, beton juga memiliki kemungkinan besar untuk mengalami kerusakan selama penggunaan berlangsung. Nah, kerusakan pada beton ini bisa dijumpai di berbagai elemen mulai dari kolom, pelat hingga dinding beton.

Menghindari kerusakan pada beton tentu terdengar agak mustahil, tetapi anda bisa meminimalisir kerusakan. Bagaimana caranya? Anda harus mengetahui penyebab kerusakan pada beton agar bisa meminimalisir kerusakan. Beberapa hal yang biasa menjadi penyebab kerusakan pada beton adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan vibrator yang salah menjadi salah satu penyebab utama kerusakan pada beton. Anda bisa memaksimalkan penggunaan vibrator tapi hanya untuk proses pemadatan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Tinggi jatuh pengecoran, untuk menghindari kerusakan ini anda bisa melakukan pembatasan tinggi jatuh pengecoran 2-4 feet dan jatuhkan campuran secara vertikal.
  • Kesalahan pembesian, pastikan anda sudah melakukan pemeriksaan terhadap tulangan sebelum melakukan pemasangan bekisting. Lakukan pemasangan sesuai SNI agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
  • Kesalahan pelepasan bekisting, dalam hal ini anda harus mendapat persetujuan dari pihak kontraktor dengan melihat hasil uji kuat tekan.
  • Dilatasi pengecoran, untuk hal ini seharusnya pengecoran dilakukan selapis demi selapis. Jangn terlalu tebal (maksimal 500 mm) dan pastikan tebalnya tidak melebihi panjang batang penggetar.
  • Kegagalan design, pastikan bahwa desain struktur sudah sesuai dengan rencana awal. Pengecekan awal dan berkala selama proses konstruksi dilakukan sangat penting untuk menghindari kegagalan design yang menyebabkan beton rusak.
  • Kesalahan saat proses curing, untuk mencegah hal ini anda harus mengikuti semua ketentuan yang berlaku dalam SNI tentang lama curing dan bagaimana cara curing yang benar.
  • Beban tambahan yang tidak sesuai, agar tidak terjadi anda bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak konsultan perencana. Jika terpaksa ada penambahan beban, maka perkuatan struktur harus dilakukan terlebih dahulu.
  • Faktor cuaca, untuk semua jenis beton, penyebab kerusakan berupa faktor cuaca seringkali tidak bisa dihindari. Namun dengan penanganan yang tepat maka konstruksi tidak akan terganggu.

Semoga informasi mengenai jenis kerusakan dan penyebab kerusakan pada beton di atas bermanfaat untuk anda semua..

Cara Meningkat Rumah Tanpa Menambah Pondasi

Terkadang rumah yang saat ini anda tepati hendak anda tingkatkan untuk mendapatkan space atau ruangan yang lebih luas lagi. Sayangnya saat pembangunan rumah tersebut anda tidak pernah terpikirkan akan menambah ruangan atau lantai lagi sehingga pondasinya tidak sesuai dengan penambahan bangunan. Sebenarnya tanpa perlu menambah pondasi anda bisa menambah ruangan atau lantai jika memakai material yang ringan. Berikut beberapa cara untuk meningkatkan rumah tanpa menambah pondasi yang bisa jadi referensi anda yang ingin memperluas bangunan :

Pilih Material Ringan Namun Kuat

Seperti diungkap sebelumnya untuk meningkatkan rumah tanpa repot menambah pondasi bisa dilakukan dengan memakai material ringan. Terdapat beberapa material ringan yang bisa anda gunakan seperti kayu. Pilih kayu yang keras dan tidak mudah lapuk sehingga awet digunakan dalam waktu yang lama. Untuk dindingnya anda bisa memakai triplek sedangkan kayu bisa dipakai untuk lantai. Anda bisa memakai kayu ulin atau kayu jati yang dikenal memiliki struktur kayu yang padat dan kuat.

Menambah Ruang Dibawah Atap

Bangunan rumah di Indonesia biasa memiliki atap yang tinggi sehingga anda bisa membangun ruang dibawah atap. Ruang dibawah atap ini sering ditemukan di luar negeri atau dikenal dengan loteng. Loteng umumnya dipakai untuk gudang namun tak sedikit pula yang memanfaatkan loteng sebagai kamar pribadi. Terdapat dua bahan yang dipakai untuk membangun ruang dibawah atap yaitu dinding gypsum dan pelat  lantai GRC.

Sumber : http://cdn2.tstatic.net/

  • Dinding Gipsum

Umumnya dinding dibangun menggunakan bata namunjika anda tidak menambah pondasi maka sebaiknya gunakan dinding gypsum. Dinding gypsum pemasangannya mudah dan lebih cepat dengan berat yang ringan. Anda juga bisa memakai bahan glasswool untuk peredam suara yang diapit dua lembar panel gypsum. Sebaiknya saat memakai dinding gypsum anda tidak memasang paku atau memaku paku pada tulangannya agar tidak merusak dinding tersebut.

  • Pelat Lantai GRC

Untuk bagian lantai bisa dipasang dengan pelat lantai GRC. Gunakan GRC dengan ketebalan 15 mm. GRC sendiri merupakan singkatan dari glassfiber reinforced cement atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan beton ringan yang terdiri dari campuran semen, serat dan pasir. Serat ini yang membantu lantai ini menjadi lebih ringan ketimbang beton bertulang. Ukuran GRC juga dalam bentuk lembaran seukuran triplek sehingga mempercepat pemasangannya.

Material Pilihan Untuk Meningkatkan Rumah

Sebenarnya ada beberapa material pilihan yang biasa digunakan untuk meningkatkan rumah. berikut daftarnya beserta kelebihan dan kekurangannya yang bisa membantu anda menentukan pilihan material yang tepat.

Metal Deck

Seperti namanya metal deck merupakan pelat baja yang bermanfaat untuk membuat lantai dak. Bentuk dari metal deck ialah bergelombang dan tonjolan untuk mencegah pergeseran dan risiko retak. Ketebalan metal deck sendiri berkisar 6-8 mm untuk bangunan rumah dan 8-10 mm untuk perkantoran.

Beton Cor Konvensional

Tak sedikit yang menggunakan metode konvensional seperti cor konvensional. Umumnya proses ini membutuhkan waktu yang lumayan lama hingga kurang lebih dari 1 bulan. Hal ini dikarenakan pengerasan beton memerlukan waktu pengeringan hingga 28 hari. Kelebihan dari beton cor konvensional ini ialah hasilnya lebih kuat dan menyatu. Proses yang paling penting saat mengecor ialah dalam hal pencampuran adukan beton.

Beton Ready Mix

Ada pula beton ready mix yang dipakai untuk meningkatkan kepadatan dan kualitasnya. Kualitas pelat dari beton ready mix juga lebih baik ketimbang menggunakan bahan lainnya.

 

 

Perbedaan Material pada Mutu Beton

perbedaan material pada mutu beton

Beton menjadi salah satu material yang populer digunakan untuk konstruksi. Faktanya ada beberapa jenis beton yang tersedia di pasaran, di mana beton cor menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Kepopuleran beton cor ini tentu tidak lepas dari praktisnya pemakaian yang membuat konstruksi bangunan berjalan lebih cepat. Nah, apakah Anda tahu bahwa perbedaan material pada mutu beton akan berpengaruh pada kekuatannya? Berikut ini akan dibahas secara singkat mengenai perbedaan material pada mutu beton:

Beton Kelas I atau Beton Non Struktural

Jenis beton yang pertama ini biasa digunakan untuk pekerjaan non structural. Pelaksanaannya pun tidak membutuhkan keahian khusus. Pengawasan yang dibutuhkan juga bersifat ringan dengan fokus pada mutu bahan saja. Jadi, pada beton kelas I ini kekuatan tekanan beton tidak terlalu menjadi syarat utama.

Jika Anda belum tahu, mutu beton kelas I ini juga sering disebut B0. Sesuai dengan kelasnya, beton ini tergolong ekonomis dengan tebal sekitar 5-7 cm. Pada dasarnya campuran mutu beton kelas I ini menggunakan Fly Ash dan Non Fly Ash. Fly Ash sendiri biasa digunakan untuk meminimalisir pengguaan semen. Komposisi material pada beton kelas I ini adalah Semen 274 kg, Pasir 1012 kg, Split/Kerikil 0 Kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.97.

Beton Kelas II

Jenis beton yang kedua ini biasa digunakan untuk pekerjaan structural. Penggunaannya sendiri membutuhkan keahlian yang cukup dan pengawasan dari ahli. Berbeda dengan beton kelas I, beton kelas II ini melalui pengawasan mutu yang sangat ketat secara berkelanjutan. Tak hanya itu, kekuatan tekanan beton juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Beton kelas II sendiri tersedia dalam berbagai mutu standar seperti B1, K125, K175 hingga K500. Nama-nama sebutan untuk beton kelas II ini bukannya tidak memiliki makna. Misalnya K175, nama ini berarti bahwa si beton memiliki kekuatan tekanan 175 kg per meter persegi. Bagaimana dengan komposisi material pada mutu beton kelas II ini?

  • Beton K175 terdiri dari semen 326 kg, Pasir 760 kg, Kerikil 1029 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.66
  • Beton K200 standar terdiri dari semen 352 kg, Pasir 731 kg, Kerikil 1031 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.61
  • Beton K255 standar terdiri dari semen 371 kg, Pasir 698 kg, Kerikil 1047 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.58
  • Beton K250 standar terdiri dari semen 384 kg, Pasir 692 kg, Kerikil 1039 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.56
  • Beton K300 standar terdiri dari semen 413 kg, Pasir 681 kg, Kerikil 1021 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.52
  • Beton K350 standar terdiri dari semen 448 kg, Pasir 667 kg, Kerikil 1000 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.48
  • Beton K400 standar terdiri dari semen 466 kg, Pasir 654 kg, Kerikil 990 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.46
  • Beton K500 standar terdiri dari semen 480 kg, Pasir 650 kg, Kerikil 1000 kg, Air 215 L, Fly Ash 0 dan W/C Ratio 0.50

Beton Kelas III atau Beton Struktural

Terakhir ada beton kelas III yang biasa digunakan untuk pekerjaan structural. Idealnya beton kelas III ini memiliki kekuatan tekanan lebih dari K125. Penggunaan beton jenis ini juga dibutuhkan keahlian khusus dan bahkan dibutuhkan laboratorium dengan peralatan yang lengkap. Tak cukup sampai disitu, proses pengerjaannya juga harus dilakukan oleh tenaga ahli dan pengawasan mutunya harus dilakukan secara terus menerus.

Tips Sebelum Menyewa Rumah

Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda harus menyewa rumah. Pertama, bisa saja rumah Anda sedang diperbaiki atau mengalami renovasi besar-besaran sehingga Anda harus mencari rumah sewaan sementara. Kedua, Anda belum beruntung untuk memiliki rumah sehingga harus puas dengan menyewa terlebih dahulu sebelum berhasil membeli rumah yang diimpikan. Ketiga, Anda bekerja atau kuliah di luar kota sehingga Anda harus mencari rumah yang bisa ditinggali selama berada di kota tersebut.

Terlepas dari apapun alasan untuk menyewa rumah, berikut ini akan kami bagikan beberapa tips sebelum menyewa rumah yang harus Anda lakukan. Tips-tips ini akan sangat berguna dan membuat Anda tidak menyesal saat berhasil menyewa rumah yang diinginkan.

Sesuaikan dengan Dana yang Dimiliki

Uang menjadi faktor penentu keberhasilan Anda dalam menyewa rumah. Tanpa ada dana, maka jelas Anda tidak bisa menyewa rumah bukan? Nah, sebelum melakukan pencarian rumah sewa sebaiknya Anda melakukan perhitungan berapa banyak dana yang ada. Bagaimana kondisi finansial Anda setelah menyewa rumah? Anda juga harus memikirkan pengeluaran bulanan yang harus Anda bayar saat menyewa rumah seperti tagihan listrik dan kebutuhan lainnya. Jika sekiranya, dana Anda tidak mencukup untuk menyewa maka tidak ada salahnya dengan memilih kos yang lebih murah.

Pastikan Rumah Layak Huni

Tips pertama adalah memastikan rumah yang akan Anda sewa layak huni. Tidak semua orang beruntung memiliki dana yang cukup untuk menyewa rumah, namun asal menyewa rumah karena harganya murah bukanlah hal yang bijak. Rumah menjadi  tempat Anda berlindung dari dunia luar, tentunya tempat ini harus benar-benar layak dan dalam kondisi yang baik. Anda bisa membuat daftar beberapa rumah yang disewakan dan membandingkan kondisinya beserta harga sewa. Dari sini, Anda bisa memutuskan rumah sewaan mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan dana yang Anda miliki.

Lakukan Survei Langsung

Tidak mungkin memang untuk mencari rumah sewaan secara langsung. Mayoritas orang bisa mendapat rumah sewaan dari iklan yang dipasang ataupun rekomendasi dari orang lain. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menyewa rumah tersebut Anda harus meluangkan waktu untuk meninjaunya. Selain kondisi rumah, survey ini juga dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, kunjungan ini juga bisa Anda lakukan untuk mengenal tetangga di sekitar rumah. Selama menyewa di rumah tersebut tentunya Anda harus bersosialisasi dengan warga sekitar bukan? Menjalin hubungan baik lebih awal dengan tetangga akan membuat Anda lebih mudah beradaptasi nantinya. Dengan mengunjungi langsung, Anda juga bisa memperkirakan apakah lokasi rumah tersebut sesuai dengan harga dan kebutuhan Anda.

Lokasi rumah ini penting menjadi pertimbangan khususnya untuk melihat berapa jauh jarak rumah dengan tempat kerja atau kuliah. Sangat merugikan jika lokasi rumah ternyata jauh sehingga Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk transportasi yang lebih lama. Selain itu, Anda juga harus melihat jarak rumah dengan berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit atau fasilitas kesehatan hingga pusat perbelanjaan ataupun titik transportasi umum.

Baca Surat atau Dokumen Sewa dengan Teliti

Sebelum memutuskan untuk menyewa rumah dari orang lain, Anda harus membaca surat atau dokumen sewa dengan teliti. Pastikan aturan-aturan yang ada di dalam dokumen tidak merugikan Anda. Beberapa poin seperti tanggal kadaluarsa masa sewa, tarif sewa hingga biaya-biaya yang dibebankan kepada penyewa harus diperhatikan agar tidak memicu kesalahpahaman di masa mendatang.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

Apa itu Beton Fiber?

beton fiber

Beton fiber atau yang lebih dikenal dengan beton serat adalah beton yang dalam proses pembuatannya ditambahkan bahan fiber (berserat). Tujuan dari penambahan serat ini sendiri adalah untuk meningkatkan mutu beton, terutama yang berkaitan dengan sifat mekaniknya. Serat yang ditambahkan ke dalam beton bisa berupa serat sintetis atau serat alami.

beton fiber

Serat alami umumnya terbuat dari tumbuh-tumbuhan seperti serat kayu, serat bambu, serat ijuk, serat rami, sisal( serat yang sejenis rumput-rumputan), sabut kelapa, dan lain sebagainya. Sementara untuk serat sintetis adalah produk fabrikasi seperti serat tembaga, baja, kaca, polietilen dan olypropylene. Masing-masing dari jenis serat ini umumnya akan memberikan sifat tambahan yang bervariasi pada beton.

Sifat Beton Fiber

beton fiber

Sifat beton fiber yang merupakan salah satu sifat penting dari beton adalah daktilitas. Daktilitas adalah kemampuan struktur atau komponennya dalam melakukan deformasi inelastic bolak-balik berulah di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya. Salah satu yang menjadi alasan dalam penambahan serat atau fiber pada beton sendiri adalah untuk menaikan kapasitas penyerapan energy dari matrik campuran yang artinya juga meningkatkan daktilitas beton. Penambahan daktilitas bisa diartikan juga penambahan perilaku beton pada lelah (fatigue) dan kejut (impact)

Perencanaan Campuran Beton Serat Atau Beton Fiber

beton fiber

Penambahan serat tentunya akan banyak mengubah perilaku beton setelah retak misalnya terjadi peningkatan rengangan tarik setelah beton runtuh. Dengan begitu, beton yang dihasilkan jadi lebih keras dan lebih tahan benturan. Peningkatan dari kekerasan beton sendiri banya dipengaruhi oleh konsentrasi serat dan ketahanan serat pada cabutan. Terutama yang ditentukan oleh perbandingan aspek serat(perbandingan panjang/diameter) dan faktor lainnya seperti tekstur permukaan dan bentuk. Pada dasarnya, perencanaan dari campuran beton serat ditentukan berdasarkan beberapa hal seperti:

  1. Kandungan seratnya harus < 2% dari volume betonnya
  2. Perbandingan untuk aspek panjang dan diameter seratnya harus <100
  3. Untuk diameter agregatnya adalah < 19 mm

Penggunaan Beton Fiber

beton fiber

Penggunaan konstruksi dengan bahan beton telah sangat jamak bahkan jadi salah satu pilihan untuk banyak sekali bangunan moderen gedung, jembatan, dan jalan raya. Tidak heran jika berbagai usaha dilakukan demi mendapatkan beton yang berkualitas tinggi. Inilah yang kemudian jadi alasan kenapa beton serat semakin diminati dan populer. Seperti yang telah disinggung sebelumnya jika serat mampu meningkatkan sifat mekanik beton fiber. Dengan begitu, jika dibandingkan dengan beton konvensional terdapat beberapa kelebihan seperti:

  • Daya tahan dan keawetan beton fiber yang lebih tinggi daripada beton biasa
  • Beton fiber mempunyai kuat tarik yang lebih tinggi. jadi apabila tulangan memberikan penguatan hanya searah tulangan saja maka serat yang disebar secara acak akan membantu menambah kekuatan merata pada semua arah.
  • Daktilitas (keliatan) dari beton fiber ini relatif sangat tinggi jadi perilaku keretakan dapat dikendalikan lebih mudah
  • Setiap jenis serat yang ada sebenarnya mampu meningkatkan sifat spesifik yang ada pada beton. Contohnya saja, serat baja berpotensi meningkatkan kuat tekan, serat polypropylene selain mampu meningkatkan kuat tarik juga bisa jadi meningkatkan ketahanan pada beban kejut, keausan dan pengaruh susutan. Meningkatnya sifat mekanik tersebut terbukti telah membuat beton finer ini semakin tahan pada gaya tarik yang juga dipengaruhi oleh iklim dan perubahan cuaca dan lingkungan.

Dengan begitu salah satu pengaplikasian beton fiber yang paling banyak dilakukan adalah pada sebuah permukaan yang luas baik itu pada bangunan rumah tinggal ataupun fasilitas umum.

 

Dinding Batu Alam, Mempercantik Desain Rumah

dinding batu alam

Rumah selalu diharapkan untuk bisa menjadi tempat berkumpul bersama keluarga dan mampu memberikan rasa nyaman. Setiap orang punya cara tersendiri untuk membuat rumah mereka lebih cantik. Salah satunya dengan memainkan material bangunan yang digunakan. Saat ini, dinding batu alam menjadi pilihan yang populer bagi Anda yang ingin mempercantik desain rumah tanpa menimbulkan kesan berlebihan.

Kenapa harus bagian dinding?

Pada dasarnya, selain bermain pada dinding, ada juga orang yang memilih bagian lantai untuk dipasang batu alam. Tapi secara umum bagian dinding menjadi pilihan populer karena secara visual pandangan orang lebih mudah tertuju pada dinding rumah. Dari kejauhan pun, bagian dinding juga sering lebih terlihat.

Jenis-Jenis Batu Alam untuk Mempercantik Dinding Rumah

Nah, apa saja rekomendasi batu alam yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik dinding rumah?

  1. Andesit

Jika rumah Anda memiliki konsep minimalis, maka andesit bisa jadi pilihan yang tepat. Batu alam yang satu ini memiliki struktur yang keras sehingga lebih tahan lama dibandingkan batu alam lain. Karena itulah, Anda bisa memanfaatkannya untuk penggunaan outdoor.

Selain itu, batu alam ini memiliki tekstur yang terlihat seperti kayu. Dengan motif unik dan indah ini, tentunya andesit berhasil jadi salah satu batu alam dengan harga yang cukup mahal.

  1. Batu Alam Hitam untuk Kesan Elegan dan Mewah

Banyak orang memilih batu jenis ini untuk mendekorasi bagian interior ataupun eksterior rumah. Batu dengan warna hitam bisa dipadukan dengan hampir semua warna lain. Ia memiliki sifat yang keras dan tahan terhadap goresan. Anda bisa mengaplikasikan batu alam ini untuk bagian dinding ataupun lantai lho.

  1. Marmer

Batu alam marmer dikenal dengan tekstur yang unik dan warna-warna kombinasi. Jadi, batu ini memang sangat cocok untuk digunakan pada dinding. Rumah yang menggunakan marmer sebagai material dinding atau lantai, pasti akan terlihat lebih mewah.

Rumah juga terasa lebih sejuk dan dingin dengan penggunaan batu alam ini. Namun, karena marmer terbilang sensitif dengan perubahan cuaca, maka sebaiknya hindari meletakkannya di area luar ya.

  1. Batu Alam Putih untuk Kesan Clean dan Clear

Batu alam yang satu ini cocok banget untuk Anda yang memiliki rumah bertipe minimalis. Beberapa orang menyebut batu ini dengan nama sandstone.  Ia terbentuk dari proses pengendapan butiran-butiran pasir.

Anda bisa menemukan batu jenis ini dengan sangat mudah di daerah Paliaman, Cirebon. Tidak hanya digunakan untuk melapisi dinding, sandstone juga bisa digunakan untuk lantai lho.

  1. Granit

Batu alam yang satu ini dikenal dengan sifat yang kuat dan tahan perubahan cuaca. Jadi cocok untuk dipakai di indoor ataupun outdoor. Bahkan, beberapa orang juga menggunakan granit untuk bagian dapur karena memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi.

Jika Anda menggunakan granit, maka rumah akan terkesan natural dan segar. Selain pelapis dinding, Anda juga bisa memanfaatkan granit untuk bagian lantai.

Jadi, batu alam mana yang paling cocok untuk hunian Anda?

Terlepas batu alam mana yang jadi pilihan Anda, pastikan saja dana yang ada mencukupi ya. Memiliki rumah yang cantik karena batu alam memang membanggakan, tapi jika Anda harus kesulitan menyediakan dana maka mungkin pilihan ini bisa dipertimbangkan.

Faktanya, ada banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk mempercantik rumah kok.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua ya..

Sampai jumpa di artikel selanjutnya..