Apa Saja Penyebab Kerusakan Beton Bertulang

Beton adalah komponen bangunan yang sering dipilih karena memiliki kekuatan yang mumpuni. Selain itu biayanya juga cukup terjangkau dibandingkan bahan lain dengan kekokohan yang sama. Akan tetapi, kerusakan beton bertulang ada kemungkinan dapat terjadi.

Apa saja faktor yang dapat menjadi penyebab kerusakan beton bertulang? Ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu kerusakan baik ringan sampai dengan berat. Tentu Anda tidak ingin mengalaminya bukan?

Penyebab Kerusakan Beton Bertulang yang Umum Terjadi

Dilansir dari presentasi oleh BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dan sumber lainnya, ada beberapa daftar kerusakan beton beserta penyebabnya.

1. Retak

Keretakan beton dapat terjadi akibat beban berlebih yang diterima oleh beton, benturan, karbonasi, sampai dengan tumbuhan liar yang merambat di badan beton. Semua ini dapat menjadi penyebab komponen bangunan ini menjadi retak.

Sementara itu ada dua jenis keretakan yaitu struktural dan nonstruktural. Bedanya, pada keretakan struktural adalah kondisi yang terjadi terus menerus dan menjalar perlahan. Sementara itu non struktural adalah kerusakan yang tidak menjalar.

2. Dari Sifat Beton Itu Sendiri

Proses awal saat beton dibuat memegang peranan penting terhadap daya tahannya. Karena pada tahapan inilah yang menentukan seperti apa sifat beton itu sendiri. Misalnya campuran bahan pembuatnya seperti pasir, air, semen, dan kerikil yang kurang ideal akan berdampak buruk pada beton.

Sementara itu dapat pula terjadi pengurangan volume saat pengerasan. Peristiwa ini dapat disebabkan oleh air yang ada pada campuran menguap sebagian sehingga mempengaruhi volume dan akhirnya beton akan rusak atau retak.

3. Korosi Akibat Paparan Air Laut

Salah satu kerusakan yang umum terjadi pada beton bertulang adalah korosi atau karat. Akan tetapi penyebab dari karat itu sendiri dapat bermacam-macam. Salah satu faktor paling signifikan adalah paparan terhadap air laut.

Pada Laporan Akhir Kerusakan Beton Bertulang Jembatan Akibat Lingkungan Korosif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdapat pembahasan mengenai pengaruh kimiawi air laut.

Senyawa kimia di dalam air laut dapat berbeda tergantung pada lokasi dan limbah apa saja yang mengkontaminasinya. Senyawa ini memiliki sifat merusak, sehingga apabila beton terpapar pada air laut dapat menyebabkan menjadi lapuk bahkan karat pada tulangan baja.

4. Suhu

Penyebab kerusakan beton bertulang berikutnya adalah suhu. Dalam hal ini adalah suhu campuran di dalam beton ketika terjadi perkerasan. Saat campuran beton mengeras maka akan timbul reaksi dari air dan semen yang meningkat. Apabila suhu pada campuran ini terlalu tinggi maka apabila beton mengeras akan timbul keretakan.

Maka dari itu penting sekali untuk memperhatikan tinggi suhu saat proses pencampuran beton untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

5. Bahan Baku yang Kurang Baik

Kerusakan beton bertulang seringkali terjadi karena material penyusunnya yang kurang berkualitas. Misalnya adanya kandungan agregat yang kurang bersih. Apabila ada kotoran seperti lumpur di dalamnya dapat menyebabkan ikatan mudah terlepas. Apabila hal ini terjadi maka retakan akan mudah muncul saat beton mengering.

6. Proses yang Kurang Baik

Selain dari material pembuatnya, kerusakan beton juga dapat terjadi akibat prosesnya yang kurang baik. Contohnya ketika beton mengeluarkan banyak air saat perkerasan. Jika ini terjadi maka harus dilakukan pengawasan dan perawatan agar pengeluaran air itu tidak berlebihan.

Akan tetapi seringkali perawatan tidak dilakukan yang berakibat timbulnya retakan saat beton terbentuk. Maka dari itu saat tahap pengerasan ini diperlukan SDM yang memahami bagaimana proses pembentukan beton.

Itulah pembahasan singkat mengenai penyebab kerusakan beton bertulang yang kerap terjadi. Pastikan untuk benar-benar memperhatikan mulai dari proses pembentukan, material, sampai pengawasan agar mendapatkan beton berkualitas, kuat, dan tahan lama.

 

Pengaruh Warna Genteng untuk Rumah

Warna genteng rumah mempengaruhi tampilan bangunan secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan bagian genteng terletak paling atas dan mudah dilihat dari kejauhan. Apabila terlihat indah maka akan memberikan nilai tambah pada keseluruhan rumah.

Warna genteng tertentu yang Anda pilih akan memberikan kesan berbeda pada hunian Anda. Misalnya saja warna hijau memberikan kesegaran, sementara merah berkesan hangat.

Agar lebih mudah mengetahui lebih jauh mengenai efek yang diberikan oleh warna genteng terhadap bangunan, berikut penjelasannya:

1. Warna Genteng Merah

Warna merah adalah salah satu jenis yang cukup umum digunakan. Warna ini mampu memberikan kesan hangat dan ramah pada bangunan. Kesan klasik dan tradisional juga akan terasa dari rumah yang memiliki genteng berwarna merah.

Genteng yang merah juga bisa dikombinasikan dengan berbagai warna cat dinding. Misalnya saja putih, orange, krem, dan lain sebagainya.

2. Genteng Berwarna Coklat

Sebetulnya genteng dengan warna coklat termasuk yang paling umum. Karena banyak genteng yang memang sejak diproduksi memiliki warna alami ini yang dihasilkan dari bahan bakunya.

Akan tetapi bukan berarti warna genteng coklat tidak bisa tampil istimewa. Karena warna coklat tetap mampu memberikan kesan elegan dan mewah pada rumah. Warna yang satu ini juga cocok diterapkan bagi Anda yang ingin mendandani rumah dengan gaya kontemporer atau modern.

3. Genteng Warna Hijau

Warna hijau sering dikaitkan dengan alam dan lingkungan yang sehat, sehingga genteng hijau dapat memberikan kesan alami dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Nuansa hijau pada bagian atap rumah juga menambahkan kesan santai dan damai di dalam rumah.

Daya serap warna hijau terhadap panas sinar matahari juga diyakini lebih baik dibandingkan genteng dengan warna yang lebih gelap. Sebagai tambahan, genteng berwarna hijau juga terkesan unik karena jarang orang yang menggunakannya.

4. Warna Hitam Pada Genteng Memberikan Kesan Tegas

Warna hitam pada genteng dapat memberikan kesan misterius dan elegan pada rumah. Warna ini cocok untuk rumah dengan gaya minimalis atau modern. Akan tetapi masih banyak orang khususnya di Indonesia yang belum memilih warna ini saat memilih genteng.

Padahal warna hitam juga cocok bagi Anda yang ingin memberikan kesan elegan pada rumah. Daya serapnya yang baik terhadap panas membuat isi rumah merasakan suhu yang cenderung lebih hangat. Apabila Anda tinggal di dataran tinggi dan bersuhu dingin sepertinya patut untuk mempertimbangan genteng berwarna hitam.

5. Warna Biru

Biru melambangkan warna alami seperti laut dan langit. Karena itu warna biru juga cocok sebagai pilihan warna genteng karena begitu orang melihat ke atas bangunan, mereka seolah sedang melihat warna birunya langit.

Warna ini mampu memberikan kesan bersih dan sejuk kepada keseluruhan eksterior rumah. Agar semakin maksimal, gunakan warna biru yang sedikit gelap agar menambah kesan elegan.

6. Genteng Abu-Abu

Warna genteng abu-abu sering digunakan pada perumahan minimalis karena dianggap sederhana namun tetap elegan dan tegas. Warna ini sangat cocok untuk rumah minimalis modern yang lebih simpel. Agar lebih maksimal, disarankan untuk dikombinasikan dengan warna eksterior cerah, terutama di area teras.

Abu-abu juga dapat menjadi pilihan warna alternatif karena tidak mudah terlihat kotor. Nuansa warnanya pun tidak terlalu terang maupun gelap sehingga cocok dikombinasikan dengan ornamen lainnya. Kesan natural juga tetap kental terasa karena abu-abu sering ditemukan di alam.

Warna genteng rumah dapat mempengaruhi kesan dan estetika keseluruhan bangunan. Kira-kira warna apa saja yang akan Anda pilih untuk menjadi warna pada genteng Anda?

Keunggulan beton dalam Ketahanan terhadap Cuaca Ekstrem dan Kimia

Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Salah satu keunggulan utama dari beton adalah ketahanannya terhadap cuaca ekstrem dan kimia. Dalam artikel ini, kami akan mengeksplorasi secara rinci keunggulan beton dalam hal ini.

Ketahanan terhadap Cuaca Ekstrem:

  1. Tahan Terhadap Suhu Ekstrem: Beton memiliki ketahanan terhadap perubahan suhu yang ekstrem. Ini berarti beton tidak mudah retak atau merusak akibat perubahan suhu yang drastis. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk bangunan di daerah dengan iklim yang sangat panas atau sangat dingin.
  2. Ketahanan terhadap Pembebasan Es dan Pembekuan: Beton memiliki daya tahan yang baik terhadap pembebasan es dan pembekuan. Ini sangat penting di daerah yang mengalami musim dingin yang keras, di mana air bisa merusak material konstruksi. Beton memungkinkan penggunaan bahan tambahan seperti aditif retarder yang memperlambat pengerasan beton dan membantu menghindari kerusakan akibat pembekuan.
  3. Ketahanan terhadap Sinar Matahari dan Radiasi UV: Beton tahan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan radiasi ultraviolet (UV). Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk proyek di daerah dengan paparan sinar matahari yang kuat. Warna beton juga tidak mudah memudar akibat sinar matahari.
  4. Tahan Terhadap Angin Kencang: Beton adalah material yang kuat dan tahan terhadap angin kencang. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk bangunan di daerah yang sering terkena badai dan angin topan.
  5. Ketahanan Terhadap Hujan Asam: Beton juga memiliki tingkat ketahanan terhadap hujan asam yang baik. Ini karena sifat kimianya yang basa dapat membantu mengimbangi efek korosif dari hujan asam.

Ketahanan terhadap Kerusakan Kimia:

  1. Tahan Terhadap Korosi: Beton adalah tahan terhadap korosi, yang merupakan salah satu keunggulan utama di lingkungan yang memiliki paparan air dan kelembaban yang tinggi. Ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk konstruksi di sekitar air seperti bendungan, jembatan, dan pelabuhan.
  2. Ketahanan terhadap Bahan Kimia Berbahaya: Beton dapat tahan terhadap banyak bahan kimia berbahaya seperti asam, alkali, dan garam. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk fasilitas pengolahan kimia, laboratorium, dan instalasi industri yang mungkin terpapar bahan-bahan kimia berbahaya.
  3. Ketahanan terhadap Biokorosi: Beton juga memiliki ketahanan terhadap biokorosi, yang terjadi ketika mikroorganisme seperti bakteri menghasilkan asam yang merusak beton. Ini menjadikan beton cocok untuk penggunaan dalam lingkungan yang mungkin terkena biokorosi, seperti instalasi pengolahan air limbah.
  4. Tahan Terhadap Sulfat: Beton juga tahan terhadap kerusakan akibat sulfat. Ini penting di lingkungan di mana tanah atau air mengandung konsentrasi sulfat yang tinggi, seperti beberapa daerah pegunungan.
  5. Ketahanan terhadap Serangan Kimia: Beton memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan kimia, yang menjadikannya pilihan yang baik untuk menyimpan bahan kimia berbahaya atau material yang bersifat korosif.

Keunggulan Tambahan Beton dalam Lingkungan Ekstrem:

Selain ketahanan terhadap cuaca ekstrem dan kerusakan kimia, beton juga memiliki beberapa keunggulan tambahan dalam menghadapi kondisi lingkungan yang keras:

  1. Ketahanan Mekanis: Beton adalah material yang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan dan gaya mekanis. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk struktur yang harus menahan beban berat atau tekanan yang kuat.
  2. Ketahanan Terhadap Api: Beton memiliki ketahanan terhadap panas dan api yang baik. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk bangunan di mana ketahanan terhadap api sangat penting, seperti gedung apartemen atau instalasi industri.
  3. Isolasi Termal: Beton memiliki sifat isolasi termal yang baik. Ini berarti bahwa beton dapat membantu mempertahankan suhu dalam ruangan pada tingkat yang nyaman, yang dapat mengurangi biaya pemanasan dan pendinginan.
  4. Kehidupan Panjang: Beton adalah material yang sangat tahan lama. Struktur yang terbuat dari beton biasanya memiliki umur yang panjang dan memerlukan sedikit pemeliharaan.
  5. Kemudahan Pengecoran dan Bentuk yang Fleksibel: Beton dapat dicor dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai dengan kebutuhan desain. Ini memberikan fleksibilitas dalam proses konstruksi.
  6. Ramah Lingkungan: Beton adalah bahan yang ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alam seperti batu, pasir, dan air. Selain itu, kemampuannya untuk menjaga ketahanan terhadap cuaca ekstrem dan kerusakan kimia dapat mengurangi kebutuhan untuk penggantian dan perbaikan, yang pada gilirannya mengurangi limbah konstruksi.

Dalam penggunaan praktisnya, beton adalah pilihan yang sangat baik untuk berbagai jenis konstruksi, termasuk bangunan, infrastruktur, dan instalasi industri. Keunggulan dalam ketahanan terhadap cuaca ekstrem dan kerusakan kimia menjadikannya salah satu material yang paling diandalkan dalam lingkungan yang menghadapi tantangan ekstrem, dan itu telah terbukti menjadi investasi jangka panjang yang kokoh dalam perawatan dan daya tahan.

Panduan Memilih Perekat Keramik untuk Area Basah dan Kering

Panduan Memilih Perekat Keramik untuk Area Basah dan Kering

Pemasangan keramik membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam memilih perekat yang sesuai. Area basah, seperti kamar mandi dan dapur, memerlukan perekat berbeda dibandingkan area kering, seperti ruang tamu atau kamar tidur. Pemilihan perekat yang tepat akan membuat keramik lebih kokoh, tahan lama, dan tetap estetis. Simak panduan lengkap berikut ini untuk memilih perekat keramik yang sesuai.


Mengapa Pemilihan Perekat Keramik Penting?

Perekat keramik tidak hanya berfungsi untuk menempelkan keramik ke permukaan, tetapi juga untuk menjaga ketahanannya terhadap:

  • Kelembapan: Perekat tahan air mencegah keramik terlepas di area basah.
  • Perubahan Suhu: Perekat berkualitas tetap stabil meskipun terpapar suhu ekstrem.
  • Tekanan Berat: Perekat yang tepat mencegah keramik retak akibat beban berat.

Kesalahan dalam memilih perekat dapat menyebabkan:

  • Keramik mudah lepas.
  • Retak atau kerusakan pada nat.
  • Stabilitas keramik berkurang dalam waktu singkat.

Dengan memilih perekat yang tepat, masalah ini dapat dihindari, sehingga pemasangan keramik lebih tahan lama dan aman.


Jenis Perekat Keramik dan Kegunaannya

Berikut adalah jenis-jenis perekat keramik yang umum digunakan:

1. Perekat Berbasis Semen

  • Cocok untuk: Area kering seperti ruang tamu dan kamar tidur.
  • Keunggulan:
    • Mudah diaplikasikan.
    • Harga terjangkau.
  • Kelemahan: Kurang tahan air, sehingga tidak cocok untuk area basah tanpa aditif tambahan.

2. Perekat Tahan Air (Waterproof Adhesive)

  • Cocok untuk: Area basah seperti kamar mandi, dapur, dan kolam renang.
  • Keunggulan:
    • Tahan terhadap kelembapan tinggi.
    • Mencegah keramik terlepas akibat paparan air.
  • Kelemahan: Harganya lebih mahal dibandingkan perekat berbasis semen.

3. Perekat Epoksi

  • Cocok untuk: Area ekstrem seperti kolam renang atau lingkungan industri.
  • Keunggulan:
    • Tahan air dan bahan kimia.
    • Sangat kuat, cocok untuk beban berat.
  • Kelemahan:
    • Harga mahal.
    • Proses aplikasi lebih rumit.

4. Perekat Instan

  • Cocok untuk: Perbaikan kecil atau pemasangan keramik berskala kecil.
  • Keunggulan:
    • Cepat kering.
    • Mudah digunakan.
  • Kelemahan: Tidak cocok untuk proyek besar.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Perekat

Sebelum membeli perekat keramik, perhatikan faktor berikut:

  1. Jenis Area
    • Area Basah: Pilih perekat tahan air atau epoksi.
    • Area Kering: Perekat berbasis semen sudah memadai.
  2. Ukuran dan Berat Keramik
    • Keramik besar atau berat memerlukan perekat dengan daya rekat tinggi.
  3. Jenis Permukaan
    • Beton: Umumnya cocok dengan perekat berbasis semen.
    • Kayu atau Logam: Gunakan perekat khusus, seperti epoksi.
  4. Kondisi Lingkungan
    • Paparan sinar matahari atau suhu ekstrem membutuhkan perekat yang tahan terhadap perubahan lingkungan.

Langkah-Langkah Pemasangan Keramik yang Tepat

Ikuti langkah berikut untuk memastikan pemasangan keramik yang rapi dan tahan lama:

1. Persiapan Permukaan

  • Pastikan permukaan rata, bersih, dan bebas debu.
  • Perbaiki retakan atau lubang yang ada sebelum pemasangan.

2. Pencampuran Perekat

  • Ikuti petunjuk produsen saat mencampur perekat.
  • Hindari mencampur terlalu banyak air agar daya rekat tidak berkurang.

3. Aplikasi Perekat

  • Gunakan trowel bergigi untuk menyebarkan perekat secara merata.
  • Sesuaikan ketebalan perekat (biasanya 3-5 mm).

4. Pemasangan Keramik

  • Pasang keramik dengan menekannya perlahan untuk memastikan daya rekat maksimal.
  • Gunakan spacer untuk menjaga jarak antar-keramik agar hasilnya rapi.

5. Pengisian Nat

  • Setelah perekat mengering, isi celah antar-keramik dengan nat yang sesuai.
  • Bersihkan sisa nat sebelum mengering.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Hindari kesalahan berikut untuk memastikan pemasangan keramik yang sukses:

  • Menggunakan perekat berbasis semen di area basah tanpa tambahan tahan air.
  • Tidak mempersiapkan permukaan dengan baik (permukaan kotor atau tidak rata).
  • Ketebalan perekat tidak merata sehingga keramik mudah lepas.
  • Mengabaikan petunjuk produsen saat mencampur dan mengaplikasikan perekat.

Tips untuk Hasil Maksimal

  • Gunakan Perekat Berkualitas: Pilih produk dari merek terpercaya untuk hasil optimal.
  • Ikuti Petunjuk Produsen: Selalu perhatikan instruksi penggunaan perekat.
  • Lakukan Uji Coba: Pasang keramik di area kecil terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke area besar.
  • Gunakan Tenaga Profesional: Untuk proyek besar, pertimbangkan menyewa jasa ahli.

Kesimpulan

Memilih perekat keramik yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil pemasangan yang kokoh, tahan lama, dan estetis. Dengan mempertimbangkan jenis area, jenis perekat, dan langkah pemasangan yang benar, Anda dapat menghindari berbagai masalah seperti keramik lepas atau retak. Gunakan produk berkualitas dari penyedia terpercaya, seperti anekabangunan.com, untuk hasil terbaik pada proyek Anda.

Cara Menghitung Kebutuhan Beton untuk Rumah Agar Tidak Kurang atau Berlebih

Dalam proyek pembangunan rumah, salah satu hal yang sering menjadi masalah adalah kesalahan menghitung kebutuhan beton. Akibatnya bisa dua: beton kurang saat pengecoran (berbahaya karena pekerjaan harus berhenti), atau justru berlebih sehingga terjadi pemborosan biaya.

Karena itu, memahami cara menghitung kebutuhan beton sangat penting, baik untuk pemilik rumah, tukang, maupun kontraktor.

Artikel ini akan membahas cara menghitung kebutuhan beton secara sederhana namun akurat, lengkap dengan contoh perhitungan untuk rumah 1–2 lantai.


1. Apa Itu Kebutuhan Beton?

Kebutuhan beton adalah jumlah volume beton yang diperlukan untuk semua elemen struktur bangunan, seperti:

  • Pondasi
  • Sloof
  • Kolom
  • Ring balok
  • Plat lantai (dak)

Satuan yang digunakan adalah meter kubik (m³).


2. Rumus Dasar Menghitung Beton

Rumus paling dasar:

Volume Beton = Panjang × Lebar × Tinggi

Rumus ini digunakan untuk semua elemen struktur, hanya bentuknya yang berbeda-beda.


3. Cara Menghitung Kebutuhan Beton per Bagian

A. Pondasi

Contoh pondasi batu kali atau foot plate sederhana:

Misalnya:

  • Panjang pondasi: 50 meter
  • Lebar: 0,6 m
  • Tinggi: 0,6 m

Perhitungan:

50 × 0,6 × 0,6 = 18 m³ beton


B. Sloof

Misalnya:

  • Panjang total sloof: 50 m
  • Ukuran: 0,15 m × 0,20 m

Perhitungan:

50 × 0,15 × 0,20 = 1,5 m³


C. Kolom

Misalnya:

  • Jumlah kolom: 12 buah
  • Ukuran kolom: 0,15 × 0,15 m
  • Tinggi: 3 m

Perhitungan:

1 kolom = 0,15 × 0,15 × 3 = 0,0675 m³
Total = 0,0675 × 12 = 0,81 m³


D. Ring Balok

Misalnya:

  • Panjang total: 50 m
  • Ukuran: 0,15 × 0,20 m

Perhitungan:

50 × 0,15 × 0,20 = 1,5 m³


E. Plat Lantai (Dak Beton)

Misalnya:

  • Luas rumah: 6 m × 10 m = 60 m²
  • Tebal dak: 0,12 m

Perhitungan:

60 × 0,12 = 7,2 m³


4. Contoh Total Kebutuhan Beton Rumah 1 Lantai

Misalnya rumah sederhana:

  • Pondasi: 18 m³
  • Sloof: 1,5 m³
  • Kolom: 0,81 m³
  • Ring balok: 1,5 m³
  • Dak (opsional): 7,2 m³

Total:

 18 + 1,5 + 0,81 + 1,5 + 7,2 = 29,01 m³ beton


5. Contoh Rumah 2 Lantai

Tambahan struktur lantai 2:

  • Kolom tambahan
  • Pelat lantai 2
  • Ring balok tambahan

Biasanya kebutuhan naik sekitar:
60% – 100% lebih banyak dari rumah 1 lantai

Contoh:

  • Rumah 1 lantai = 30 m³
  • Rumah 2 lantai = 50–60 m³

6. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Beton

? Ukuran bangunan

Semakin besar rumah, semakin banyak beton.

? Jumlah lantai

Rumah 2 lantai jelas membutuhkan lebih banyak beton.

? Jenis struktur

Dak beton, kolom besar, atau desain khusus meningkatkan kebutuhan.

? Desain arsitektur

Rumah dengan banyak kolom dan balok otomatis butuh beton lebih banyak.


7. Kesalahan Umum dalam Menghitung Beton

? Tidak menambahkan cadangan 5–10%
? Tidak menghitung semua elemen struktur
? Salah ukuran di lapangan
? Tidak memperhitungkan pemborosan saat pengecoran

Akibatnya: beton kurang saat pekerjaan berlangsung

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan beton adalah langkah penting dalam pembangunan rumah agar pekerjaan berjalan lancar dan efisien.

Rumus dasarnya sederhana:

Panjang × Lebar × Tinggi

Namun dalam praktiknya, semua elemen struktur harus dihitung dengan teliti, mulai dari pondasi, sloof, kolom, hingga dak.

Dengan perhitungan yang tepat:
? Tidak kehabisan beton
? Tidak boros biaya
? Proyek lebih lancar
? Hasil bangunan lebih rapi dan aman

Tips Memilih Semen Berkualitas

tips memilih semen berkualitas

Tips Memilih Semen Berkualitas – Semen adalah salah satu material pabrikan yang menjadi komponen utama dalam pengerjaan struktur beton, pemasangan dinding, plesteran, keramik dan lain-lain. Semen menjadi salah satu komponen utama dalam proses pembangunan, selain pasir, bata merah, koral dan lain sebagainya. Bahan material yang satu ini sangat penting keberadaannya dalam pengerjaan struktur bangunan. Pada dasarnya semen yang baik memiliki 4 unsur utama yaitu batu kapur, tanah liat, pasir kwarsa atau silica dan pasir besi. Keempat unsur ini jika dikombinasikan dengan formula sempurna bisa menghasilkan semen berkualitas.

Tips Memilih Semen Berkualitas

Saat ini di pasaran ada banyak sekali merek semen yang bisa dipertimbangkan sebagai pilhan utama. Jika bagi orang yang sudah familiar dengan dunia bangunan maka tidak akan sulit untuk menentukan semen mana yang berkualitas dan seperti apa ciri-ciri semen berkualitas. Namun, ini jelas berbeda kasus jika anda yang masih awam harus menentukan semen mana yang memiliki kualitas tinggi. Untuk itulah, berikut ini ada beberapa tips memilih semen berkualitas yang bisa anda terapkan saat akan membeli semen nantinya:

tips memilih semen berkualitas

Sumber: Heidelberg Cement Group

  1. Memiliki Logo SNI

Tips memilih semen berkualitas yang pertama adalah dengan melihat logo SNI (Standar Nasional Indonesia) di kemasannya. Seperti yang kita tahu, SNI merupakan logo yang menunjukkan bahwa suatu produk layak dan sudah diuji kualitas, keamanan dan spesifikasinya sebelum dipasarkan.  Pastikan semen pilihan anda memiliki logo ini ya.

  1. Perhatikan Warna dan Tekstur Semen

Tips memilih semen berkualitas yang kedua adalah dengan memperhatikan warna dan tekstur semen. Semen yang bagus dan berkualitas seharusnya teksturnya langsung terurai dan tidak menggumpal saat dipegang. Selain itu secara visual semen juga memiliki permukaan lembut seperti butiran debu. Kemudian untuk warnanya sendiri, semen berkualitas harusnya berwarna abu-abu kehijauan.  Hindari untuk memilih semen dengan warna terlalu gelap karena ini berarti kandungan MgO nya terlalu tinggi dan menyebabkan semen mudah retak saat digunakan.

  1. Pilih Semen Dengan Usia Baru

Yang dimaksud dengan usia baru adalah kondisi semen yang masih baru. Setidaknya semen yang masih bisa dikategorikan sebagai semen berkualitas, paling lama disimpan selama 1 bulan. Anda mungkin tidak bisa menanyakan langsung kepada pemilik toko, karena itu anda bisa mengecek usia semen dengan menekannya dari luar kemasan. Jika terasa keras maka semen ini sudah terlalu lama disimpan dan kualitasnya kurang. Sedangkan jika ditekan masih terasa lunak dan lembut berarti semen ini masih tergolong baru an layak untuk digunakan.

  1. Perhatikan Kemasan Semen

Tips  selanjutnya dalam memilih semen berkualitas adalah dengan memperhatikan kemasan semen. Seperti yang anda tahu bahwa mayoritas semen akan dikemas dalam kemasan (karung) berukuran 40-50 kg kan? Nah, saat anda memilih semen merek apapun pastikan anda memperhatikan kemasannya. Pilih semen dengan kemasan yang bagus dan tidak rusak. Kemasan yang rusak bisa saja membuat kualitas, tekstur dan warna semen berubah. Perubahan ini jelas akan berpengaruh terhadap hasil akhir pengaplikasian semen terhadap struktur bangunan anda.

Nah, di luar keempat tips memilih semen berkualitas di atas, anda harus tahu dan sadar bahwa cara penyimpanan semen sangat berpengaruh terhadap kualitas semen itu sendiri. Jadi setelah  membeli semen, pastikan anda menyimpannya dengan benar ya. Di lain kesempatan, kita akan membahas kembali mengenai cara penyimpanan semen yang benar.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda..

Tips Mendapatkan KPR Properti

Rumah menjadi salah satu kebutuhan yang diperlukan setiap orang.  Rumah digunakan sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas dan hujan. Sayang tak semua orang bisa mendapatkan rumah yang bisa diidamkan mereka. Pasalnya harga rumah tidaklah murah bahkan selalu naik setiap tahunnya. Inilah yang membuat beberapa orang berpikir dua kali untuk membeli rumah secara tunai. Akhirnya, dipilihlah kredit pemilikan rumah atau KPR sebagai salah satu solusi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan rumah hunian.KPR ini terdiri dari dua jenis yakni KPR konvensional dan KPR bersubsidi. KPR bersubsidi merupakan KPR yang harganya miring karena mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Sumber : https://cdns.klimg.com/

Cara Mengajukan KPR

Untuk mengajukan KPR tak sama seperti membeli kendaraan secara kredit. Ada langkah-langkahnya yang bisa anda simak sebagai berikut :

  • Tentukan Rumahnya

Langkah pertama yang perlu anda lakukan ialah menentukan rumah idaman anda. Perhitungkan lokasi dan pastikan  rumah tersebut atau tanahnya tidak memiliki sengketa. Kemudian cermati apakah surat-suratnya lengkap atau tidak. Selain factor lokasi anda juga perlu mempertimbangkan kondisi bangunan rumah dan desain dari rumah tersebut. Pastikan bangunan tersebut kokoh dan layak untuk anda huni.

  • Ajukan Ke Bank dan Lengkapi Dokumen

Setelahnya developer akan menginformasikan bank mana yang bekerja sama dengan mereka untuk proses pengajuan KPR. Anda pasti diminta untuk melengkapi beberapa dokumen pribadi seperti KTP dan kartu keluarga,NPWP, slip gaji, buku nikah, surat keterangan bekerja untuk anda yang bekerja sebagai karyawan dan rekening Koran tabungan untuk 3 bulan terakhir. Anda juga diminta untuk salinan sertifikat tanah,IMB dan surat tanda jadi dari developer.

  • Menunggu Proses Appraisal

Saat semua persyaratan telah ter[penuhi maka bank akan mengecek apakah anda layak untuk mendapatkan pinjaman atau tidak. Bank akan mengecek apakah anda termasuk dalam daftar blacklist atau tidak, apakah anda memiliki track record yang baik atau tidak dalam hal kredit serta apakah penghasilan anda memang dinilai cukup untuk mengangsur KPR.

  • Bank Akan Melakukan Penawaran dan Diakhiri Dengan Akad Kredit

Jika anda dinilai layak mendapatkan KPR maka pihak bank akan melakukan penawaran. Anda akan diinformasikan berapa tawaran suku bunga dan syarat ketentuan akan KPR yang diajukan. Coba cek detail rincian biaya KPR dan apabila anda menerima tawaran tersebut maka akan dilanjutkan dengan tanda tangan akad kredit.

Cara KPR Disetujui Bank

Tak semua pengajuan KPR disetujui oleh bank malah banyak pula yang ditolak. Untuk mendapatkan KPR yang anda impikan cobalah untuk mengikuti tips-tips berikut ini :

  • Ingat Persyaratan Dokumen Harus Benar-Benar Anda Lengkapi

Hal paling pertama untuk dilakukan ialah  melengkapi dokumen yang diminta oleh pihak bank. Seperti anda simak persyaratan dokumen biasanya meliputi dokumen pribadi anda sendiri. Jadi untuk melengkapinya pastilah bisa anda lakukan.

  • Perbaiki Reputasimu Dimata Bank

Selanjutnya perbaiki reputasi anda dimata bank dengan melakukan beberapa hal.  Jika anda memiliki hutang bank maka lunasi terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR. Hindari pensiun dini jika anda mengajukan KPR dan rajinlah menabung.  Apabila anda memiliki kartu kredit maka pastikan tagihan anda dibayarkan tepat waktu begitu pula dengan angsuran hutang.

  • Jangan Pilih Developer Abal-Abal

Ada baiknya anda memilih rumah dengan reputasi developer terpercaya.  Pihak bank tak semabarangan memilih developer properti. Pihak developer sendiri biasanya punya partner bank sendiri yang biasa diajak kerja sama. Lebih baik anda menanyakan par

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Membangun Pondasi Gedung

membangun pondasi gedung

Dalam membangun sebuah gedung maupun bangunan tentu menetapkan pondasi sangatlah penting. Pondasi merupakan suatu bagian dalam konstruksi bangunan yang gunanya untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang ada diatasnya. Apabila pondasi dibangun kuat maka bangunan gedung maupun rumah anda juga akan kuat berdiri kokoh. Ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan saat membangun pondasi gedung yang bisa anda simak sebagai berikut :

Sumber : https://i2.wp.com/dekoruma.blog

 

Kenali Jenis Pondasi

Ada beberapa jenis pondasi dalam membangun sebuah gedung.  Menurut jenisnya ada dua pondasi yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.  Pondasi dangkal digunakan untuk bangunan satu lantai sedangkan pondasi dalam untuk bangunan dua lantai. Tipe pondasi dangkal juga terdiri atas 4 tipe diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Pondasi cakar ayam digunakan untuk bangunan berukuran  60 x 60 cm dengan diameter 10 mm.
  2. Pondasi batu kali merupakan pondasi yang menggunakan batu kali dengan lebar 60 cm x 25 cm dan tinggi 60 cm.
  3. Pondasi Batu Bata dibuat dengan mencampur pasir, semen dan air dengan ukuran standar perhitungan
  4. Pondasi Foot Plat juga dikenal sebagai pondasi jalur yang terbuat dari beton bertulang

Untuk tipe pondasi dalam terbagi atas dua tipe yakni pondasi bore pile dan tiang pancang. Pondasi bore pile  dibuat dengan pengeboran kemudian memasukkan tulangan dan diakhiri dengan pengecoran. Pondasi tiang pancang dimulai dengan beton precast yang memiliki panjang 10 – 30 meter yang kemudian ditancapkan ke tanah saat proses pemancangan.

Jenis Tanah

Pengaruh tanah juga perlu diperhatikan saat membangun pondasi gedung. Jenis tanah terdiri dari tanah keras, sedang, lunak dan sangat lunak. Jenis tanah yang dipakai untuk pondasi ialah tanah keras yang kuat untuk dijadikan tatakan bangunan. Pondasi dapat diterapkan berdasarkan kedalaman tanah itu sendiri. Misalnya saja untuk tanah kedalaman 3-20 meter maka sebaiknya menggunakan pondasi dangkal atau pondasi dalam. Apabila tanah keras berada dalam lebih dari 20 meter maka ada baiknya menggunakan pondasi tiang pancang dan bored pile. Pondasi tanah yang lunak akan berbahaya bagi bangunan untuk berdiri kokoh. Tekstur tanah yang lembek ini biasa ditemukan di daerah lereng gunung.

Perhatikan Waktu Pembangunan

Waktu pembangunan juga perlu diperhatikan karena semakin lama pembangunannya maka biaya yang dikeluarkan juga akan lebih tinggi. Selain waktu anda juga perlu memperhatikan cuaca lingkungan bangunan. Pilihlah waktu pembangunan dimusim kemarau atau peralihan untuk menghindari hujan. Hujan dapat menghambat pengerasan pondasi bangunan yang hendak didirikan.

Arsitektur Bangunan

Selain waktu dan jenis tanah dalam membangun pondasi bangunan juga perlu memperhatikan arsitektur bangunan itu sendiri. Bentuk bangunan sangat mempengaruhi material berat yang nantinya akan anda gunakan. Untuk itu ada baiknya sebelum membangun sebuah pondasi anda sudah mengantongi desain rumah yang hendak dibangun. Rencanakan jauh-jauh hari agar aman dan sesuai dnegan ekspektasi anda.

Perhatikan Lokasi Sekitar

Terakhir, jangan lupa untuk memperhatikan lokasi geografis sekitar bangunan yang hendak dibangun. Cermati apakah kondisi tanah stabil dan lingkungannya tergolong aman untuk didirikan bangunan. Apakah tanah yang ada di lokasi tersebut tergolong kuat menompang bangunan ataupun tidak.  Beberapa lokasi  seperti pegunungan atau tepi pantai memiliki kondisi tanah yang tak biasa sehingga pembangunan pondasinya juga lebih rumit dilakukan.

Konsultasikanlah kepada pihak kontraktor terkait lokasi bangunan agar pembangunan gedung anda bisa lancar dilakukan. Semoga ulasan diatas membantu anda dalam membangun pondasi bangunan yang kuat sehingga bangunan dapat kokoh berdiri.