Tips renovasi rumah.

Rumah menjadi tempat paling nyaman sedunia karena disini anda bisa bertingkah semau anda dan bersantai seusai bekerja. Tipe dan harga rumah memang berbeda-beda satu dengan lainnya. Rumah yang besar tentu memerlukan biaya perawatan yang besar pula. Jika rumah tak anda rawat tentu beberapa bagiannya akan mudah sekali rusak. Apabila sudah rusak tentu anda mau tak mau harus mengeluarkan uang untuk biaya renovasi rumah tersebut. Untuk renovasi rumah anda ada baiknya menyimak beberapa tips berikut ini agar renovasi yang anda lakukan efektif dan tak mengeluarkan banyak biaya.

Sumber : https://www.perusahaankontraktor.com/

Buat Skala Prioritas

Tak hanya keuangan saja yang butuh skala prioritas namun juga dalam renovasi rumah. untuk renovasi rumah membutuhkan dana yang tidak bisa dibilang sedikit. Oleh karenanya anda penting untuk memilah bagian mana dahulu yang urgent untuk diperbaiki. Anda bisa memprioritaskan bagian inti rumah misalnya saja bagian atap yang melindungi anda dari hujan atau sinar matahari. Bagian penting di dalam rumah yang menjaga keamanan tempat tinggal juga patut dinomor satukan seperti pintu masuk maupun jendela.

Pilih Bahan Material Berkualitas Bukan Yang Mahal

Tak selamanya produk mahal itu bagus begitupun sebaliknya. Pilih bahan material berdasarkan fungsi dan kualitas dari bahan itu sendiri. Tidak masalah juga bila anda menggunakan bahan bekas yang penting bahan tersebut masih layak guna. Bahan bekas juga bisa dipercantik dengan diberi vernis maupun dicat.Bahan yang rusak tadi juga bisa anda manfaatkan untuk kepentingan lainnya misalnya pintu kayu yang rusak bisa anda ubah menjadi rak dinding.

Ingat Lakukan Perhitungan Sebelum Renovasi

Selanjutnya lakukanlah perhitungan sebelum melakukan renovasi. Perhitungkan segala hal bahkan untuk hal yang terkecil sekalipun seperti biaya makan para tukang. Catatlah secara mendetail agar anda tidak lupa. Selain itu anda juga perlu selektif dalam memilih jasa kontraktor atau tukang. Pilihlah kontraktor atau tukang yang memang memiliki reputasi yang baik dan dapat dipercaya.

Gunakan Barang Yang Berguna

Bagi anda yang ingin mempercantik ruangan ada baiknya menghiasi dinding atau sudut ruangan dengan aksesoris yang multifungsi atau berguna. Misalnya saja anda bisa memanfaatkan lemari atau rak kayu sebagai pembatas antara ruangan satu dengan lainnya. selain bisa anda gunakan sebagai pembatas ruangan rak ini juga memiliki fungsi utama untuk meletakkan berbagai aksesoris seperti foto, patung, hingga buku bacaan anda.

Sediakan Dana Tambahan

Anda tentu tidak mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Anda tentu memperhitungkan besaran dana yang dibutuhkan untuk renovasi. Sayangnya tak jarang ada kendala yang membuat anda terpaksa mengeluarkan dana tambahan untuk renovasi. Hal ini mengingatkan anda untuk selalu siap dengan dana tambahan yang mungkin timbul saat renovasi rumah berlangsung.

Jangan Lupa Asuransikan

Untuk menghemat biaya renovasimu anda juga bisa memanfaatkan asuransi rumah yang kini banyak ditawarkan. Asuransi rumah siap mengganti biaya renovasi rumah anda jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Misalnya saja apabila terjadi bencana alam yang membuat rumah anda rusak parah atau kebakaran. Asuransi rumah bisa jadi pilihan tepat untuk anda yang ingin berhemat ongkos renovasi.

Jika memang belum ada modal untuk renovasi namun perbaikan rumah dituntut untuk disegerakan maka anda juga bisa mengajukan pinjaman. Kini ada pula pinjaman renovasi rumah yang bisa anda cicil untuk pengembaliannya. Pastikan cicilan tidak lebih dari 30 % dari penghasilan yang anda miliki.

 

Perbandingan Jalan Beton dan Jalan Aspal

Perbandingan Jalan Beton Dan Jalan Aspal

Jalan menjadi salah satu  lalu lintas kendaraan yang mampu mempermudah distribusi dalam rantai perusahaan. Jalan juga dibutuhkan untuk individu mencapai suatu lokasi diluar lingkungan mereka. Ada dua jenis jalan yag digunakan saat ini yakni jalan beton dan jalan aspal. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut perbandingan jalan beton dan jalan aspal yang wajib anda ketahui:

Perbandingan Jalan Beton dan Jalan Aspal – Kelebihan dan Kekurangan Jalan Beton

Perbandingan Jalan Beton Dan Jalan Aspal

Beton memiliki struktur yang kuat dan tahan akan suhu panas. Beton juga sering digunakan untuk membuat kontruksi sebuah bangunan. Bahan ini juga sangat mudah ditemukan dengan harga yang terjangkau. Ada beberapa keunggulan jalan beton diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Beton memiliki struktur yang rapat sehingga sangat kuat untuk menahan beban berat. Kendaraan berat yang melintasi jalan ini tak perlu takut karena jarang terjadi retakan.
  • Selain itu beton juga bisa diterapkan pada tanah yang lemah  tanpa harus dilakukan perbaikan struktur tanahnya terlebih dahulu. Tak hanya itu saja jalan beton juga tahan terhadap genangan atau banjir.
  • Selain bahannya mudah sekali didapat biaya perawatan jalan beton juga dinilai memakan biaya yang lebih terjangkau ketimbang jalan aspal.

Walaupun memiliki beberapa keunggulan namun jalan beton juga memiliki beberapa kelemahan. Kekurangan jalan beton sendiri diantaranya ialah :

  • Biaya Kontruksi Jalan Beton Lebih Mahal

Memang benar jika perawatan jalan beton lebih murah ketimbang jalan aspal. Sayangnya biaya kontruksi untuk pembangunan diawal-awal jauh lebih mahal apalagi jika jalan tersebut diperuntukkan untuk kendaraan dengan kapasitas berat.

  • Menimbulkan Efek

Warna beton juga membuat efek mata sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasinya apalagi di malam hari.

  • Perlu Pengawasan Super Ketat

Untuk membangun jalan beton tidak bisa asal butuh pengawasan super ketat. Apalagi dalam proses pengecorannya karena kualitas kehalusan jalan beton tergantung pada proses ini. tidak hanya itu saja jika pengeringan terlalu cepat dilakukan maka jalan beton mudah sekali retak.

Perbandingan Jalan Beton dan Jalan Aspal – Kelebihan dan Kekurangan Jalan Aspal

Perbandingan Jalan Beton Dan Jalan Aspal

Selain jalan beton ada pula jalan aspal. Jalan aspal ini memiliki beberapa kelebihan misalnya saja jalan bisa lebih halus dan tak bergelombang. Pengendarapun jadi nyaman saat melintasinya dan warnanya juga teduh dan nyaman untuk pengendara. Untuk pembangunannya diawal-awal sangat murah dibandingkan dengan jalan beton. Tak heran jika jalan aspal sering digunakan untuk lalu lintas kendaraan ringan.  Sistem drainasenya juga sangat baik dan sangat disarankan untuk tanah dasar yang mantap.  Untuk perawatannya juga lebih mudah ketimbang jalan beton karena hanya mengubah lokasi jalan yang rusak saja.

Walau punya banyak kelebihan namun jalan aspal ini juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Tidak Tahan Air

Jalan aspal sayangnya tidak tahan akan genangan  apalagi kalau sudah banjir. Untuk itu anda perlu membangun sistem drainase yang baik agar air bisa dibuang dengan baik dan tak mengendap disatu titik saja.

  • Tidak Bisa Diterapkan pada Tanah dengan Struktur Buruk

Kelemahan kedua dari jalan aspal ini ialah tidak bisa anda terapkan pada struktur tanah yang lemah. Oleh karenanya anda perlu melakukan perbaikan terlebih dahulu .

Jadi bagaimana menurut anda apakah lebih baik memakai jalan beton atau malah jalan aspal? Semoga informasi tentang perbandingan jalan beton dan jalan aspal di atas bermanfaat untuk anda semua.

Tips Memilih Rangka Atap Rumah

Tips Memilih Rangka Atap Rumah Atap rumah menjadi bagian rumah yang amat penting selain pondasi. Jika pondasi memperkuat bagian bawah rumah agar mampu menompang berat di atasnya, maka atap berfungsi melindungi penghuni

Atap rumah menjadi bagian rumah yang amat penting selain pondasi. Jika pondasi memperkuat bagian bawah rumah agar mampu menompang berat di atasnya, maka atap berfungsi melindungi penghuni rumah dari panas dan hujan. Dalam pembuatan atap rumah, bagian yang perlu mendapat perhatian lebih adalah bagian rangkanya. Apabila rangka dibangun dengan apik maka pemasangan penutup atap akan mudah. Semakin berat material atap yang digunakan maka semakin besar atau tebal pula rangka atap yang dibutuhkan.

Jenis-Jenis Rangka Atap Rumah

Tips Memilih Rangka Atap Rumah Atap rumah menjadi bagian rumah yang amat penting selain pondasi. Jika pondasi memperkuat bagian bawah rumah agar mampu menompang berat di atasnya, maka atap berfungsi melindungi penghuni

Dahulu atap rumah hanya dibangun menggunakan bahan kayu namun kini atap rumah sangatlah banyak.  Yuk kenali dulu jenis atap rumah berdasarkan material yang digunakannya sebagai berikut :

  • Atap Beton Bertulang

Atap beton bertulang memiliki macam-macam bentuk mulai dari datar, miring bahkan kubah. Dalam mengerjakan atap ini membutuhkan cetakan tulang baja yang nantinya diisi dengan semen, pasir dan batuan split. Kerangka atap beton bertulang ini dikenal rumit dan berat namun untuk ketahanannya tak perlu anda ragukan lagi.

  • Atap Baja Ringan

Apabila atap beton dinilai lebih berat maka anda bisa menggunakan atap baja ringan sebagai pilihan. Rangka atap ini walau ringan namun sangat kuat untuk segala jenis genteng. Selain itu bebas akan rayap dan proses pemasangannya juga sangat cepat. Atap baja ini dibuat menggunakan zink, aluminium dan tentu saja baja yang dicetak dalam bentuk tertentu. Rangkanya tipis namun tidak tersusun dengan rapi sehingga tidak menarik untuk dipandang.

  • Atap Rangka Kayu

Seperti namanya atap ini memakai kayu sebagai rangka atap. Kelemahan rangka atap tentu saja mudah dimakan rayap. Rangka kayu tidak tahan akan jamur maupun api namun rangka kayu mudah sekali dibentuk ketimbang rangka atap jenis lainnya. Rangka atap drai kayu ini bisa dibentuk miring bahkan segitiga.

Tips Memilih Rangka Atap Rumah Yang Tepat

Tips Memilih Rangka Atap Rumah Atap rumah menjadi bagian rumah yang amat penting selain pondasi. Jika pondasi memperkuat bagian bawah rumah agar mampu menompang berat di atasnya, maka atap berfungsi melindungi penghuni

Untuk memilih atap rumah kualitas terbaik anda perlu beberapa langkah berikut ini !

Tips Memilih Rangka Atap Rumah – Pastikan Dahulu Dana Yang Anda Miliki

Tentu saja sebelum menentukan  rangka atap rumah pastikan dahulu dana yang anda butuhkan. Jangan hanya menyediakan dana pokoknya saja karena anda perlu menyediakan dana darurat. Dana darurat ini diperlukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka anda tidak kebingungan mencari sumber pendanaan.

Tips Memilih Rangka Atap Rumah – Tentukan Bahan Materialnya

Kemudian tentukan bahan material yang ingin anda gunakan. Anda bisa memilih satu dari tiga jenis rangka atap diatas. Setiap rangka tentu memiliki kelemahan dan keunggulannya masing-masing. Tidak lupa untuk melapisi  lapisan anti karat untuk material baja ringan. Untuk lapisan anti karatnya terdapat beberapa jenis seperti Galvalume, MAZ, Zinc maupun zincalume.

Tips Memilih Rangka Atap Rumah – Perhatikan Ukuran Rangka

Rangka atap rumah harus memiliki ukuran atau dimensi yang tepat.  Apabila beban yang ditanggung sangatlah berat tentu ukuran rangka atap harus disesuaikan. Berat rangka atap akan berbanding lurus dengan beban yang harus ditanggung oleh rangka tersebut.

Tips Memilih Rangka Atap Rumah – Pilih Toko Bangunan Terpercaya

Tak hanya itu saja anda juga harus selektif dalam membeli bahan bangunan. Pilih yang memiliki reputasi baik. Tak hanya pihak toko bangunan saja yang perlu anda perhatikan namun juga supervisor untuk para tukang yang membantu membangun rangka atap rumah anda. Harus ada supervisor yang siap sedia mengawasi pekerjaan para tukang dan mintalah rekomendasi ahli jika anda kebingungan mencari solusi untuk pemilihan rangka atap yang sesuai dengan desain rumah anda.

Jadi bagaimana menurut anda? Sudah siapkah anda untuk membangun rumah mulai saat ini?

Pengertian, Manfaat dan Struktur Bendungan

Bendungan sering juga disebut dengan dam yakni konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk dan sering digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air.  Bendungan sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lamanya. Bendungan tertua ialah Sadd-El Kafara yang dibangun di selatan kota Kairo, Mesir pada tahun 2950 dan 2750 sebelum masehi. Tinggi bendungan ini mencapai 12 meter dengan ketebalan 14-36 meter. Sayangnya bendungan ini telah hancur karena overtopping lalu pada 1200 banyak bendungan dibangun di Ceylon dengan tinggi 12-27 meter. Pembangunan bendungan ini terus berkembang bahkan hingga saat ini. Kini tinggi bendungan bahkan hingga mencapai 250 meter – 300 meter. Bendungan tertinggi di dunia berada di Tajikistan yang memiliki ketinggian hingga 335 meter. Terdapat tiga bendungan terbesar di dunia yang berada di Swiss, Italia dan Georgia yang tingginya rata-rata 260-285 meter saja.

Sumber : https://2.bp.blogspot.com/

Manfaat Bendungan

Pembuatan bendungan sendiri bukan tanpa alasan. Bendungan memiliki banyak sekali manfaat bagi umat manusia sehingga saat ini masih digunakan. Beberapa manfaat tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Irigasi

Bendungan merupakan tempat untuk menampung air hujan yang nantinya bisa anda gunakan saat musim kemarau tiba. Air yang ditampung tersebut bisa dipakai untuk kepentingan irigasi sehingga lahan pertanian anda tak  kekurangan air dan tanaman anda bisa hidup hingga masa panen tiba.

  • Memenuhi Kebutuhan Listrik

Bendungan juga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik anda. Dengan membangun pembangkit listrik tenaga air maka anda juga bisa memenuhi keperluan listrik  suatu daerah.

  • Destinasi Wisata

Bendungan juga bisa dijadikan destinasi wisata yang dapat menambah penghasilan daerah tersebut. Tak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang menyuguhkan panorama danau yang jarang ditemukan di tempat wisata lainnya.

  • Pengendali Banjir

Bendungan juga bisa digunakan untuk pengendali banjir. Adanya wadah menampung air ini saat curah hujan tinggi maka bendungan bisa menahan air agar tidak meluap ke kawasan pemukiman yang berada dibawah bendungan.

  • Tempat Olahraga Air

Bendungan ini bisa dijadikan lokasi olahraga air yang menarik.  Bendungan bisa dijadikan lokasi para atlet untuk olahraga air seperti  kano, pemancingan hingga polo air.

  • Perikanan

Bendungan juga bisa digunakan untuk perikanan dengan memakai karamba maupun jaring apung. Dengan begitu bendungan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai mata pencaharian penduduk setempat untuk memenuhi pundi-pundi keuangan mereka.

Jenis Bendungan Berdasarkan Struktur Bangunan

Berdasarkan struktur bangunan maka bendungan bisa diklasifikasikan  kedalam beberapa jenis diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Homogeneus Dams

Bendungan ini lebih dari setengah volumenya terbuat dari bahan bangunan yang seragam

  1. Concrete Dams

Concrete merupakan bendungan yang dibuat dari Beton dengan struktur tulangan maupun tidak

  1. Zoned Dams

Bendungan ini terdiri dari lapisan-lapisan seperti lapisan kedapan air, lapisan pengering dan lapisan batu teratur.

  1. Impermeable Face Rock Fill Dams

Bendungan ini berupa bendungan urungan batu yang berlapis-lapis disebelah hulu bendungan yang terbuat dari aspal dan beton bertulang.

Jenis Bendungan Berdasarkan Penggunaanya

Apabila disimak berdasarkan penggunaanya maka bendungan terbagi atas 3 jenis yaitu storage dams, diversion dams dan distension dams.  Storage dams ialah bangunan yang dibangun untuk membentuk waduk sebagai tempat menyimpan kelebihan air. Diversion dams ialah bendungan yang dibangun untuk mengalirkan air kedalam saluran atau terowongan air. Distension dams ialah bendungan yang dibangun untuk mencegah terjadinya banjir sehingga fungsinya memperlambat air masuk ke pemukiman.

 

Jenis-Jenis Jembatan

Jembatan merupakan struktur konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang terputus karena adanya saluran irigasi maupun lembah dan lain sebagainya. Selain sebagai jalan penghubung jembatan juga mampu mempercepat rute transportasi ketimbang anda harus memutar atau menggunakan perahu. Jembatan sendiri juga bisa jadi salah satu landmark sebuah daerah seperti  jembatan Suramadu yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura.  Ada pula jembatan ampera kebanggaan kota Palembang yang juga menarik wisatawan.

Sejarah Jembatan

Jembatan dahulunya dibuat dengan kayu untuk menyeberangi sungai. Selain kayu dahulu jembatan juga dibuat dengan batu yang ditumpuk-tumpuk. Pada zaman Emperor Roma jembatan mulai didesain dengan bentuk melengkung. Kala  kaisar Romawi jembatan mulai dibuat dengan bata dan mortar. Pada abad ke 19 jembatan mulai menggunakan rangka besi yang tidak mudah lapuk dan lebih kuat menahan beban. Lebar jembatan juga dibuat lebih lebar sehingga bisa dilewati banyak kendaraan.

Sumber : https://backpackerjakarta.com/

Jenis Jembatan

Apabila dibedakan berdasarkan segi strukturnya maka jembatan terbagi atas beberapa jenis sebagai berikut ini :

  • Jembatan Movable

Jembatan ini merupakan jembatan bergerak sehingga jembatan ini bisa digerakkan dengan bantuan komando manusia. Jembatan ini bisa diputar keatas atau ke tepi sehingga jika ada perahu yang melewati jembatan bagian atasnya tidak rusak menabrak jembatan.

  • Jembatan Gantung

Jembatan ini memakai hanger atau kabel baja dan kabel utama sebagai penggantung dan tarikan dari kedua sisi ujung jembatan tersebut. Untuk membuat jembatan gantung anda perlu  blok angkur, menara portal dan girder lantai.

  • Jembatan Pelengkung

Jembatan ini memiliki ciri khas lengkungan dibagian tengah jembatannya. Lengkungan jembatan ini berfungsi untuk memindahkan berat dari jembatan dan beban ke dorong horizontal tertahan

  • Jembatan Alang

Jembatan alang memiliki struktur yang sangat sederhana ketimbang jembatan lainnya. jembatan ini berupa balok horizontal  yang disangga dengan tiang penompang dikedua pangkalnya.

Jika dibedakan berdasarkan material yang digunakan maka jembatan terbagi atas empat jenis yaitu :

  • Jembatan Kayu

jembatan ini memakai  material  kayu dalam konstruksinya. Jembatan kayu mudah dibuat sehingga tak membutuhkan waktu yang lama dalam pembangunannya namun jembatan ini mudah lapuk.

  • Jembatan Baja

jembatan baja menggunakan konstruksi baja dalam pembangunannya. Baja lebih kuat drai bahan kayu dan lebih murah ketimbang bahan beton. Baja juga mampu mengikuti bentuk arsitektur dan mudah dalam pemasangannya. Bahan baja juga bisa dibongkar pasang dengan cepat sehingga tidak boros dalam penggunaan bahan.

  • Jembatan Besi Kontruksi

Jembatan besi memiliki material besi yang harganya lebih mahal ketimbang material lainnya. Biarpun begitu jembatan besi mampu bertahan terhadap cuaca yang ekstrim. Jembatan besi juga mampu menampung beban yang amat berat seperti kereta api.

Tips Membangun Jembatan

Dalam membangun jembatan tidak boleh sembarangan. Salah perhitungan jembatan akan mudah ambruk walaupun dibuat dari bahan yang sangat kuat sekalipun. Untuk itu perhatikan kontur tanah dimana kepala jembatan akan dibangun. Anda juga perlu memperhatikan bagian tengah jembatan apakah merupakan daratan atau lautan. Pilihlah bahan jembatan yang sesuai jika bagian jembatan merupakan perairan maka pilih bahan yang tahan akan air.  Dalam pembangunan jembatan membuat kerangka yang aman dan kuat menjadi poin pertama yang perlu diperhatikan.

Ada baiknya untuk melakukan evaluasi setiap beberapa tahun sekali untuk mengetahui kelayakan jembatan. Apalagi jembatan yang sudah tua perlu mengalami perbaikan agar daya tahannya bisa optimal. Semoga bermanfaat ya ulasan diatas

Penjelasan Beton Prategang

Beton menjadi bahan konstruksi yang sering dipakai dalam membangun bangunan. Keunggulan beton sendiri tahan terhadap suhu yang tinggi dan harganya yang terjangkau. Beton juga bisa dengan mudah ditemukan diberbagai toko bangunan.  Kini juga ada istilah beton prategang yang merupakan istilah untuk beton yang diberikan tegangan-tegangan internal. Tegangan ini nantinya mampu menghilangkan gaya tarik didalam beton tersebut. Beton memang memiliki gaya tarik mulai dari 8-14 % yang mampu membuat retakan pada beton itu sendiri. Beton prategang mampu mengurangi retakan yang terjadi dan biasa diletakkan pada bagian tulangan beton yang terbuat dari material baja.

Keuntungan Memakai Beton Prategang

Beton prategang ini juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya bisa anda simak sebagai berikut ini :

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-

  1. Sistem prategang dalam beton ini mampu membuatnya lebih elastis. Imbasnya beton prategang mampu memikul beban yang lebih besar dan lentur lebih dari beton bertulang.
  2. Mampu mencapai keseimbangan beban yang lebih baik. Material beton prategang juga memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dibandingkan beton biasa. Akibatnya keretakan yang biasa terjadi pada beton juga bisa dihindari.
  3. Daya tahan putir maupun gesernya juga bertambah karena adanya penegangan dalam beton tersebut. Alhasil beton prategang juga dapat dipakai pada bentang yang lebih panjang.
  4. Beton prategang juga mampu mengatur defleksinya serta dapat digunakan dalam rekayasa konstruksi tertentu seperti pada jembatan segmental.
  5. Beton prategang juga kedap air dan lebih tahan terhadap korosi. Tak heran jika beton prategang banyak digunakan untuk bangunan di dekat perairan.
  6. Beton prategang juga mampu mengurangi volume beton yang dipakai lebih sedikit. Tak heran jumlah baja atau besi yang digunakan untuk produksi beton prategang bisa lebih sedikit.
  7. Beton prategang juga tidak membutuhkan banyak biaya dalam pemeliharaannya karena sifatnya lebih tahan lama dan dapat digunakan dalam membuat balok
  8. Jumlah penggunaan baja dalam konstruksinya lebih sedikit ketimbang jumlah berat besi penulangan.

Biarpun memiliki banyak kelebihan namun beton prategang ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan beton prategang ialah membutuhkan kualitas bahan yang tinggi dan perhitungan lebih rumit.

Metode Pelaksanaan Aplikasi beton Prategang

Terdapat dua metode pelaksanaan aplikasi beton prategang yang perlu anda ketahui. Dua metode ini diantaranya ialah metode beton prategang pre –tensioned dan metode beton prategang post – tensioned. Metode beton prategang pre-tensioned ialah metode pra tarik dengan memberikan tegangan saat beton belum dicor dan mengeras. Dalam proses pembuatannya akan memakai kabel tendon yang diikat pada dua buah angkur. Metode beton prategang post tensioned ialah metode pasca tarik yakni memberikan tegangan pada beton ketika beton tersebut sudah mengeras. Dalam metode ini anda akan menggunakan kabel tendon yang diikat pada angkur. Kemudian beton dibiarkan mengeras hingga cukup umur kemudian dongkrak dipasang pada kabel tendon dan angkur untuk mendapatkan tegangan yang dibutuhkan.

Perbedaan Beton Prategang dan Beton Bertulang

Selain beton prategang ada pula istilah beton bertulang. Walau sama-sama menggunakan material beton namun keduanya memiliki perbedaan dalam hal pemasangan tulangan baja. Tulangan baja untuk beton prategang perlu diberi gaya tekan terlebih dahulu sedangkan beton bertulang tidak. Pembuatan beton prategang juga sangat sulit dan membutuhkan perhitungan tinggi sehingga sering dibuat oleh pihak pabrik. Biarpun begitu keduanya mampu dimanfaatkan sebagai tulangan baja yang memiliki gaya tarik tinggi. Sudah pahamkan sekarang tentang apa kelebihan beton prategang beserta perbedaanya dengan beton bertulang?

Memilih Kontraktor Pengolahan yang Baik

kontraktor pengolahan

Anda tentunya sering mendengar tentang istilah kontraktor bukan? Meski sering mendengar, bukan berarti setiap orang memahami istilah ini. Secara umum, kontraktor merupakan suatu badan usaha atau individu yang melakukan kontrak kerja dengan pihak lain untuk memasok barang atau menyelesaikan pekerjaan tertentu. Untuk beberapa kalangan, istilah kontraktor ini lebih dikenal dengan nama jasa pemborong. Jasa pemborong sendiri merupakan suatu usaha di bidang pengerjaan konstruksi bangunan dengan sistem pembayaran borongan atau paketan dari awal hingga pekerjaan selesai.

Bidang Pekerjaan Kontraktor di Indonesia

kontraktor pengolahan

Pada dasarnya ada beberapa bidang pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh kontraktor seperti pembangunan jalan raya, penyediaan alat generator, pembuatan instalasi listrik dan lain sebagainya. Selain bekerja sendirian, kontraktor biasanya juga bekerja sama dengan kontraktor lain saat mendapat proyek atau pekerjaan dengan nilai kontrak dan skala yang besar.

Di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak kontraktor aktif yaitu sekitar 180.000 badan usaha/perorangan yang aktif menerima tender dari pemilik proyek. Meskipun cukup banyak jumlahnya, namun kontraktor-kontraktor aktif ini memiliki bidang atau jenis pekerjaan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis-jenis bidang dan sub bidang yang dikerjakan oleh kontraktor di Indonesia:

  • Bidang arsitektural meliputi perumahan tunggal dan Koppel, perumahan multi hunian, bangunan pergudangan dan industri, bangunan komersial, bangunan non perumahan, fasilitas pelatihan sport di luar gedung, tempat rekreasi, pertamanan, pemasangan aksesoris bangunan, pekerjaan dinding dan jendela, pekerjaan interior, pengerjaan logam, pengerjaan kayu hingga pengerjaan bangunan dan gedung.
  • Bidang elektrikal meliputi pembangkit tenaga listrik semua daya, pembangkit tenaga listrik dengan daya maksimal 10 MW, jaringan transmisi tenaga listrik baru dan terbarukan, jaringan transmisi tenaga listrik tegangan tinggi dan ekstra tegangan, jaringan transmisi telekomunikasi, instalasi kontrol dan instrumentasi, instalasi listrik gedung dan pabrik hingga instalasi listrik lainnya.
  • Bidang mekanikal meliputi instalasi pemanasan, ventilasi udara dan AC, perpipaan air dalam bangunan, instalasi pipa gas dalam bangunan, insulasi dalam bangunan, instalasi lift dan escalator, pertambangan dan manufaktur, instalasi thermal, bertekanan, minyak, gas dan pekerjaan rekayasa, konstruksi alat angkut dan alat angkat, konstruksi perpipaan minyak, gas dan energi, fasilitas produksi penyimpanan minyak dan gas hingga jasa penyedia perlatan konstruksi.
  • Bidang sipil meliputi jalan raya dan jalan lingkungan, jalan kereta api, lapangan terbang dan runway, jembatan, jalan laying, terowongan, jalan bawah tanah, pelabuhan dan dermaga, drainase kota, bendungan, irigasi, pengerukan dan pengurukan, pekerjaan penghancuran, penyiapan dan pengupasan lahan, penggalian dan pemindahan, pemancangan, pondasi, kerangka atap, pembetonan, konstruksi baja hingga pelaksana khusus.
  • Bidang tata lingkungan meliputi perpipaan minyak, perpipaan gas, perpipaan air bersih, pengolahan air bersih, instalasi pengolahan limbah, pekerjaan pengeboran air hingga reboisasi.

Perbedaan bidang pekerjaan kontraktor di Indonesia ini membuat pemilik proyek lebih mudah dalam menemukan kontraktor yang diinginkan.

Memilih Kontraktor Pengolahan yang Baik

kontraktor pengolahan

Dari sekian banyak jenis kontraktor, kontraktor pengolahan menjadi salah satu yang cukup dicari oleh pemilik proyek. Kontraktor pengolahan masuk dalam kategori tata lingkungan. Jenis kontraktor ini tidak hanya dibutuhkan oleh pemilik proyek berskala besar seperti perusahaan, pabrik dan institusi pemerintah saja. Kontraktor pengolahan juga dicari oleh pemilik proyek skala kecil  yang membutuhkan pengolahan air bersih ataupun limbah.

Untuk memilih kontraktor pengolahan yang tepat maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemilik proyek yaitu sebagai berikut:

  • Legalitas usaha kontraktor
  • Pengalaman yang cukup dan hasil pekerjaan di proyek sebelumnya
  • Budget atau biaya yang sesuai
  • Kualitas pelayanan atau pekerjaan
  • Rekomendasi dari pihak lain
  • Pertimbangkan kontraktor yang mau terikat kontrak resmi dan pemberian garansi

Kelima hal di atas penting untuk diperhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memutuskan untuk memilih kontraktor pengolahan.

Konstruksi Pada Jembatan Beton Bertulang

Jembatan dibutuhkan untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lainnya yang mungkin terpisah karena rintangan. Rintangan ini bisa karena sungai, lembah, jurang dan lain sebagainya. Fungsi jembatan sendiri diantaranya ialah  memperpendek jarak, mempermudah distribusi dan transportasi di lain pulau maupun daerah. Dalam perencanaan konstruksi jembatan terdapat dua bagian yang menjadi titik fokus yakni bangunan bawah atau dikenal dengan sub struktur dan bangunan atas atau super struktur. Salah satu jenis jembatan yang banyak digunakan ialah jembatan beton bertulang.

Apa Itu Jembatan Beton Bertulang ?

Jembatan beton bertulang merupakan jembatan yang kontruksinya menggunakan material beton dan  biasa digunakan untuk kontruksi jalan raya. Jembatan beton bertulang biasa memiliki bentang 15-25 meter. Bagian struktur jembatan bertulang sendiri terdiri dari bangunan atas, landasan, bangunan bawah, pondasi, oprit dan bangunan pengaman jembatan.  Struktur pondasi beton umumnya bertulang tebal hingga 25 cm.  Beton bertulang sendiri merupakan beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan tidak kurang dari nilai minimumnya. Selain beton bertulang ada pula beton prategang yang banyak digunakan saat ini.

Sifat Beton Bertulang

Pemilihan bahan beton juga dilatarbelakangi beberapa alasan selain mudah ditemukan di berbagai daerah. Beton sendiri terdiri dari campuran agregat alam yakni kerikil, pasir dan perekat yang mana dibuat dari air dan semen. Bahan beton memiliki keunggulan diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Daya Tekan Kuat

Keunggulan pertama dari bahan beton ini ialah memiliki daya tekan yang cukup tinggi dibandingkan bahan lainnya.  Daya tekan untuk jembatan beton bertulang pada umur 28 hari bisa mencapai ? 20 MPa. Untuk jembatan beton prategang bisa mencapai 30 Mpa.

  • Lentur

Beton juga dikenal memiliki daya tarik lentur. Kekuatan kelenturannya saja bisa  membuatnya kuat untuk dilewati walau masih berumur 28 hari.

  • Awet

Kelebihan lainnya dari beton bertulang ialah awet digunakan karena tidak mudah sekali lapuk. Berbeda dengan jembatan yang menggunakan kayu mudah sekali lapuk dan dimakan rayap.

  • Murah Meriah

Kelebihan lainnya dari beton bertulang ialah murah meriah. Walaupun murah namun umur pakainya bisa sangat lama sehingga nyaman sekali digunakan untuk lalu lintas.

Walau keliatannya memiliki banyak manfaat namun jembatan beton bertulang juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan itu diantaranya ialah konstruksinya lebih rumit sehingga butuh pengawasan lebih dalam kualitas dan pembangunnanya. Ketika rusak maka biaya perawatannya juga tinggi dan sulit untuk diperbaiki apalagi jika anda melakukan kesalahan dalam pengecoran.

Beban Yang Dihitung Dalam Perencanaan Jembatan

Dalam merencanakan jembatan anda juga perlu memperhitungkan beberapa beban. Beban tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Beban Primer

Beban ini ialah muatan utama dalam perhitungan tegangan dalam jembatan yang mana mencakup  beban hidup dan beban kejut serta beban mati.

  • Beban Mati

Ialah berat jembatan itu sendiri yang mana menggunakan nilai berat volume untuk bahan-bahan bangunan.

  • Berat Hidup

Berat hidup merupakan kendaraan atau muatan yang hilir mudik pada jembatan ini. tak hanya kendaraan saja namun juga beban orang yang melewatinya.

  • Beban Kejut

Beban kejut adalah perhitungan pengaruh getaran, tegangan  yang dikalikan koefisien kejut.

  • Beban Sekunder

Beban sekunder merupakan muatan sementara  yang mengakibatkan tegangan-tegangan. Beban sekunder bisa berupa angina, gaya rem hingga perbedaan suhu dapat mempengaruhi daya tahan dari jembatan itu sendiri. Bagaimana sekarang anda mulai paham kan tentang jembatan beton bertulang setelah membaca ulasan diatas ? Semoga membantu