Pengertian Kansteen Beton

Ketika membangun jalan raya pasti membutuhkan pembatas atau penanda sebagai pembeda antara satu jalur dengan jalur lainnya. untuk itulah kontraktor biasa menggunakan kansteen beton.  Kansteen sendiri bisa diartikan sebagai material beton precast yang umumnya dipakai untuk pembatas batu jalan, taman maupun trotoar. Selain memiliki fungsi untuk pengguna jalan raya sendiri keberadaan kansteen juga mampu memperindah jalan raya itu sendiri. kansteen memiliki beberapa jenis dan ukuran yang memiliki fungsinya masing-masing.

Jenis Kansteen

Berdasarkan fungsi penggunaannya kansteen bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis kansteen bisa anda simak sebagai berikut :

  • Kansteen Jepit

Jika dilihat drai ukurannya jenis kansteen ini termasuk yang memiliki ukuran paling kecil ketimbang jenis kansteen lainnya. jenis kansteen ini biasa dipakai untuk kebutuhan perumahan maupun pinggiran jalan di taman. Kansteen jepit biasa dipakai untuk border taman agar terlihat lebih ra[o dan cantik. Ukuran kansteen ini biasa berdimensi 40 x 20 x 10 cm maupun 40 x 20 x 13 x 10 cm.

  • Kansteen Tali Air

    Sumber : https://3dwarehouse.sketchup.com/05

Selanjutnya ada pula knsteen jenis tali air atau biasa disebut dengan tipe S. Kansteen ini biasa dipakai untuk saluran air di perumahan. Bentuknya tirus sehingga mampu membantu mengalirkan air dari bagian permukaan kansteen menuju saluran air yang dikehendaki.  Ukuran kansteen ini biasanya berkisar 40 x 30 x 15 x 8 cm namun ada pula yang melebihi ukuran tersebut tergantung dari pabrik kansteen itu sendiri.

  • Kansteen Pembatas Jalan Raya

Seperti julukannya kansteen ini berfungsi sebagai border atau pembatas jalan raya. Ukuran kansteen ini merupakan yang paling besar dibandingkan jenis kansteen lainnya. Umumnya kansteen ini berukuran 60 x 25 x 22 x 18 cm namun ada pula yang dibawah maupun melebihi ukuran tersebut tergantung pabrik yang memproduksinya.

  • Kansteen Taman

Kansteen ini biasa dipakai untuk pengaspalan jalan maupun pemasangan paving blok. Ukurannya hampir sama dengan kansteen tali air.  Bentuk kansteen ini juga beragam menyesuaikan kebutuhan pemakainya.

  • Kansteen Lubang Air

Selain kansteen tali air ada pula jenis kansteen lubang air. Jenis kansteen ini  memiliki lubang di bagian tengahnya. Lubang tersebut difungsikan untuk membuang air agar menuju saluran gorong-gorong  atau saluran u ditch.  Kansteen jenis ini sangat laku dipasaran karena digunakan di berbagai jenis proyek konstruksi.

Jenis Kansteen berdasarkan SNI

Jenis kansteen juga dibedakan berdasarkan standar nasional Indonesia.  menurut SNI kansteen dibedakan menjadi 4 jenis. Kansteen tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Kansteen Beton Miring

Kansteen beton miring berbentuk tegak horizontal namun pada bagian tegaknya lebih miring dan sering digunakan untuk proyek bendungan. Ada dua jenis kansteen ini yakni  ukuran inlet dan tanpa inlet. Kasteen ini akan membantu drainase untuk proyek bangunan yang berhubungan dengan air. Salah satu contoh kansteen jenis ini ialah kansteen tali air atau tipe S.

  • Kansteen  Tipe Tegak

Kansteen beton tipe tegak terbagi atas dua tipe yaitu dengan komponen horizontal dan tanpa komponen horizontal. Untuk tipe tegak horizontal bagian inlet terletak pada bagian horisontalnya sedangkan tanpa horizontal terletak di bagian depan bawah inletnya. Kansteen tipe tegak diantaranya kansteen taman ataupun kansteen pembatas jalan raya.

  • Kansteen Tipe Peninggi

Kansteen ini merupakan kansteen miring namun lebih landai dan rendah ketimbang kansteen beton  tipe miring. Kansteen satu ini biasa anda jumpai di komplek perumahan mewah dan terbagi atas dua tipe yaitu dengan lubang air dan tanpa lubang air.

  • Kansteen Tipe Penghubung

Selanjutnya ada pula kansteen tipe penghubung yang biasa menghubungkan antar kansteen beton. Kansteen ini biasa menghubungkan kansteen tegak horizontal dan peninggi atau kansteen miring.

Jenis-Jenis Pembatas Jalan (Road Barrier)

Jalan raya menjadi salah satu infrastruktur penting dalam setiap wilayah. Salah satu fungsi utama dari jalan adalah untuk menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya. Jika dulu jalan setapak sudah mampu menghubungkan dua tempat yang berbeda, maka saat ini jalanan yang lebih lebar dan aman menjadi prioritas utama dalam pembangunan.

Setiap kali melewati jalan, ada kalanya anda akan menemukan pembatas jalan atau road barrier. Benda yang satu ini biasanya digunakan untuk beberapa hal seperti:

  • Mengontrol lalu lintas
  • Menghindari kemacetan
  • Memberi tuntunan arus
  • Menghambat lokasi yang tidak bisa dilewati

Pada dasarnya ada beberapa jenis pembatas jalan (road barrier) yang bisa dipergunakan yaitu sebagai berikut:

Jenis Pembatas Jalan Beton (Road Barrier Beton)

Pembatas jalan beton menjadi salah satu jenis pembatas jalan yang banyak dipergunakan secara umum. Anda bisa menemukan road barrier beton di lahan parkir dan jalanan umum yang menggunakan bahan cor beton. Dibandingkan dengan jenis road barrier lain, pembatas ini merupakan yang paling kuat dan mampu meminimalisir kecelakaan dengan baik. Selain kuat, road barrier beton juga memiliki kelebihan lain seperti awet (tahan lama), aman dan perbaikan bisa dilakukan dengan lebih mudah serta cepat.

Meski memiliki kelebihan yang beragam, namun road barrier beton juga memiliki kekurangan seperti berat dan mahal. Untuk memindahkan pembatas jalan ini tidak mudah dan diperlukan banyak tenaga kerja. Harga road barrier yang satu ini juga lebih mahal karena memang bahannya beton yang memiliki sifat tahan lama.  Anda bisa dengan mudah membeli road barrier jenis ini secara online ataupun offline. Ingat untuk selalu mengecek kualitas beton yang digunakan sebelum memutuskan membeli road barrier beton ya.

Jenis Pembatas Jalan Fiber (Road Barrier Fiber)

Jenis road barrier selanjutnya adalah road barrier fiber. Pembatas jalan yang satu ini dibuat tidak hanya untuk keselamatan semata, namun juga untuk memperindah jalan. Hal ini karena road barrier fiber dibuat dengan model yang futuristic. Berbeda dengan road barrier beton yang monoton dengan warna gelap, maka road barrier fiber ini memiliki warna terang seperti merah. Tidak hanya berwarna terang, road barrier jenis ini juga memiliki lembaran reflector yang berfungsi untuk memudahkan pengendara melihat ada pembatas saat malam hari.

Meskipun tidak terlihat sekokoh road barrier beton, namun pembatas jalan yang satu ini sangat tahan terhadap pergantian cuaca, tidak mudah pudar dan rapuh. Hal lain yang membuat pembatas jalan ini berbeda adalah keunikannya di mana bagian dalam road barrier fiber ini bisa diisi air lho.

Jenis Pembatas Jalan Plastik (Road Barrier Plastik)

Road barrier yang satu ini memiliki warna terang yaitu merah dan biasanya dijadikan rambu marka jalan. Bahan utama dari pembatas jalan ini adalah plastik. Penggunaaan pembatas jalan plastik sangat umum di Indonesia karena dianggap sangat efisien dalam hal fungsi dan kenyamanan. Meskipun terbuat dari plastik, tentunya road barrier ini tetap sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan. Selain aman, ringan dan praktis, nyatanya road barrier ini juga bisa disesuaikan dalam hal stabilitasnya. Bahan utama berupa plastik yang membuat pembatas jalan ini cukup ringan, bisa diakali dengan mengisi air ataupun semen sebagai stabilitas tambahan. Biasanya road barrier plastik ini dijual dalam ukuran 100x80x48 cm dengan kapasitas sekitar 500 liter.

Nah, jenis pembatas jalan mana yang anda favoritkan?

Cara Membuat Beton Cepat Kering

Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang mudah dijumpai di Indonesia. Dimensi ukuran beton lebih besar dibandingkan dengan batu bata. Alhasil anda membutuhkan lebih sedikit membeli beton ketimbang batu bata. Pembuatan beton sendiri juga lebih mudah dan daya tekannya juga kuat. Kelebihan beton lainnya ialah tahan akan suhu panas dan biasa pula dijadikan bahan pembangunan konstruksi berat seperti jembatan hingga gedung bertingkat.  Bagi anda yang hendak membuat beton sendiri untuk kebutuhan rumah atau bangunan lainnya bisa menyimak tips berikut agar beton yang dihasilkan cepat mengering :

Gunakan Bahan Pengeras Beton

Terdapat beberapa produk tambahan yang bisa membuat beton yang dibuat segera mengeras. Beberapa bahan tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

Sumber : https://3.bp.blogspot.com/

  1. Calbond

Calbond ialah bahan perekat beton yang berbahan dasar plastik. Calbond ini produk andalan para kontraktor karena biasa dipakai dalam perbaikan beton konstruksi. Tak hanya itu saja tembok retak juga bisa diperbaiki dengan menggunakan batu bata dan calbond. Untuk memakai calbond anda bisa mengoleskan bahan ini ke permukaan beton terlebih dahulu. Tunggulah hingga 15 menit baru dilanjutkan dengan proses pengecoran. Anda juga bisa menggunakannya setelah proses pengecoran terhenti. Asal anda mencampurkan calbond dengan semen dan air hingga kental seperti cat kemudian siram di permukaan cor.

  1. Calflash

Selain calbond anda juga bisa menggunakan calflash. Calflash bisa digunakan untuk konstruksi bawah air seperti pondasi mesin, bendungan atau tempat penampungan air. Fungsi utamanya ialah menambal lubang bocoran pada beton khususnya yang berada dibawah air. Calflash bisa anda campurkan dengan semen dan aduk tanpa menggunakan air. Bahan ini bisa mengering bahkan dalam waktu 15 detik saja.

  1. Bestmittel

Ada pula produk bestmittel yang bisa anda gunakan untuk mempercepat proses pengerasan pada beton yang berbahan Lignin Sulfonic Acid. Bahan satu ini memiliki fungsi ganda yakni sebagai water reducing yang mampu mengurangi jumlah air sekaligus. Dengan berkurangnya masa air pada beton akan mampu meningkatkan pengikatan beton lebih cepat. Bahan ini bisa dipakai pada beton yang memasuki umur 7 -10 hari. Bahan ini juga ampuh meningkatkan mutu beton 5 – 10 %.

Plasticizer Dibutuhkan

Jika bahan diatas mampu mengurangi keretakan maka plasticizer bisa mempercepat proses pengeringan karena mampu mengurangi kadar air dalam beton. Takaran yang dipakai untuk bahan ini ialah 130-265 ml plasticizer per 100 kg semen. Ada banyak sekali produk plasticizer yang bisa anda temukan di tanah air.

Perhatikan Adukan Beton

Selain fokus pada keretakan beton jangan lupa untuk memperhatikan adukan beton itu sendiri.  beton yang baik harus memiliki kohesi yang tinggi pula apalagi dalam kondisi plastis. Sesuaikan bahan yang anda gunakan sehingga beton yang dihasilkan cepat kering dan tahan air serta memiliki warna.  Cara pengadukan bahan beton dimulai saat mesin aduk diputar anda memasukkan air kemudian dilanjutkan dengan agregat. Agregat sendiri merupakan bahan pasir dan kerikil lalu masukan semen diatas agregat. Setelahnya masukan air sedikit dan sebaiknya waktu pengadukan tidak kurang drai 3 menit.

Apabila anda melakukan 3 tahap diatas maka besar kemungkinan beton yang anda hasilkan lebih berkualitas dan cepat kering. Beton yang baik ialah memiliki kerapatan yang tinggi sehingga tidak retak dan hancur. Ayo perbaiki langkah pembuatan beton anda sesuai dengan trik diatas. Semoga artikel diatas membantu masalah anda terkait cara cepat agar beton yang anda buat cepat mengering.

Konstruksi Pada Jembatan Beton Bertulang

Jembatan dibutuhkan untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lainnya yang mungkin terpisah karena rintangan. Rintangan ini bisa karena sungai, lembah, jurang dan lain sebagainya. Fungsi jembatan sendiri diantaranya ialah  memperpendek jarak, mempermudah distribusi dan transportasi di lain pulau maupun daerah. Dalam perencanaan konstruksi jembatan terdapat dua bagian yang menjadi titik fokus yakni bangunan bawah atau dikenal dengan sub struktur dan bangunan atas atau super struktur. Salah satu jenis jembatan yang banyak digunakan ialah jembatan beton bertulang.

Apa Itu Jembatan Beton Bertulang ?

Jembatan beton bertulang merupakan jembatan yang kontruksinya menggunakan material beton dan  biasa digunakan untuk kontruksi jalan raya. Jembatan beton bertulang biasa memiliki bentang 15-25 meter. Bagian struktur jembatan bertulang sendiri terdiri dari bangunan atas, landasan, bangunan bawah, pondasi, oprit dan bangunan pengaman jembatan.  Struktur pondasi beton umumnya bertulang tebal hingga 25 cm.  Beton bertulang sendiri merupakan beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan tidak kurang dari nilai minimumnya. Selain beton bertulang ada pula beton prategang yang banyak digunakan saat ini.

Sifat Beton Bertulang

Pemilihan bahan beton juga dilatarbelakangi beberapa alasan selain mudah ditemukan di berbagai daerah. Beton sendiri terdiri dari campuran agregat alam yakni kerikil, pasir dan perekat yang mana dibuat dari air dan semen. Bahan beton memiliki keunggulan diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Daya Tekan Kuat

Keunggulan pertama dari bahan beton ini ialah memiliki daya tekan yang cukup tinggi dibandingkan bahan lainnya.  Daya tekan untuk jembatan beton bertulang pada umur 28 hari bisa mencapai ? 20 MPa. Untuk jembatan beton prategang bisa mencapai 30 Mpa.

  • Lentur

Beton juga dikenal memiliki daya tarik lentur. Kekuatan kelenturannya saja bisa  membuatnya kuat untuk dilewati walau masih berumur 28 hari.

  • Awet

Kelebihan lainnya dari beton bertulang ialah awet digunakan karena tidak mudah sekali lapuk. Berbeda dengan jembatan yang menggunakan kayu mudah sekali lapuk dan dimakan rayap.

  • Murah Meriah

Kelebihan lainnya dari beton bertulang ialah murah meriah. Walaupun murah namun umur pakainya bisa sangat lama sehingga nyaman sekali digunakan untuk lalu lintas.

Walau keliatannya memiliki banyak manfaat namun jembatan beton bertulang juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan itu diantaranya ialah konstruksinya lebih rumit sehingga butuh pengawasan lebih dalam kualitas dan pembangunnanya. Ketika rusak maka biaya perawatannya juga tinggi dan sulit untuk diperbaiki apalagi jika anda melakukan kesalahan dalam pengecoran.

Beban Yang Dihitung Dalam Perencanaan Jembatan

Dalam merencanakan jembatan anda juga perlu memperhitungkan beberapa beban. Beban tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Beban Primer

Beban ini ialah muatan utama dalam perhitungan tegangan dalam jembatan yang mana mencakup  beban hidup dan beban kejut serta beban mati.

  • Beban Mati

Ialah berat jembatan itu sendiri yang mana menggunakan nilai berat volume untuk bahan-bahan bangunan.

  • Berat Hidup

Berat hidup merupakan kendaraan atau muatan yang hilir mudik pada jembatan ini. tak hanya kendaraan saja namun juga beban orang yang melewatinya.

  • Beban Kejut

Beban kejut adalah perhitungan pengaruh getaran, tegangan  yang dikalikan koefisien kejut.

  • Beban Sekunder

Beban sekunder merupakan muatan sementara  yang mengakibatkan tegangan-tegangan. Beban sekunder bisa berupa angina, gaya rem hingga perbedaan suhu dapat mempengaruhi daya tahan dari jembatan itu sendiri. Bagaimana sekarang anda mulai paham kan tentang jembatan beton bertulang setelah membaca ulasan diatas ? Semoga membantu

Memilih Kontraktor Pengolahan yang Baik

kontraktor pengolahan

Anda tentunya sering mendengar tentang istilah kontraktor bukan? Meski sering mendengar, bukan berarti setiap orang memahami istilah ini. Secara umum, kontraktor merupakan suatu badan usaha atau individu yang melakukan kontrak kerja dengan pihak lain untuk memasok barang atau menyelesaikan pekerjaan tertentu. Untuk beberapa kalangan, istilah kontraktor ini lebih dikenal dengan nama jasa pemborong. Jasa pemborong sendiri merupakan suatu usaha di bidang pengerjaan konstruksi bangunan dengan sistem pembayaran borongan atau paketan dari awal hingga pekerjaan selesai.

Bidang Pekerjaan Kontraktor di Indonesia

kontraktor pengolahan

Pada dasarnya ada beberapa bidang pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh kontraktor seperti pembangunan jalan raya, penyediaan alat generator, pembuatan instalasi listrik dan lain sebagainya. Selain bekerja sendirian, kontraktor biasanya juga bekerja sama dengan kontraktor lain saat mendapat proyek atau pekerjaan dengan nilai kontrak dan skala yang besar.

Di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak kontraktor aktif yaitu sekitar 180.000 badan usaha/perorangan yang aktif menerima tender dari pemilik proyek. Meskipun cukup banyak jumlahnya, namun kontraktor-kontraktor aktif ini memiliki bidang atau jenis pekerjaan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis-jenis bidang dan sub bidang yang dikerjakan oleh kontraktor di Indonesia:

  • Bidang arsitektural meliputi perumahan tunggal dan Koppel, perumahan multi hunian, bangunan pergudangan dan industri, bangunan komersial, bangunan non perumahan, fasilitas pelatihan sport di luar gedung, tempat rekreasi, pertamanan, pemasangan aksesoris bangunan, pekerjaan dinding dan jendela, pekerjaan interior, pengerjaan logam, pengerjaan kayu hingga pengerjaan bangunan dan gedung.
  • Bidang elektrikal meliputi pembangkit tenaga listrik semua daya, pembangkit tenaga listrik dengan daya maksimal 10 MW, jaringan transmisi tenaga listrik baru dan terbarukan, jaringan transmisi tenaga listrik tegangan tinggi dan ekstra tegangan, jaringan transmisi telekomunikasi, instalasi kontrol dan instrumentasi, instalasi listrik gedung dan pabrik hingga instalasi listrik lainnya.
  • Bidang mekanikal meliputi instalasi pemanasan, ventilasi udara dan AC, perpipaan air dalam bangunan, instalasi pipa gas dalam bangunan, insulasi dalam bangunan, instalasi lift dan escalator, pertambangan dan manufaktur, instalasi thermal, bertekanan, minyak, gas dan pekerjaan rekayasa, konstruksi alat angkut dan alat angkat, konstruksi perpipaan minyak, gas dan energi, fasilitas produksi penyimpanan minyak dan gas hingga jasa penyedia perlatan konstruksi.
  • Bidang sipil meliputi jalan raya dan jalan lingkungan, jalan kereta api, lapangan terbang dan runway, jembatan, jalan laying, terowongan, jalan bawah tanah, pelabuhan dan dermaga, drainase kota, bendungan, irigasi, pengerukan dan pengurukan, pekerjaan penghancuran, penyiapan dan pengupasan lahan, penggalian dan pemindahan, pemancangan, pondasi, kerangka atap, pembetonan, konstruksi baja hingga pelaksana khusus.
  • Bidang tata lingkungan meliputi perpipaan minyak, perpipaan gas, perpipaan air bersih, pengolahan air bersih, instalasi pengolahan limbah, pekerjaan pengeboran air hingga reboisasi.

Perbedaan bidang pekerjaan kontraktor di Indonesia ini membuat pemilik proyek lebih mudah dalam menemukan kontraktor yang diinginkan.

Memilih Kontraktor Pengolahan yang Baik

kontraktor pengolahan

Dari sekian banyak jenis kontraktor, kontraktor pengolahan menjadi salah satu yang cukup dicari oleh pemilik proyek. Kontraktor pengolahan masuk dalam kategori tata lingkungan. Jenis kontraktor ini tidak hanya dibutuhkan oleh pemilik proyek berskala besar seperti perusahaan, pabrik dan institusi pemerintah saja. Kontraktor pengolahan juga dicari oleh pemilik proyek skala kecil  yang membutuhkan pengolahan air bersih ataupun limbah.

Untuk memilih kontraktor pengolahan yang tepat maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemilik proyek yaitu sebagai berikut:

  • Legalitas usaha kontraktor
  • Pengalaman yang cukup dan hasil pekerjaan di proyek sebelumnya
  • Budget atau biaya yang sesuai
  • Kualitas pelayanan atau pekerjaan
  • Rekomendasi dari pihak lain
  • Pertimbangkan kontraktor yang mau terikat kontrak resmi dan pemberian garansi

Kelima hal di atas penting untuk diperhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memutuskan untuk memilih kontraktor pengolahan.

Penjelasan Beton Prategang

Beton menjadi bahan konstruksi yang sering dipakai dalam membangun bangunan. Keunggulan beton sendiri tahan terhadap suhu yang tinggi dan harganya yang terjangkau. Beton juga bisa dengan mudah ditemukan diberbagai toko bangunan.  Kini juga ada istilah beton prategang yang merupakan istilah untuk beton yang diberikan tegangan-tegangan internal. Tegangan ini nantinya mampu menghilangkan gaya tarik didalam beton tersebut. Beton memang memiliki gaya tarik mulai dari 8-14 % yang mampu membuat retakan pada beton itu sendiri. Beton prategang mampu mengurangi retakan yang terjadi dan biasa diletakkan pada bagian tulangan beton yang terbuat dari material baja.

Keuntungan Memakai Beton Prategang

Beton prategang ini juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya bisa anda simak sebagai berikut ini :

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-

  1. Sistem prategang dalam beton ini mampu membuatnya lebih elastis. Imbasnya beton prategang mampu memikul beban yang lebih besar dan lentur lebih dari beton bertulang.
  2. Mampu mencapai keseimbangan beban yang lebih baik. Material beton prategang juga memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dibandingkan beton biasa. Akibatnya keretakan yang biasa terjadi pada beton juga bisa dihindari.
  3. Daya tahan putir maupun gesernya juga bertambah karena adanya penegangan dalam beton tersebut. Alhasil beton prategang juga dapat dipakai pada bentang yang lebih panjang.
  4. Beton prategang juga mampu mengatur defleksinya serta dapat digunakan dalam rekayasa konstruksi tertentu seperti pada jembatan segmental.
  5. Beton prategang juga kedap air dan lebih tahan terhadap korosi. Tak heran jika beton prategang banyak digunakan untuk bangunan di dekat perairan.
  6. Beton prategang juga mampu mengurangi volume beton yang dipakai lebih sedikit. Tak heran jumlah baja atau besi yang digunakan untuk produksi beton prategang bisa lebih sedikit.
  7. Beton prategang juga tidak membutuhkan banyak biaya dalam pemeliharaannya karena sifatnya lebih tahan lama dan dapat digunakan dalam membuat balok
  8. Jumlah penggunaan baja dalam konstruksinya lebih sedikit ketimbang jumlah berat besi penulangan.

Biarpun memiliki banyak kelebihan namun beton prategang ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan beton prategang ialah membutuhkan kualitas bahan yang tinggi dan perhitungan lebih rumit.

Metode Pelaksanaan Aplikasi beton Prategang

Terdapat dua metode pelaksanaan aplikasi beton prategang yang perlu anda ketahui. Dua metode ini diantaranya ialah metode beton prategang pre –tensioned dan metode beton prategang post – tensioned. Metode beton prategang pre-tensioned ialah metode pra tarik dengan memberikan tegangan saat beton belum dicor dan mengeras. Dalam proses pembuatannya akan memakai kabel tendon yang diikat pada dua buah angkur. Metode beton prategang post tensioned ialah metode pasca tarik yakni memberikan tegangan pada beton ketika beton tersebut sudah mengeras. Dalam metode ini anda akan menggunakan kabel tendon yang diikat pada angkur. Kemudian beton dibiarkan mengeras hingga cukup umur kemudian dongkrak dipasang pada kabel tendon dan angkur untuk mendapatkan tegangan yang dibutuhkan.

Perbedaan Beton Prategang dan Beton Bertulang

Selain beton prategang ada pula istilah beton bertulang. Walau sama-sama menggunakan material beton namun keduanya memiliki perbedaan dalam hal pemasangan tulangan baja. Tulangan baja untuk beton prategang perlu diberi gaya tekan terlebih dahulu sedangkan beton bertulang tidak. Pembuatan beton prategang juga sangat sulit dan membutuhkan perhitungan tinggi sehingga sering dibuat oleh pihak pabrik. Biarpun begitu keduanya mampu dimanfaatkan sebagai tulangan baja yang memiliki gaya tarik tinggi. Sudah pahamkan sekarang tentang apa kelebihan beton prategang beserta perbedaanya dengan beton bertulang?

Jenis-Jenis Jembatan

Jembatan merupakan struktur konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang terputus karena adanya saluran irigasi maupun lembah dan lain sebagainya. Selain sebagai jalan penghubung jembatan juga mampu mempercepat rute transportasi ketimbang anda harus memutar atau menggunakan perahu. Jembatan sendiri juga bisa jadi salah satu landmark sebuah daerah seperti  jembatan Suramadu yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura.  Ada pula jembatan ampera kebanggaan kota Palembang yang juga menarik wisatawan.

Sejarah Jembatan

Jembatan dahulunya dibuat dengan kayu untuk menyeberangi sungai. Selain kayu dahulu jembatan juga dibuat dengan batu yang ditumpuk-tumpuk. Pada zaman Emperor Roma jembatan mulai didesain dengan bentuk melengkung. Kala  kaisar Romawi jembatan mulai dibuat dengan bata dan mortar. Pada abad ke 19 jembatan mulai menggunakan rangka besi yang tidak mudah lapuk dan lebih kuat menahan beban. Lebar jembatan juga dibuat lebih lebar sehingga bisa dilewati banyak kendaraan.

Sumber : https://backpackerjakarta.com/

Jenis Jembatan

Apabila dibedakan berdasarkan segi strukturnya maka jembatan terbagi atas beberapa jenis sebagai berikut ini :

  • Jembatan Movable

Jembatan ini merupakan jembatan bergerak sehingga jembatan ini bisa digerakkan dengan bantuan komando manusia. Jembatan ini bisa diputar keatas atau ke tepi sehingga jika ada perahu yang melewati jembatan bagian atasnya tidak rusak menabrak jembatan.

  • Jembatan Gantung

Jembatan ini memakai hanger atau kabel baja dan kabel utama sebagai penggantung dan tarikan dari kedua sisi ujung jembatan tersebut. Untuk membuat jembatan gantung anda perlu  blok angkur, menara portal dan girder lantai.

  • Jembatan Pelengkung

Jembatan ini memiliki ciri khas lengkungan dibagian tengah jembatannya. Lengkungan jembatan ini berfungsi untuk memindahkan berat dari jembatan dan beban ke dorong horizontal tertahan

  • Jembatan Alang

Jembatan alang memiliki struktur yang sangat sederhana ketimbang jembatan lainnya. jembatan ini berupa balok horizontal  yang disangga dengan tiang penompang dikedua pangkalnya.

Jika dibedakan berdasarkan material yang digunakan maka jembatan terbagi atas empat jenis yaitu :

  • Jembatan Kayu

jembatan ini memakai  material  kayu dalam konstruksinya. Jembatan kayu mudah dibuat sehingga tak membutuhkan waktu yang lama dalam pembangunannya namun jembatan ini mudah lapuk.

  • Jembatan Baja

jembatan baja menggunakan konstruksi baja dalam pembangunannya. Baja lebih kuat drai bahan kayu dan lebih murah ketimbang bahan beton. Baja juga mampu mengikuti bentuk arsitektur dan mudah dalam pemasangannya. Bahan baja juga bisa dibongkar pasang dengan cepat sehingga tidak boros dalam penggunaan bahan.

  • Jembatan Besi Kontruksi

Jembatan besi memiliki material besi yang harganya lebih mahal ketimbang material lainnya. Biarpun begitu jembatan besi mampu bertahan terhadap cuaca yang ekstrim. Jembatan besi juga mampu menampung beban yang amat berat seperti kereta api.

Tips Membangun Jembatan

Dalam membangun jembatan tidak boleh sembarangan. Salah perhitungan jembatan akan mudah ambruk walaupun dibuat dari bahan yang sangat kuat sekalipun. Untuk itu perhatikan kontur tanah dimana kepala jembatan akan dibangun. Anda juga perlu memperhatikan bagian tengah jembatan apakah merupakan daratan atau lautan. Pilihlah bahan jembatan yang sesuai jika bagian jembatan merupakan perairan maka pilih bahan yang tahan akan air.  Dalam pembangunan jembatan membuat kerangka yang aman dan kuat menjadi poin pertama yang perlu diperhatikan.

Ada baiknya untuk melakukan evaluasi setiap beberapa tahun sekali untuk mengetahui kelayakan jembatan. Apalagi jembatan yang sudah tua perlu mengalami perbaikan agar daya tahannya bisa optimal. Semoga bermanfaat ya ulasan diatas

Pengertian, Manfaat dan Struktur Bendungan

Bendungan sering juga disebut dengan dam yakni konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk dan sering digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air.  Bendungan sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lamanya. Bendungan tertua ialah Sadd-El Kafara yang dibangun di selatan kota Kairo, Mesir pada tahun 2950 dan 2750 sebelum masehi. Tinggi bendungan ini mencapai 12 meter dengan ketebalan 14-36 meter. Sayangnya bendungan ini telah hancur karena overtopping lalu pada 1200 banyak bendungan dibangun di Ceylon dengan tinggi 12-27 meter. Pembangunan bendungan ini terus berkembang bahkan hingga saat ini. Kini tinggi bendungan bahkan hingga mencapai 250 meter – 300 meter. Bendungan tertinggi di dunia berada di Tajikistan yang memiliki ketinggian hingga 335 meter. Terdapat tiga bendungan terbesar di dunia yang berada di Swiss, Italia dan Georgia yang tingginya rata-rata 260-285 meter saja.

Sumber : https://2.bp.blogspot.com/

Manfaat Bendungan

Pembuatan bendungan sendiri bukan tanpa alasan. Bendungan memiliki banyak sekali manfaat bagi umat manusia sehingga saat ini masih digunakan. Beberapa manfaat tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Irigasi

Bendungan merupakan tempat untuk menampung air hujan yang nantinya bisa anda gunakan saat musim kemarau tiba. Air yang ditampung tersebut bisa dipakai untuk kepentingan irigasi sehingga lahan pertanian anda tak  kekurangan air dan tanaman anda bisa hidup hingga masa panen tiba.

  • Memenuhi Kebutuhan Listrik

Bendungan juga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik anda. Dengan membangun pembangkit listrik tenaga air maka anda juga bisa memenuhi keperluan listrik  suatu daerah.

  • Destinasi Wisata

Bendungan juga bisa dijadikan destinasi wisata yang dapat menambah penghasilan daerah tersebut. Tak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang menyuguhkan panorama danau yang jarang ditemukan di tempat wisata lainnya.

  • Pengendali Banjir

Bendungan juga bisa digunakan untuk pengendali banjir. Adanya wadah menampung air ini saat curah hujan tinggi maka bendungan bisa menahan air agar tidak meluap ke kawasan pemukiman yang berada dibawah bendungan.

  • Tempat Olahraga Air

Bendungan ini bisa dijadikan lokasi olahraga air yang menarik.  Bendungan bisa dijadikan lokasi para atlet untuk olahraga air seperti  kano, pemancingan hingga polo air.

  • Perikanan

Bendungan juga bisa digunakan untuk perikanan dengan memakai karamba maupun jaring apung. Dengan begitu bendungan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai mata pencaharian penduduk setempat untuk memenuhi pundi-pundi keuangan mereka.

Jenis Bendungan Berdasarkan Struktur Bangunan

Berdasarkan struktur bangunan maka bendungan bisa diklasifikasikan  kedalam beberapa jenis diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Homogeneus Dams

Bendungan ini lebih dari setengah volumenya terbuat dari bahan bangunan yang seragam

  1. Concrete Dams

Concrete merupakan bendungan yang dibuat dari Beton dengan struktur tulangan maupun tidak

  1. Zoned Dams

Bendungan ini terdiri dari lapisan-lapisan seperti lapisan kedapan air, lapisan pengering dan lapisan batu teratur.

  1. Impermeable Face Rock Fill Dams

Bendungan ini berupa bendungan urungan batu yang berlapis-lapis disebelah hulu bendungan yang terbuat dari aspal dan beton bertulang.

Jenis Bendungan Berdasarkan Penggunaanya

Apabila disimak berdasarkan penggunaanya maka bendungan terbagi atas 3 jenis yaitu storage dams, diversion dams dan distension dams.  Storage dams ialah bangunan yang dibangun untuk membentuk waduk sebagai tempat menyimpan kelebihan air. Diversion dams ialah bendungan yang dibangun untuk mengalirkan air kedalam saluran atau terowongan air. Distension dams ialah bendungan yang dibangun untuk mencegah terjadinya banjir sehingga fungsinya memperlambat air masuk ke pemukiman.