CARA PEMASANGAN MEMBRAN BAKAR

Membran bakar merupakan metode waterproofing menggunakan bahan material berbentuk lembaran. Lembaran ini terbuat dari bahan modified bitumen. Serta diperkuat dengan serat tulang dari non-woven polyester.

Waterproofing jenis ini umum digunakan pada bagian teras, balkon, retaining wall, roof deck, kolam renang hingga kamar mandi.

Ada alasan mengapa membran bakar menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam aplikasi waterproofing. Selain dianggap sebagai metode terbaik dalam mencegah kebocoran ternyata berdasarkan teori, pemasangan membran bakar bisa dikatakan cukup mudah dan sederhana.

Meskipun dalam prakteknya tetap saja ada beberapa hal yang perlu sangat diperhatikan. Agar hasil pemasangannya bisa sempurna dan tidak menyulitkan di kemudian hari jika ternyata ada kebocoran.

Dalam pelaksanaannya pekerjaan waterproofing, kita perlu menyiapkan beberapa alat bantu. Seperti sikat, sapu dan kape. Sedangkan bahan dan proses yang perlu disiapkan dalam pemasangan waterproofing membran ini antara lain,

–       Bahan primer coating

Merupakan bahan lapisan awal dalam proses tahap pemasangan.

–       Waterproofing membrane bakar

Adalah material utama yang digunakan untuk menahan kebocoran.

–       Screed beton

Lapisan pada permukaan beton atau plester sebagai pedoman yang ingin dibuat pada area tertentu.

–       Acian halus

Tahap penutupan dinding yang sudah di plester, dimana fungsinya adalah untuk menutup pori – pori yang terdapat pada dinding yang baru diplester agar terlihat lebih rapat dan halus.

–       Kawat ayam

Mempunyai nama lain welded wire mesh atau welded mesh adalah kawat yang terbuat dari bahan stainless steel dan memiliki celah heksagonal.

–       Alat – alat lain sesuai kebutuhan kerja dan kondisi dilapangan.

 

Setelah semua bahan dan alat sudah dipersiapkan, kemudian tahapan cara pemasangan membran bakar adalah sebagai berikut,

  1. Bersihkan permukaan area struktur, area yang akan di waterproofing harus dipastikan benar – benar bersih dari butiran pasir dan debu karena dapat merusak kualitas membran. Pastikan proses ini dilakukan dengan benar dan teliti agar mempermudah dalam proses dan tahap lanjutannya.
  2. Lapisi permukaan dari area struktur dengan primer coating secara merata dan oleskan juga dinding yang terdapat pada area rencana setinggi 20 cm.
  3. Periksa kembali lapisan primer coating dengan seksama untuk memastikan bahwa tahapan ini telah dilakukan dengan teliti dan tidak ada yang terlewat.
  4. Pasang material membran bakar diatas seluruh permukaan beton dan pastikan kembali membran terpasang sempurna dan tidak ada bagian yang tidak merekat.
  5. Lakukan tes awal dengan cara membuat genangan air dan biarkan selama minimal 1×24 jam.
  6. Jika ketinggian air tidak berkurang, maka proses waterproofing dianggap berhasil, namun jika ternyata ketinggian air berkurang maka harus dicari letak titik kebocoran pada area struktur dan segera lakukan perbaikan.
  7. Tahapan terakhir adalah proses screed penutup waterproofing, untuk pengerjaan toilet langsung bisa ditutup oleh screed dengan ketebalan 2 – 5 cm, sedangkan untuk jenis pengerjaan saluran air sebaiknya dilapisi dahulu dengan kawat ayam kemudian baru lakukan proses screed dengan ketebalan 2 – 3 cm yang dilanjutkan proses finishing dengan menggunakan lapisan acian.

Adapun beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang baik adalah:

–       Setiap sambungan membran bakar diberikan overlap dengan lebar kurang lebih 10 cm.

 

–       Untuk sparing pipa sebaiknya dilakukan pengecoran dengan non shrink grout agar posisi pipa lebih kuat dan tidak bergeser.

 

–       Berikan corner rounded / fillet / chamfer pada setiap sudut, tujuannya adalah agar material tidak tertekuk dan patah juga untuk menghindari ada rongga yang tidak terjangkau pada sudut yang sempit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *