Tips-Tips Sebelum Membeli Rumah

Tips-Tips Sebelum Membeli Rumah

Kebutuhan akan tempat tinggal terus meningkat setiap tahunnya. Sayangnya ketersediaan lahan tak sebanding dengan permintaan yang ada. Tak heran jika harga rumah sendiri tiap tahunnya mengalami kenaikan. Dalam membeli rumah tak hanya butuh dana saja namun juga perencanaan yang matang apalagi jika membelinya secara kredit.

Tips-Tips Sebelum Membeli Rumah

Terdapat beberapa poin yang perlu anda perhatikan apabila hendak membeli sebuah rumah diantaranya ialah sebagai berikut :

Kenali Dahulu Kebutuhan Rumah Yang Anda Butuhkan

Langkah pertama yang perlu anda perhatikan saat memutuskan untuk membeli sebuah rumah ialah mengenali hunian yang anda butuhkan. Anda perlu mengetahui jumlah kamar yang dibutuhkan, apakah perlu memiliki garasi,  apakah bangunan harus bertingkat atau tidak dan lain sebagainya. Dengan membuat daftar kebutuhan hunian yang anda cari akan mempersempit pilihan rumah yang dicari dan mampu mengetahui modal yang perlu anda siapkan.

Lokasi dan Akses Hunian

Poin kedua selanjutnya ialah terkait lokasi dari tempat tinggal itu sendiri. Rumah dengan lokasi yang strategis tak hanya memberikan keuntungan di masa sekarang namun juga di masa depan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa akses ke hunian anda memiliki aksesibilitas tinggi. Dengan begitu baik anda maupun orang lain bisa dengan mudah menuju tempat tinggalmu. Pastikan pula bahwa lingkungan di sekitar hunian tergolong lingkungan yang aman baik dari segi bencana alam maupun kriminal.

Bangunan Rumah Layak Ditinggali

Bangunan rumah yang baik ialah layak huni dan kokoh. Inilah pentingnya anda melakukan house tour sebelum membeli rumah. Apabila rumah tersebut tergolong rumah lama maka perlu menanyakan berapa lama rumah tersebut sudah berdiri.  Rumah tua biasa memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan rumah baru.  Perhatikan material yang dipakai bangunan untuk mengetahui kekokohan bangunan tersebut. Misalnya saja penggunaan rangka atap baja ringan yang lebih baik ketimbang kuda-kuda kayu. Cek sistem drainase dan ventilasinya bekerja dengan baik.

Memiliki Dokumen Yang Lengkap

Anda juga perlu mengetahui apakah hunian yang ingin dibeli memiliki dokumen yang lengkap atau tidak. Misalnya saja bangunan sudah memiliki IMB atau memiliki surat kepemilikan rumah yang sah dimata hokum. Saat membeli rumah dari developer anda juga perlu menanyakan kapan sertifikat dapat dialihkan ke nama anda jika anda berniat untuk membeli hunian tersebut.

Pakai Agen Properti Jika Diperlukan

Anda juga bisa menggunakan jasa agen property yang anda percayai. Agen property ini bisa mencarikan rumah yang anda inginkan dengan modal uang yang anda sediakan. Cara ini bisa menghemat waktu dan tenaga anda dalam mencari rumah impian yang diinginkan.

Cara Cerdas Beli Rumah Dengan Gaji Pas-Pasan

Tips-Tips Sebelum Membeli Rumah

Untuk membeli sebuah rumah butuh modal yang tidak bisa dibilang sedikit. Tak heran bila hanya orang tertentu saja yang mampu membeli rumah hunian ini. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk dapat membeli rumah dengan gaji yang masih pas-pasan.

Berhemat

Langkah pertama ialah biasakan diri untuk mengatur keuangan secara ketat. Belajarlah untuk hidup hemat agar pendapatan bisa disisihkan untuk tabungan membeli rumah.

Menabung Emas

Anda juga bisa menabung emas yang mana nilainya cenderung stabil ketimbang menabung uang. Nilai uang setiap tahunnya turun namun tidak dengan emas.

Pilih KPR bersubsidi

Anda juga bisa memilih kredit perumahan rakyat bersubsidi yang ditawarkan pemerintah akan hunian tempat tinggal. Pastikan anda memiliki pendapatan yang tetap agar terhindar dari kredit macet.

Cara Menghitung Biaya Cor Dak

Dak merupakan konstruksi yang terbuat dari beton cor yang letaknya tidak langsung ada di atas tanah. Dak ini dapat digunakan sebagai konstruksi lantai di bangunan yang bertingkat, bisa juga digunakan sebagai aksen kantilever yang banyak sekali digunakan pada rumah-rumah minimalis saat ini. Nah, jika anda berencana untuk membuat sebuah rumah atau bangunan tentunya anda harus mengetahui cara menghitung biaya cor dak bukan?

Jenis- jenis Dak Beton

Tapi sebelum masuk ke pembahasan mengenai cara menghitung biaya cor, ada baiknya anda mengetahui berbagai jenis dak beton terlebih dahulu.

  1. Dak Beton Konvensional

Jenis dak ini terbuat dari beton yang menjadi sebuah standar dalam pembangunan rumah merupakan dak yang biasanya dibuat dengan cara konvensional. Dak dibuat dari beton bertulang yaitu dari campuran pasir, kerikil, semen dan tulangan dari besi beton yang dirangkai.

Sebelum proses mengecor campuran beton maka harus melakukan formwork terlebih dahulu yang ingin dibuat. Selanjutnya ikuti pembesian yaitu perangkaian besi rangka plat baru anda bisa membuuat campuran beton dan menuangkannya diatas formwork atau bekisting yang telah dilengkapi dengan rangka. Jika pengecoran sudah selesai, maka bekisting bisa dilepaskan setelah sekitar 4 sampai 21 hari, tergantung dari ukuran dak.

Dak jenis konvensional ini merupakan jenis dak yang masih menjadi pilihan banyak orang dalam membangun rumah. Alasannya karena dak beton konvensional mudah sekali beradaptasi dengan berbagai bentuk denah rumah dan materialnya juga mudah sekali untuk didapat. Kekurangannya adalah waktu pemasangannya yang bisa dibilang relatif lama. Selain itu, dari segi material juga memerlukan jumlah yang besar, jadi memerlukan biaya yang tinggi dan menghasilkan limbah kayu.

  1. Dak beton dengan Floor deek

Jenis dak ini lebih dikenal dengan Bondek yaitu pengganti papan kayu atau triplek yang digunakan sebagai bekisting, Bondek sendiri biasanya terbuat dari besi dengan ketebalan 0,6 sampai dengan 1,1 mm dan lebar 80 sampai 100 cm an. Keuntungan dari penggunaan dak jenis ini adalah lebih hemat material. Kekurangannya adalah harganya yang masih relatif sangat mahal.

  1. Panel Lantai Beton

Panel lantai merupakan bahan alternatif ngedak yang belum lama ini muncul di pasaran.  Bahan bakunya berasal dari beton ringan aerasi yang umumnya digunakan untuk bata ringan. Kelebihan dari jenis dak ini adalah menghilangkan kebutuhan akan bekisting dan mengurangi jumlah penggunaan semen dan besi. Kekurangannya adalah masa pemesanan atau fabrikasi di pabrik yang terbilang sangat lama, bisa sampai 1 bulan bila stok tidak tersedia dipabrik.

ara Menghitung Biaya Cor Dak yang Paling Mudah

Jika anda akan melakukan pemesanan bahan, maka menghitung biaya cor dak per meter kubiknya sangatlah penting. Salah satu cara termudahnya, kita ambil contoh untuk kebutuhan bahan cor misalnya panjang 10 m, lebar 16 m. Bila anda juga menggunakan triplek maka ketebalan yang harus digunakan adalah 0,2 m, maka: volume plat lantai 10 m x 16 m x 0,2 m = 19,2 m3 .

Untuk angka keamanan atau safety factornya kita buat saja 2,5% x 9,2 m3 = 0,48 m3( hal ini dimaksudkan hanya sebagai sebuah cadangan saja saat terjadi kekurangan karena adanya kejadian yang tidak terduga seperti tumpah, kebocoran, bekisting, salah hitung dan lain sebagainya). Jadi jumlah volume beton yang diperlukan adalah 19, 68 m3 , kita bulatkan saja menjadi 20 m3.

Apabila 1 truk mixer mampu mengangkut sekitar 7 m3, maka jumlah yang harus anda pesan adalah 20 m3: 7 m3= 3 truk. Dengan rincian untuk 2 truknya yang berisi 7 kubik dan 1 truk yang berisi 6 kubik. Dari sini, maka paling tidak anda memerlukan 3 truck mixer dengan kapasitas 7 m3. Nah apabila harga setiap kubiknya  adalah sekitar Rp. 790.000, maka 790.000 x 20 kubik = Rp.15.800.000. Harga termasuk tentunya belum termasuk biaya tukang dan peralatan/bahan lainnya. Selain itu biaya cor dak juga tergantung dari jenis beton atau bahan yang anda gunakan.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya..

Cara Membuat Tangga Melayang

cara membuat tangga melayang

Floating stairs  atau biasa dikenal dengan tangga melayang memang terlihat berbeda dengan tangga pada umumnya. Desain tangga yang satu ini bisa terlihat indah namun juga membuat beberapa orang khawatir saat memijaknya. Secara estetika, tangga melayang mampu memberikan kesan unik, cantik dan simpel untuk rumah. Karena itulah tidak sedikit pemilik rumah bergaya minimalis mengincar desain tangga melayang.

Mengenal Desain dan Material Tangga Melayang

Konstruksi tangga melayang ini memiliki ciri khas yaitu visual tangga yang tidak memiliki tiang penguat. Padahal sebenarnya, anak tangga yang terlihat melayang ini terkait dengan induk tangga di dalam dinding dengan konstruksi kantilever (keseimbangan). Rangka anak tangga untuk floating stairs ini bisa menggunakan beton bertulang ataupun baja yang ditanam pada dinding structural. Tangga melayang identik ditempatkan pada sisi dinding.

Mengingat tangga jenis ini terlihat tidak memiliki tiang penguat, maka kekuatan konstruksi kantilevernya harus benar-benar diperhatikan. Jadi, meski posisi anak tangga terlihat menggantung, namun perhitungan yang tepat akan membuat tangga ini tidak kalah kokoh dengan tangga pada umumnya.

Jika rangka pada anak tangga melayang bisa menggunakan beton bertulang dan baja, maka material pijakan anak tangga memiliki alternatif yang lebih banyak. Anda bisa menggunakan kayu, kaca atau bilah baja tipis untuk menguatkan kesan melayang. Selain itu Anda juga bisa menggunakan beton kantilever yang di-finishiing dengan resin, cat, marmer, ubin, papan kayu artifisial atau material pelapis lain. Sesuaikan saja material pijakan sesuai keinginan Anda.

Cara Membuat Tangga Melayang

cara membuat tangga melayang

Tangga atau undakan pada floating stairs ini dibuat dari plat baja yang disambung dengan cara dilas. Agar bisa menahan beban orang yang melewatinya, maka plat baja yang dipakai harus tebal. Ketebalan yang ideal minimal 5-6 milimeter.

Kemudian di bagian salah satu sisi samping juga ada plat yang dilas. Plat ini nantinya akan menempel ke dinding. Di bagian dalam dinding akan lebih baik jika dibuat balok beton bertulang miring sesuai dengan bentuk tangga dari bawah ke atas. Balok beton bertulang ini akan menyambung dengan balok beton di lantai dua.

Lalu, plat baja samping tadi akan disambung ke balok beton bertulang dengan baut beton atau baut tanam. Bagian sisi samping tangga yang menempel pada dinding akan dilapis lagi dengan kawat wiremesh kemudian dilapis acian semen dan dilanjutkan dengan pengecatan. Hal ini dilakukan agar balok beton samping dan plat baja samping yang menempel tadi tidak terlihat dan tangga terlihat melayang.

Kelebihan dan Kekurangan Tangga Melayang

cara membuat tangga melayang

Selain secara estetika memang terlihat indah, sebenarnya tangga melayang juga memiliki kelebihan lain lho. Sebut saja seperti menghalau suasana ruang yang membosankan, menghemat tempat, hingga membuat ruangan lebih terang dan luas. Bahkan Anda juga bisa menggunakan ruang kosong di bawah tangga untuk hal lain lho. Tidak cukup sampai disitu, ternyata secara psikologis tangga melayang bisa memberikan kenyamanan bagi orang yang menganggap naik tangga itu berat.

Di antara begitu banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh tangga melayang, nyatanya ia juga memiliki kekurangan lho. Kekurangan yang paling utama adalah masalah safety. Pemasangan yang tidak tepat bisa membahayakan Anda dan keluarga. Untuk itu, Anda wajib berkonsultasi dengan arsitek rumah sebelum memutuskan untuk membuat tangga melayang. Selain artsitek, Anda juga disarankan untuk berkonsultasi pada structure engineer.

Structure engineer akan membantu menghitung beban secara akurat. Bahkan mereka juga bisa membantu menganalisa tebal plat, jenis sambungan hingga berapa banyak titik anchor  yang ideal untuk tangga melayang di rumah Anda.

Jika ada anak kecil di rumah, maka sebaiknya Anda menambahkan besi railing yang tipis dengan tinggi 80-90cm. Anda juga bisa menambahka kisi-kisi vertikal dari besi yang menempel ke dak di atasnya. Jadi bagian sisi samping tangga yang terbuka ada dinding transparan yang berfungsi sebagai pengaman dan penambah estetika.

Semoga informasi tentang cara membuat tangga melayang di atas bermanfaat untuk Anda semua..

Sejarah Penggunaan Beton Bertulang

penggunaan beton bertulang

Dalam dunia Konstruksi, beton bertulang tentunya bukan hal yang asing lagi. Bahkan untuk membuat konstruksi bangunan saat ini banyak yang telah menggunakan konsep beton bertulang. Untuk lebih mengenal tentang beton bertulang kali ini kita akan membahas sejarah penggunaan beton bertulang. Langsung saja kita simak pembahasannya dibawah ini.

Apa Itu Beton Bertulang?

penggunaan beton bertulang

Beton bertulang adalah suatu campuran yang terdiri atas batu kerikil atau batu pecah, pasir dan pengikat yang biasanya menggunakan semen. Campuran bahan tersebut selanjutnya dijadikan satu dan dibuat adonan menggunakan air. Jika sudah kering biasanya akan membentuk sebuah masa seperti batuan.

Lalu untuk penahan bebannya, beton bertulang ini akan dilengkapi dengan kerangka. Kerangka tersebut terbuat dari susunan besi. Fungsi kerangka adalah untuk menahan beban dan beton supaya tidak mengalami pergeseran.

Awal Ditemukannya Beton Bertulang

Beton pertama kali digunakan pada tahun 1850 oleh seorang warga perancis yang bernama Joseph Monier dan Joseph Lambot. Pada saat itu, mereka sedang membuat perahu dan beton diberi tulang yang berasal dari kawan besi yang disusun secara pararel.  Karena itulah kedua orang tersebut dinyatakan sebagai penemu konsep beton bertulang.

Tahun 1867 Joseph Monier berhasil memperoleh hak paten dari hasil karya yang diciptakannya. Hasil karya tersebut berupa kolam penyimpan air yang dibuat dari bahan beton dan diberi tulang konstruksi dari anyaman tulang besi. Penggunaan konsep ini sendiri ternyata mampu menghasilkan konstruksi yang lebih ringan tapi bagian betonnya tetap memiliki kekuatan yang maksimal.

Sejak saat itulah, Joseph Monier semakin sering memperoleh hak paten dari penggunaan konstruksi beton bertulang pada bangunan yang lebih besar seperti bendungan, jembatan dan lain sebagainya. Selanjutnya, seorang warga inggris yang bernama William E. Ward di tahun 1875 berhasil menciptakan bangunan dengan menggunakan konstruksi tulang beton pertama di Amerika Serikat. Hanya saja, dia mengatakan bila ide pembuatan bertulang ini asalya dari para tenaga kasar atau buruh di Inggris. Dua tahun berikutnya yaitu 1877,  Thaddeus Hyat dari Amerika berhasil membuat analisa mengenai ketahanan beton pada panas api.

Di sisi lain E.L Ransome yang berasal dari San Fransisco di tahun 1870 berhasil menemukan beton bertulang yang berbentuk ulir. Penemuan ini selanjutnya mendapatkan hak paten pada tahun 1884 atas namanya sendiri.

Perkembangan Beton Bertulang

Pada dasarnya beton bertulang memiliki ciri utama pada penampang yang melinting dan menggunakan bentuk bujur sangkar serta diputar atau diulir dalam satu putaran. Ukuran panjang yang umumnya digunakan adalah kurang dari 12 kali diameter tulang. Dengan begitu ikatan yang ada antara tulang dan beton jadi semakin kuat. Dari sini selanjutnya konsep penggunaan dan pengembangan dari teknologi beton bertulang terus berubah sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan berbagai inovasi baru yang dilakukan oleh para ahli konstruksi.

Saat ini sistem perhitungan dan prinsip yang digunakan dalam menghitung beban beton bertulang ada dua yaitu W.S.D dan U.S.D. Untuk perhitungan W.S.D menggunakan elastisitas yang merupakan perbandingan modulus elastisitas baja dan beton. Sedangkan U.S.D adalah cara perhitungan yang didasarkan pada kekuatan dan daya tahan paling tinggi dari bahan beton bertulang melawan tingkat kelenturan tulang.

Kelebihan dan Kekurangan Beton Bertulang

penggunaan beton bertulang

Penggunaan beton bertulang pada konstruksi memiliki beberapa keuntungan seperti bentuknya dapat dibuat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Selain itu, karena tertutup rapat dengan campuran pasir dan semen, besi yang dijadikan sebagai tulang dan kerangka konstruksi tidak akan pernah mengalami pengeroposan karena karat.

Keuntungan lain dari penggunaan beton bertulang adalah tidak membutuhkan suatu sistem perawatan yang khusus. Dengan begitu jika sewaktu-waktu terjadi gempa, beton bertulang tidak akan mudah mengalami pergeseran. Bahkan untuk tanah yang keadaanya tidak bagus juga tetap bisa menggunakan beton bertulang.

Meski memiliki banyak kelebihan, tentunya beton bertulang juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut diantaranya jika ingin mengubah desain rumah atau bangunan, maka anda harus membuat konstruksi yang baru. Apabila anda ingin melakukan pembongkaran, konstruksi beton tersebut tidak akan bisa digunakan lagi.

Mempercantik Taman Dengan Bangku Beton

Memiliki taman cantik di depan rumah tentu menjadi idaman setiap orang.  Siapa sih yang tidak betah duduk-duduk santai di halaman rumah dengan pemandangan hijau segar? Apalagi ditemani secangkir kopi dan camilan, pasti akan sangat menyenangkan.

Taman tidak hanya berfungsi untuk mempercantik halaman rumah. Kamu yang memiliki hobi berkebun bisa menyalurkan hobi kamu dengan menghias kebun kamu sesuka hati. Tidak hanya itu taman juga bisa digunakan untuk sarana berkumpul bersama keluarga. Jika kamu mengelola taman dengan baik, taman juga bisa memberikan ketenangan jiwa sehingga terhindar dari stres.

Jenis-Jenis Taman

Jika kamu memiliki taman dan sudah bosan dengan desainnya atau bahkan terbengkalai, ada baiknya untuk mempertimbangkan mendekorasinya ulang. Akan tetapi sebelum mendesain rumah kamu perlu mengetahui jenis-jenis taman agar taman kamu nantinya selaras dengan desain rumah. Berikut ini beberapa jenis taman:

  • Taman Mediterania

Rumah desain minimalis sangat cocok dipadukan dengan  jenis taman ini. Jenis tanaman yang digunakan pada taman ini adalah sikas, agave, nolina, dan yucca. Elemen utama taman ini adalah ornamen-ornamen seperti patung, pot dengan penyangga, lampu taman, kolam ikan, dan batuan koral. Taman jenis ini cenderung sederhana dan sistematis. 

  • Taman Jepang

Taman yang diadaptasi dari negeri sakura ini berisikan ornamen serta tanaman yang kas dengan Jepang seperti lonceng angin, batu, bonsai, bambu dan juga kolam  ikan koi. Taman ini cocok untuk desain rumah minimalis, tetapi tidak disarankan menggunakan bonsai terlalu banyak. 

  • Taman Minimalis

Seperti namanya taman minimalis ini hanya menggunakan ornamen sederhana dan tempat yang tidak luas. Tanaman yang digunakan dalam taman ini pun juga tidak beragam. 

  • Taman Eropa

Taman eropa cenderung memerlukan lahan yang luas. Desain yang digunakan untuk taman ini cenderung lebih kompleks dengan menggunakan tanaman yang beragam.

  • Taman Bali

Taman bali merupakan salah satu jenis taman yang terinspirasi dari kebudayaan masyarakat Bali. Ornamen yang biasa digunakan dalam taman ini berupa patung, kolam renang dan juga gazebo. 

Percantik Taman dengan Bangku Beton

Selain menggunakan ornamen yang khas dari taman taman di atas, taman juga bisa dipercantik dengan tambahan ornamen dari beton. Tak perlu mengeluarkan banyak biaya Anda bisa membuat sendiri bangku beton sesuai kreasi. Hanya menggunakan sedikit bahan Anda bisa membuat ornamen cantik dari beton seperti:

  • Bangku Beton Kombinasi Kayu

Bangku beton kombinasi ini bisa menjadi salah satu contoh yang bisa anda buat. Ornamen ini hanya membutuhkan 2 bahan untuk membuatnya. Anda hanya harus menyiapkan beton dan juga papan kayu. Untuk memberikan tambahan kesan manis Anda bisa menaruh bantal kecil diatasnya. Bangku beton akan menambah kenyamanan saat bersantai di taman bersama keluarga. 

  • Bangku Beton Bulat

Jika tidak ingin mengkombinasi dengan kayu Anda juga bisa membuat bangku dari bahan beton saja. Mau yang berbentuk kotak ataupun bulat tidak masalah, anda hanya tinggal membuatnya. Bangku beton bulat Anda bisa mencetak dengan menggunakan ember atau benda bulat lainnya.

  • Pot Beton

Pot-pot cantik bisa juga anda buat dari beton. Anda hanya perlu menyiapkan kaleng bekas susu,  kaleng cat atau benda bekas apapun untuk mencetaknya. Pot kreasi betonpun siap Anda gunakan untuk menanam bunga kesayangan. 

  • Tempat Lilin Beton

Ingin melakukan makan malam romantis dengan pasangan ditaman rumah yang berhiaskan lilin-lilin? Bisa banget, pertama siapkan kaleng bekas cat dan gelas air mineral. Potong kaleng setengah bagian dan isi dengan adonan beton. Setelah itu letakan dan tekan 2 atau 3 gelas air di dalamnya. Setelah kering lepas beton dari cetakan dan siap digunakan untuk tempat lilin. 

Tunggu apa lagi yuk mempercantik taman dengan bangku beton dan kreasi beton lainnya.

Penggunaan Mortar untuk Perekat Keramik Dinding

Mortar atau semen instan sekarang ini menjadi istilah yang cukup familiar di telinga. Bahkan mortar juga sudah membahana dan dikenal secara luas di media sosial maupun masyarakat. Mortar sendiri bisa diartikan sebagai sebuah semen instan yang telah difabrikasi dengan cara yang khusus sehingga mudah digunakan. Kegunaan  semen instan sendiri cukup beragam salah satunya adalah untuk merekatkan keramik pada dinding. 

Kelebihan Mortar untuk Merekatkan Keramik Dinding

Mortar Perekat Keramik dinding memiliki beberapa kelebihan. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya:

  • Waktu Pengerjaan yang Lebih Cepat dan Mudah

Penggunaan mortar untuk merekatkan keramik bisa tidak memerlukan bahan campuran lain seperti pasir dan bahan bangunan lainnya. Namun mortar hanya perlu dicampur dengan air dan sudah bisa digunakan. Selain itu Anda juga tidak perlu melakukan penyaringan yang dilanjutkan dengan proses mencampurkan semen dan pasir seperti semen pada umumnya.

  • Lebih Hemat Bahan

Tingkat ketebalan mortar yang digunakan dalam merekatkan keramik telah diatur sedemikian rupa menggunakan alat tersendiri. Adapun mana alat tersebut adalah trowel gerigi. Dengan begitu campuran yang digunakan bisa menjadi lebih sedikit dibandingkan adukan semen dan pasir biasa sehingga bisa lebih hemat bahan baku dan lebih praktis. 

  • Tahan Lama dan Lebih kuat

Penggunaan mortar untuk merekatkan keramik bisa membuat keramik lebih awet dan kuat. Hal ini karena mortar mempunyai daya rekat yang sangat kuat dan merata. Dengan begitu keramik tidak akan mengalami popping maupun pecah sehingga lebih tahan lama. Hal tersebut secara otomatis membuat usia pakai keramik dinding jadi lebih lama. 

  • Hemat Pengeluaran

Penggunaan mortar yang  mudah membuat waktu pengerjaan menjadi lebih singkat, menghemat bahan dan juga lebih kuat menyebabkan biaya total pengerjaan sebuah bangunan jadi lebih rendah dibanding adukan semen pasir biasa. Hal ini tentunya akan membuat Anda bisa lebih menghemat pengeluaran. 

Cara Penggunaan Mortar untuk Perekat Keramik Dinding

Cara Menggunakan mortar untuk merekatkan keramik sangatlah mudah sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja meski bukan profesional. Adapun cara penggunaanya sendiri adalah sebagai berikut:

Langkah Pertama

Anda harus mempersiapkan alat-alat yang diperlukan seperti hand mixer, palu karet dan roskam bergerigi. Selain itu persiapkan juga tempat kerjanya. Jadi pastikan permukaan keramik atau benda yang akan diaplikasikan mortar sudah dibersihkan dan terbebas dari kotoran, debu, lilin, cat minyak dan berbagai partikel lainnya yang merugikan. 

Langkah Kedua

Campurkan mortar yang akan digunakan untuk merekatkan keramik dinding dengan air. Adapun proses pencampuran ini bisa dilakukan secara manual. Namun akan lebih baik jika Anda menggunakan mesin mixing untuk mencampurkannya. 

Tujuannya supaya semen dan air bisa tercampur dengan lebih merata dan maksimal. Ketika mengaduk campurkanlah air secukupnya saja jangan terlalu berlebihan. Selanjutnya diaduk selama 3 hingga 4 menitan. 

Langkah Ketiga

Tahap selanjutnya adalah tahap pengaplikasian mortar pada dinding yang akan dipasangi keramik. Mortar yang telah dicampur dengan air bisa langsung diaplikasikan pada dinding untuk merekatkan keramik menggunakan Trowel bergerigi. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu mengaplikasikan mortar pada permukaan dinding yang tidak terlalu luas kemudian pukul secara perlahan keramik menggunakan palu karet hingga keramik menempel. 

Pastikan dalam proses pengaplikasian material tidak menghabiskan waktu lebih dari 15 menit. Hal ini karena adukan mortar yang ada di dalam ember tidak memiliki daya rekat yang maksimal lagi. Apalagi jika adukan tersebut sudah melebihi 2 jam dari waktu awal pengadukan.

Demikianlah pembahasan mengenai penggunaan mortar untuk perekat keramik dinding. Anda bisa mencoba beberapa langkah di atas agar lebih mudah dalam proses pengaplikasiaanya. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan bisa membantu Anda.

Cara Mencegah Dinding Mudah Lembab

Dinding yang lembab dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan menjadi tempat kuman berkembang biak. Karena itu penting sekali mencegah dinding agar tidak lembab.

 

***

Dinding di dalam rumah Anda merupakan bagian penting yang berhadapan langsung dengan penghuninya. Namun ada kalanya dinding menjadi lembab yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Penyebab dinding menjadi lembab umumnya adalah rembesan air atau uap air yang tertahan di dalam ruangan. Apabila ini dibiarkan maka jamur dan kuman akan senang untuk tumbuh di area tersebut.

Agar kesehatan Anda dan keluarga tetap terjaga maka lakukan beberapa cara untuk mencegah dinding lembab berikut ini.

 

  1. Perhatikan Ventilasi di Dalam Rumah Anda

Ventilasi adalah hal penting untuk mencegah kelembaban pada dinding rumah Anda. Ventilasi yang baik akan memungkinkan aliran udara berganti sehingga kelembaban adalah suatu hal yang sulit terjadi.

Pada dasarnya seluruh aktivitas manusia menghasilkan lembab. Maka, kelembaban tersebut harus dialirkan ke sebuah tempat.

Pastikan agar aliran udara mengarah keluar rumah dan bukan kembali ke dalam rumah. Begitu pula apabila aliran udara itu kembali lagi ke arah atap atau langit-langit. Sebab jika itu terjadi maka dinding juga akan mudah menjadi lembab pula.

 

  1. Upayakan Agar Cahaya Mudah Memasuki Ruangan

Kelembaban tidak akan terjadi apabila ada udara atau hawa yang hangat. Maka salah satu solusi untuk mencegah dinding lembab adalah dengan mengupayakan masuknya cahaya.

Ada beberapa cara agar cahaya alami dapat masuk ke dalam ruangan. Mulai dari menggunakan genteng transparan, atau sering membuka jendela cukup lebar.

Agar pencahayaan lebih maksimal maka Anda dapat membuat jendela baru yang mengarah ke arah terbit matahari apabila memungkinkan. Dengan begitu udara akan bersirkulasi dengan baik di tengah kondisi hangatnya cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan.

 

  1. Memasang Kipas Exhaust

Penggunaan exhaust sangat bermanfaat apabila dipasang pada area yang memiliki kelembaban tinggi. Area tersebut antara lain adalah kamar mandi, dapur, atau gudang.

Apabila Anda senang mandi air hangat maka exhaust menjadi hal yang bersifat “wajib” Anda miliki. Karena mandi air hangat akan menimbulkan uap air. Apabila uap air ini dibiarkan mengendap di dalam kamar mandi maka akan menyebabkan lembab.

Apabila lembab dibiarkan, kamar mandi akan mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang akan membahayakan Anda dan keluarga.

 

  1. Hindari Mengeringkan Baju di Dalam Rumah

Cara sederhana namun efektif untuk mencegah lembab adalah dengan tidak mengeringkan baju di dalam rumah. Mungkin jika di musim hujan cukup wajar untuk mengeringkan cucian di dalam rumah. Akan tetapi upayakan agar tidak terlalu sering melakukannya.

Sebab, walaupun sudah dikeringkan di mesin pengering tetap ada resiko air yang menetes dari cucian tersebut. Begitu pula cucian yang digantung di dalam ruangan membawa uap air. Uap air ini dapat menyebabkan kelembaban pada dinding ruangan.

 

  1. Gunakan Tutup Panci Saat Memasak

Hal sederhana namun efektif berikutnya adalah menggunakan tutup panci saat memasak. Terlebih lagi jika Anda memasak sesuatu yang menghasilkan banyak uap air.

Apabila di dalam dapur Anda tidak tersedia exhaust atau saluran pembuangan udara, maka cara terbaik adalah dengan menggunakan tutup pada panci Anda.

Dengan menutup panci atau wadah memasak Anda, uap air yang dihasilkan akan jauh berkurang. Dengan begitu dapat mengurangi resiko terjadinya lembab pada dinding.

Ini merupakan cara yang murah namun efektif untuk mencegah kelembaban pada dinding rumah Anda, terutama pada dinding dapur.

***

Itulah beberapa cara mencegah dinding agar tidak lembab. Dinding yang lembab dapat menyebabkan jamur dan mudah dihinggapi organisme lain yang beresiko terhadap kesehatan Anda dan keluarga.

Apabila Anda menghadapi masalah berkaitan dengan dinding yang lembab, konsultasikan bersama tenaga kontraktor atau interior yang profesional.

Mengapa Rumah Industrial Sangat Diminati?

Dari sekian banyak gaya desain bangunan, ada sebuah aliran yang semakin banyak
disukai yaitu industrial. Pertanyaannya, mengapa rumah industrial sangat diminati
belakangan ini?
Dilansir dari Renopedia, dari tahun ke tahun gaya desain industrial terus meraih
popularitas. Bahkan bukan hanya rumah tinggal, tetapi juga kantor dan area bisnis
semakin akrab dengan gaya ini.
Karena itu menarik untuk disimak apa yang membuat rumah industrial sangat diminati.
Berikut beberapa diantaranya:

1. Unik
Ada satu kata yang mampu menjadi jawaban utama dan pertama tentang mengapa
gaya industrial semakin populer. Jawabannya adalah: UNIK.
Rumah yang menggunakan desain industrial menawarkan sesuatu yang berbeda. Jauh
dari kesan main aman, mudah diprediksi dan semakin lama semakin membosankan
dari desain-desain rumah yang selama ini ada. Banyak orang sudah bosan dengan
gaya mewah bagaikan istana.
Industrial memberikan tempat bagi pendekatan yang menekankan unsur-unsur
“mentah” apa adanya dan sederhana. Singkatnya, less is more.

2. Rumah Industrial Terasa Spesial
Karena keunikannya itulah, maka rumah dengan gaya bahasa desain industrial akan
terasa spesial. Bisa jadi rumah Anda akan berbeda jauh dengan rumah lainnya jika
menggunakan gaya ini.

Sementara itu, kebanyakan orang memang cenderung mencari pilihan yang paling
‘aman’ dan termurah. Wajar juga apabila Anda cenderung mencari yang seperti itu.
Tetapi, apabila Anda berani mengambil risiko dengan menggunakan desain industrial,
maka pengeluaran anggaran Anda akan sepadan!
Sebab setiap elemen yang ada di dalam desain yang terinspirasi dari era revolusi
industri abad ke – 19 ini terasa spesial. Mulai dari gaya layaknya pabrik, ekspos
terhadap material, bagian rumah yang terkesan setengah jadi namun tetap estetik serta
berbagai detail lainnya. Seluruhnya membuat rumah menjadi spesial.

3. Memberikan Ruang Ideal untuk Bekerja dan Bertempat Tinggal
Dengan gaya desain yang mengutamakan pencahayaan yang cerah dan estetik, tidak
heran apabila industrial style bukan saja diminati untuk membangun rumah, namun juga
kawasan perkantoran. Seiring dengan semakin banyaknya kalangan profesional yang
tidak bekerja di kantor, banyak dari mereka yang ingin memiliki sebuah ruang untuk
fokus bekerja.
Bangunan bergaya industrial mampu memberikan sensasi sebuah tempat tinggal yang
juga nyaman untuk bekerja sehari-hari. Ditambah dengan perubahan pola hidup setelah
pandemi, ruang untuk bekerja dan hidup sehari-hari yang semakin pudar mampu
diakomodir oleh rumah dengan desain industrial.

4. Rumah Industrial Memiliki Keseimbangan Estetik
Memang benar rumah dengan desain seperti ruang bekerja seolah memaksa orang di
dalamnya untuk ‘bekerja.’ Tetapi jangan keliru, sebab sebagaimana dikutip dari
Inman.com, jika rumah hanya digunakan untuk bekerja tanpa bermain, maka hanya
akan menjadi tempat yang membosankan.
Oleh karena itu, rumah bergaya industrial mampu menyeimbangkan unsur bekerja dan
beristirahat. Semua itu datang dari unsur natural, hangat dan terasa homey. Sehingga

membuat penghuninya merasa nyaman berlama-lama di dalamnya. Sekaligus di sisi
lain terdapat berbagai aksen edgy yang menimbulkan kesan professional, mutakhir, dan
tegas.

5. Kesan Pertama yang Tak Terlupakan
Jika Anda ingin memberikan kesan pertama mendalam kepada siapa saja yang
memasuki rumah Anda, maka desain industrial adalah pilihan tepat bagi Anda. Semua
itu timbul dari penggunaan material yang terkesan kasar namun kuat. Selain itu unsur di
dalamnya yang menekankan kesederhanaan dan apa adanya memberikan nuansa
berbeda dari rumah lain.
Penggunaan bahan bangunan berkualitas dipadukan dengan unsur kontras antara baja
dan kayu, membuat gaya desain ini abadi dan tak terlupakan bagi siapa saja yang
melihatnya.
Itulah beberapa alasan mengapa rumah industrial sangat diminati dan terus meraih
popularitas di era modern ini. Apakah Anda tertarik untuk menerapkan gaya desain
yang sama?