Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Sebagai negara yang dikelilingi oleh gunung aktif maka hal yang lumrah jika Indonesia rawan dengan gempa bumi. Beberapa tahun belakangan ini bahkan gempa bumi menghancurkan beberapa kota dan wilayah di Indonesia bagian tengah. Sebenarnya ada beberapa cara dalam menghadapi gempa bumi ini salah satunya ialah membangun bangunan tahan gempa.

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Bangunan tahan gempa ini memiliki ciri-ciri khusus diantaranya ialah sebagai berikut :

Kualitas Tanahnya Baik

Untuk membangun bangunan tahan gempa perlu memperhatikan pula kualitas tanahnya.  Tanah yang baik untuk dibangun pondasi bangunan diatasnya haruslah memiliki kepadatan yang baik. Tanah tersebut tebal atau keras sehingga saat terjadi getaran tinggi permukaan tanah tidak ikut rusak. Salah satu contoh tanah  padat ialah  pasir tanah liat dan kerikil berpasir.

Memakai Beton Bertulang

Bangunan tahan gempa umumnya memakai beton bertulang. Beton bertulang ini berguna menahan beban inersia gempa. Penggunaan beton bertulang ini perlu dihitung secara seksama agar tahan akan guncangan. Beton sendiri bisa dibuat dengan campuran air, semen, kerikil dan pasir halus.

Pondasinya Kuat, Struktur Bangunannya Simetris

Pondasi juga menjadi bagian terpenting dalam bangunan sebab menahan bangunan yang ada diatasnya. Kedalaman minimum dari pondasi yang dibangun haruslah 60 hingga 75 cm. Tidak lupa lengkapi angkur dengan diameter 12 mm dan panjang 20-25 cm. bangunlah bangunan anda dengan tidak terlalu banyak aksen atau bentuknya simetris agar tahan gempa.

Menggunakan Material Bangunan yang Minimal

Bangunan tahan gempa menggunakan material yang minimal. Umumnya bahan yang dipakai seperti bata ringan, semen mortar dan baja ringan yang memiliki berat yang tidak begitu berat dibandingkan dengan batu bata maupun batako.

Standar Bangunan Anti Gempa

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Seperti yang diulas melalui ciri-ciri bangunan tahan gempa maka standar untuk membangun konstruksi tahan gempa sendiri tidak sama dengan bangunan pada umumnya. Bahan bangunan yang sering dipakai dalam membangun kontruksi tahan gempa ialah bahan semen mortar dan baja ringan. Baja ringan selain ringan juga mampu memaksimalkan penggunaan genteng. Mortar sendiri merupakan bahan campuran dari semen, batu kapur dan pasir. Apabila anda mencampurnya dengan air maka akan mengental dan pekat dibandingkan mortar sendiri. semen mortar sendiri juga tahan api sehingga mampu menahan panas matahari.

Bagian atapnya biasa memakai papan dan GRC yang anti roboh ketika gempa terjadi. Bagian amping terbuat dari susunan bata yang komposisinya satu adukan semen dibanding dengan 4 pasir dan diplester.  Struktur bangunan tahan gempa sendiri penempatan massa struktur walau terpisah tetap bisa saling berinteraksi.

Tips Berlindung Saat Gempa Terjadi

Tidak hanya bangunan tahan gempa saja yang perlu diperhatikan namun juga ada beberapa hal yang perlu anda lakukan saat gempa terjadi. Beberapa hal tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

Pastikan Kompor Mati

Pastikan kompor anda dalam keadaan mati atau sumber api dimatikan. hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran pada bangunan

Cari Tempat Berlindung

Selanjutnya segera carilah tempat perlindungan yang bisa melindungi anda dari benda yang jatuh. Apabila berada dalam ruangan bisa berlindung di bawah meja yang kuat. Perhatikan pecahan kaca yang mampu membahayakan diri.

Hindari Memakai Lift

Saat anda sudah merasa guncangan segera keluar dari lift atau bangunan. Pakai interphone untuk panggilan darurat jika sudah berada didalam lift .  apabila sedang berkendara maka segera parkir di tempat yang kosong dan jauh dari pepohonan.

Cara Membuat Dak Beton Rumah Bertingkat

Dak adalah sebuah istilah yang berarti pembatas antara lantai dasar dengan lantai yang ada di atasnya. Namun dalam kesehariannya, dak ini juga sering kali ditunjukan sebagai konstruksi yang ada di bagian paling atas. Bahan untuk membuat dak ini juga umumnya berbeda-beda, bisa menggunakan beton, kayu dan tanah liat. Jadi jika diartikan, maka dak beton adalah pembatas lantai termasuk juga bagian atap yang terbuat dari bahan beton.

Kelebihan Dak Beton

Di poin pertama ini kita akan membahas mengenai kelebihan dak beton yang bisa menjadi pertimbangan Anda:

  • Jika dibandingkan dengan model atap runcing atau model tertutup, atap dak beton dapat menjadi sebuah tambahan ruang, misalnya saja sebagai ruang cuci. Hal ini karena bentuknya yang datar seperti lantai rumah biasa.
  • Penggunaan dak beton bisa memungkinkan untuk penambahan tinggi bangunan, misalnya saja dari model rumah 2 lantai menjadi rumah 3 lantai dan seterusnya sepanjang konstruksinya kuat dan memungkinkan.
  • Dak beton adalah salah satu jenis dak yang bisa dibilang paling kuat dan tidak mudah rusak. Tahan pada cuaca baik itu panas, hujan, ataupun terpaan angin kencang.
  • Jika ketebalan dak beton bisa dikerjakan dengan baik maka akan mampu meredam panas sinar matahari dengan baik. Namun meski begitu tetap saja banyak yang menambahnya dengan platfon gypsum dari bagian langit-langit demi kenyamanan ekstra serta estetika
  • Dak beton ini biaya perawatannya minim dan mudah sekali dibersihkan. Selain itu dak beton juga tidak harus dihiasi dan proses membersihkannya juga hanya dengan cara biasa, misalnya saja disapu dan disiram untuk menghilangkan debu.

Bagaimana Cara Membuat Dak Beton?

Pada umumnya dak beton dibuat dengan cara yang konvensional yaitu dengan menggunakan cor beton atau sistem pabrikasi. Sebagai pelat pembatas antara lantai rumah, maka pembuatan dak beton yang baik dan benar sangatlah penting dan wajib untuk diperhatikan secara teliti. Dengan membuat dak beton yang baik, maka daya tahan rumah untuk dan kualitas bangunan juga akan semakin terjamin.

Karakteristik sebuah dak beton yang baik harus mempunyai 4 poin utama seperti berikut ini:

  • Solid atau kuat supaya mampu menahan beban dan berat tanpa masalah
  • Cara pengerjaan yang rata dan halus, karena hal tersebut akan berpengaruh pada fungsi dan estetika rumah secara keseluruhan.
  • Efisiensi, artinya dak beton tersebut harus dibangun dalam waktu yang tepat dan tidak terlalu lama agar hasilnyapun tidak mudah retak atau keropos
  • Ekonomis, artinya dak beton juga adalah salah satu pilihan untuk membuat pelat lantai yang murah, jadi lebih irit.

Seorang kontaktor yang baik biasanya akan mulai membuat dak beton dengan cara menghitung dimensi lantai untuk bisa menaksir bahan dan material yang nantinya digunakan, peralatan yang diperlukan, misalnya saja seperti bor, serta jumlah tim kerja yang diperlukan. Selain itu kontraktor juga harus mampu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk membuat dak beton agar hasil dak beton nantinya tidak melengkung, tidak rata atau bahkan retak karena tidak pas.

Tips Membuat Dak Beton

Anda ingin membuat dak beton? Simak tips-tipsnya berikut ini:

  • Pastikan menghitung dimensi dan jumlah besi tulangan dulu yang pas. Tujuannya adalah untuk membuat dak beron sesuai dengan ukuran ruangan. Hal ini karena penggunaan besi yang berlebihan tentunya sangat tidak dianjurkan karena bisa jadi malah akan menambah bobot struktur dan boros biaya pembuatan.
  • Untuk bisa menahan gaya tekan dengan baik, maka ketebalan dari dak beton haruslah cukup. Pada umumnya dak lantai beton sendiri dibuat dengan ketebalan 2 cm, sedangkan untuk bagian atapnya dak beton rata-rata menggunakan ketebalan minimal 8 cm.
  • Harus menyesuaikan antara kualitas dari dak beton dengan kebutuhan struktur, terutama untuk benda-benda yang nantinya akan diletakkan dalam ukuran bobot yang tidak lazim. Misalnya saja bila ada penambahan brankas pada titik-titik tertentu di lantai bagian atas, maka harus dipertimbangkan.
  • Anda harus memastikan dan memperhatikan pengadukan bahan agar benar-benar merata. Komposisi bahan adukan haruslah tidak terlalu cair atau terlalu kental serta tidak muncul segregasi atau butiran terpisah yang nantinya mempengaruhi kualitas pengerjaan dak beton nantinya.
  • Pastikan untuk menyiram air supaya terhindar dari pengerasan dak beton sebelum waktunya. Hal ini dapat juga diatasi dengan cara menaruh kain basah diatas permukaan lain supaya dak beton tidak terlalu cepat mengerasnya.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda..

Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga

Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga

Tangga menjadi satu bagian rumah yang penting, khususnya untuk bangunan yang terdiri lebih dari satu lantai. Bahkan tidak sedikit orang yang memberikan perhatian ekstra pada bentuk dan desain tangga saat membangun sebuah hunian. Apakah hunian Anda juga memiliki tangga? Jika iya, maka mungkin Anda termasuk salah satu orang yang merasa bimbang untuk memasang karpet atau tidak pada tangga. Beberapa orang memilih memasang karpet pada anak tangga agar tangga tidak licin saat dipijak. Selain itu faktor estetika juga menjadi alasan mayoritas orang untuk memasangnya.

Meski terlihat sepele, pemasangan karpet ini tidak boleh dilakukan dengan asal lho. Bahkan seseorang harus menggunakan teknik khusus untuk memasang si karpet. Hal ini dilakukan agar hasil pemasangan bagus dan bisa berfungsi secara optimal.

Bagaimana Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga?

Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga

Pada dasarnya ada beberapa jenis karpet yang bisa Anda pasang pada anak tangga. Sebut saja ada karpet berbahan wol, tenun hingga woven. Setiap jenis bahan karpet tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun, kabarnya karpet tangga dengan bahan woven adalah yang terbaik. Karena bahannya yang berkualitas tinggi dan langka, maka karpet woven juga dikenal dengan harganya yang relatif mahal.

Nah, terlepas dari jenis karpet yang Anda pilih tentunya pemasangan karpet pada anak tangga tidak boleh asal. Anda bisa saja memasang karpet tersebut sendiri atau meminta bantuan pihak lain. Untuk pemasangan menggunakan jasa pihak lain, sudah pasti Anda harus mengeluarkan biaya ekstra. Lalu bagaimana cara memasang karpet pada anak tangga dengan benar?

Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga

Anda harus tahu bahwa ada dua jenis teknik atau cara memasang karpet pada anak tangga yaitu gaya Hollywood dan gaya waterfall. Keduanya memiliki perbedaan cara memasang dan tampilannya. Yuk simak ulasan singkatnya berikut ini:

  • Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga dengan Gaya Hollywood

Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga

Teknik pemasangan yang pertama ini secara visual terlihat karpet membalut hampir seluruh permukaan anak tangga. Hal ini karena setiap celah dan sudut anak tangga akan ditutup dengan karpet. Jadi, karpet akan ditempelkan pada bagian depan dan bagian yang ada di area vertikal antara pijakan anak tangga dan lantai.

  • Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga dengan Gaya Waterfall

Cara Memasang Karpet pada Anak Tangga

Cara kedua yang biasa digunakan untuk memasang karpet pada anak tangga adalah gaya waterfall. Berbeda dengan gaya Hollywood, Anda hanya perlu memasang atau menempelkan karpet di bagian permukaan atas anak tangga saja. Jadi tidak ada karpet yang melapisi area vertikal anak tangga. Secara visual, gaya waterfall memberikan kesan jatuh atau mengalir ke bawah

Lalu bagaimana cara memasang atau menempelkan karpet tadi? Anda tidak bisa hanya menaruh karpet pada permukaan tangga saja. Hal ini karena karpet cenderung akan bergerak saat dipijak. Untuk itulah karpet harus ditempelkan secara permanen pada permukaan anak tangga. Penempelan secara permanen ini akan membutuhkan perekat atau lem. Anda bisa memperoleh perekat ini dengan mudah di pasaran.

Karena karpet terpasang secara permanen, tentunya Anda tidak bisa mengangkat karpet untuk membersihkannya. Cara terbaik untuk membersihkan karpet pada anak tangga adalah dengan menggunakan vacuum cleaner dan mesin khusus untuk membersihkan karpet.

Selain membersihkan karpet pada anak tangga secara berkala, Anda juga bisa meminimalisir kotoran yang menempel pada karpet dengan menyediakan keset di setiap bagian ujung atas dan bawah tangga. Jadi setiap orang yang akan memijakkan kakinya pada karpet bisa membersihkan alas kakinya terlebih dahulu di keset. Jangan lupa untuk memasang keset dengan warna atau desain senada dengan karpet agar tampilannya lebih cantik ya.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

Cara Membuat Paper Crete

cara membuat paper crete

Saat ini penggunaan material dengan konsep recycle dan ramah lingkungan semakin diminati. Untuk pembuatan bangunan seperti gedung dan rumah, telah ditemukan teknik pembuatan beton yang terbuat dari bubur kertas. Teknik ini lebih populer dengan sebutan paper crete yang akan kita bahas secara lengkap sebagai berikut ini.

Apa Itu Paper Crete?

cara membuat paper crete

Sumber: scapepowerful.weebly.com

Paper Crete atau beton kertas adalah sebuah material bangunan yang terbuat dari kertas didaur ulang, pasir dan Portland semen. Disebut sebagai beton kertas karena dalam proses penamaan standart internasional menyebutkan jika mortar juga sebaga crete meski menggunakan bahan mortar. Pada umumnya kertas yang digunakan untuk membuat paper crete adalah kertas Koran. Kertas Koran tersebut, selanjutnya diolah jadi bubur kertas dengan tujuan untuk memudahkan dalam pengadukan campuran. Beton kertas atau paper crete ini bisa jadi salah satu alternatif  beton ringan yang ramah lingkungan.

Keuntungan Menggunakan Paper Crete

cara membuat paper crete

 

 

 

 

Sumber: halcyontimes.wordpress.com

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan paper crete:

  1. Mudah Merekat

Paper crete tidak lagi membutuhkan adukan semen dan pasir. Hal ini karena, sudah ada semen khusus yang bisa merekatkan paper crete meskipun tanpa campuran pasir.

  1. Mudah Dibentuk

Paper crete mudah sekali untuk dibentuk. Selain itu, proses pemotongannya juga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat demi memenuhi keperluan pembangunan rumah. Jadi anda tidak perlu menggunakan alat potong khusus. Anda hanya perlu menggunakan gergaji untuk memotong paper crete.

  1. Lebih Tahan Lama

Jika dibandingkan dengan bahan lain seperti kayu, paper crete tentunya lebih tahan pada perubahan cuaca. Dengan begitu, paper crete tidak mudah menggalami perubahan bentuk atau melengkung.

  1. Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan

Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari penggunaan paper crete adalah beton kertas ini bisa dibentuk dan dibuat sesuai dengan selera dan kebutuhan anda. Bahkan untuk anda yang memiliki jiwa seni, paper crete juga dapat digunakan sebagai media untuk membuat berbagai barang kerajinan dan benda lain yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

  1. Harganya Lebih Murah

Keuntungan penggunaan paper crete yang selanjutnya adalah harganya lebih murah. Dengan begitu, anda bisa lebih menghemat anggaran dana yang harus disediakan. Selain itu, paper crete ini tak hanya bisa digunakan untuk bahan bangunan saja. Jadi anda bisa memanfaatkannya untuk membuat perabot furniture.

Cara Membuat Paper Crete

cara membuat paper crete

 

Sumber: happho.com

Cara membuat paper crete ini termasuk mudah dilakukan. Bahkan orang awampun juga bisa membuatnya. Hal ini karena, prosesnya sama sekali tidak menggunakan mesin dengan teknologi yang tinggi. Dengan begitu, paper crete ini tidak begitu jauh berbeda dengan pembuatan batu bata atau batako yang dapat dikerjakan oleh banyak orang. Untuk lebih jelasnya anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Siapkan Bahan Utama

    Dalam membuat paper crete, hal pertama yang perlu disiapkan adalah bahan utamanya. Bahan utama tersebut adalah kertas yang dihaluskan sampai lembut dan bentuknya menjadi seperti bubur. Cara untuk menghaluskan kertas ini terbilang cukup mudah. Anda hanya perlu merendam kertas tersebut dalam air.

    Selanjutnya lembutkanlah dengan menggunakan mixer yang biasa digunakan untuk membuat adonan kue. Apabila anda ingin membuat paper crete dalam skala yang lebih besar, maka alat mixer bisa diganti dengan mesin penghancur kertas. Anda bisa mendapatkan mesin penghancur kertas tersebut di toko-toko peralatan kantor.

  2. Jika Sudah Halus, Keringkan Bubur Kertas Tersebut

    Caranya adalah dengan menjemurnya atau dikompres. Proses pengeringan ini hanya untuk kertas yang tidak langsung dibuat jadi paper crete. Dengan begitu, bila disimpan tidak akan menimbulkan masalah seperti bau yang tidak sedap atau munculnya jamur yang dapat menyebabkan penyakit.

    Berbeda jika anda ingin menggunakannya langsung, maka bubur kertas tersebut selanjutnya dicampur dengan pasir dan semen dengan perbandingan 1:1:1. Jika sudah berilah air secukupnya. Lalu masukanlah adonan tersebut dalam cetakan yang sudah disiapkan sebelumnya. Apabila anda ingin menggunakannya untuk membuat barang kerajinan, maka tambahkanlah bubuk kayu hasil penggergajian pada adonan. Tujuannya, untuk menghasilkan tekstur yang menarik.

    Cetakan tersebut bisa saja berbentuk seperti cetakan batu bata biasa. Tapi jika  ingin berkreasi, anda bisa membuat cetakan dengan berbagai bentuk yang menarik. Apalagi jika paper crete ini nantinya akan digunakan untuk membuat perabot furniture atau barang kerajinan. Maka cetakannya juga harus memiliki ukuran dan bentuk ukuran lain yang lebih spesifik lagi.

  3. Proses Pengeringan

    Jika semuanya sudah selesai, maka anda hanya tinggal menunggu proses pengeringan dan pengerasannya saja. Lalu beton paper crete ini sudah bisa langsung digunakan seperti batu beton atau bata yang biasanya.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Cara Pemasangan Kanstin Beton untuk Trotoar

cara pemasangan kanstin beton

Kanstin beton ternyata sudah banyak dikenal sejak abad ke-18. Awalnya kanstin beton hanya dimanfaatkan untuk mempercantik kota di Italia. Namun pebisnis London menggunakannya untuk berbagai hal lainnya termasuk sebagai pembatas antara jalur pedestrian dan trotoar. Kanstin beton yang digunakan pada trotoar dimaksudkan agar jalur trotoar lebih tinggi jika dibandingkan dengan jalur kendaraan. Tingginya juga distandarisasi lebih tinggi jika dibandingkan kanstin jepit atau kanstin taman. Bagi anda yang penasaran berikut ini adalah cara pemasangan kanstin beton untuk trotoar.

  1. Mempersiapkan Drainase 

Kanstin beton merupakan beton pracetak karena itu pemasangannya perlu diperhatikan. Kanstin beton yang tidak terpasang dengan baik bisa menyebabkan lepasnya kanstin tersebut atau tergeser dari tempatnya.  

Salah satu yang sering menjadi penyebab kanstin bergeser adalah tidak baiknya drainase yang dipasang.

Bangunan atau bahkan trotoar memerlukan drainase yang bagus demi menjaga kestabilan dari trotoar itu sendiri. Jarak antara tembok dan kanstin berjarak 150-200 ml. Jarak ini dimaksudkan agar air di paving dapat turun dan mengalir pada jarak ini. 

Kanstin yang berupa beton tidak dapat menyerap air ke dalam tanah. Menyiasati hal tersebut selain memberikan jarak pada tembok tersebut perlu dibuat drainase model cross fall atau longitudinal fall.

Jenis kemiringan ini membutuhkan sebesar 1,5° sampai 2°. Jumlah kemiringan ini akan membawa air dari trotoar mengalir keluar menuju jalanan atau rerumputan. 

  • Alas Kanstin 

Sebelum pemasangan kansteen perlu dibuat terlebih dahulu alasnya. Disesuaikan dengan kemiringan yang distandarkan pembuatan alas kanstin harus menggunakan rabat beton. Penggunaan material ini dimaksudkan agar kanstin tidak mudah tenggelam.

Struktur tanah tidak selalu tetap ditempatnya terkesan tanah tersebut juga bergerak. Bisa disebabkan gempa bumi atau karena muatan yang melintasi di atas kanstin dan trotoar itu sendiri. Getaran yang berasal dari kendaraan juga bisa menyebabkan pergeseran atau tenggelamnya kanstin beton tersebut. 

Jenis rabat beton yang disarankan untuk alas kanstin harus memiliki tebal minimum 150 mm. Hal ini berguna untuk menopang berat dari kanstin beton itu sendiri. 

  • Pemasangan Kanstin Beton

Setelah pembuatan alas selesai, kanstin bisa langsung dipasang. Diperlukan benang yang ditarik hingga lurus agar kanstin terpasang sempurna. Cara pemasangan kanstin beton harus dilakukan satu persatu agar terlihat rapi.

Kanstin beton yang telah terpasang semuanya kemudian di cek ulang dengan menggunakan teknik waterpass. Teknik ini memungkinkan tukang dapat mengetahui bahwa kanstin yang dipasang sudah lurus dan tidak terlalu tinggi satu dengan yang lainnya. 

  • Membuat Haunching

Kanstin yang telah dipasang kemudian membutuhkan kuncian agar posisi tidak berubah. Pembuatan haunching diletakan di bagian luar atau belakang dari kanstin. Rata-rata pembuatan ini memerlukan ketebalan 75 mm hingga 150 mm tergantung penempatan dari lokasi trotoar itu sendiri. 

Sayangnya model penguncian ini tidak terlalu populer di Indonesia. Kebanyakan hanya menggunakan campuran dari adukan beton untuk pemasangan alas serta mengunci antar kanstin. Walaupun begitu ternyata kekuatan pemasangan kanstin beton tersebut juga tidak kalah bagus.

  • Finishing Pemasangan Kanstin Beton

Tahap terakhir yang perlu dilakukan hanyalah proses penggunaan mortar sebagai pelekat antar kanstin  beton. Ketebalan yang dibutuhkan antara 12 mm hingga 20 mm. Tentu saja teknik dengan menggunakan mortar hanya ditujukan untuk dimensi kanstin yang cukup besar. 

Proses finishing akhir ini selain menggunakan teknik mortar juga memerlukan bantuan material lain. Besi dowel dibutuhkan agar kanstin tidak berubah dengan cara mengikat pelat beton. 

Proses dan cara pemasangan kanstin beton haruslah dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai setelah pemasangan terjadi genangan air yang dapat menyebabkan trotoar menjadi rusak. Diperlukan perhitungan yang benar-benar matang agar kanstin beton dan trotoar jalan awet lebih lama.

Cara Menghitung Kebutuhan Mortar

CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN MORTAR

Mortar adalah jenis semen yang praktis dan cukup banyak digunakan dalam pembangunan. Jenis semen yang satu ini seringkali digunakan sebagai perekat bata ringan, plesteran bata ringan hingga acian.

Menghitung kebutuhan mortar harus dilakukan dengan akurat. Hal ini karena bila dilakukan secara asal-asalan atau salah hitung bisa mengakibatkan kerugian material. Bahkan bisa juga menyebabkan kekurangan yang mengakibatkan terhambatnya proses pembangunan. 

Cara penghitungan kebutuhan mortar sendiri sebenarnya tidaklah sulit. Anda hanya perlu mengikuti rumus atau cara yang ada. Adapun rumus dan cara tersebut akan kita bahas dalam pembahasan dibawah ini. 

Cara Mudah Menghitung Kebutuhan Mortar

Jumlah kebutuhan mortar seringkali digunakan untuk mempersiapkan dana pembangunan. Dari jumlah tersebut kita bisa mengetahui total estimasi biaya yang diperlukan dalam membangun sebuah gedung atau rumah. Dalam menghitung banyaknya kebutuhan semen mortar Anda memerlukan ukuran dari tebalnya bata ringan lebih dulu. Hal ini karena berhubungan erat dengan luasnya bidang perekat. 

Umumnya kebutuhan semen yang digunakan untuk merekatkan bata ringan jumlahnya tidak terlalu banyak. Adapun alasannya karena melihat segi cara pelaksanaannya memang telah diatur dengan sedemikian rupa.  Supaya lebih maksimal dan juga efisien dalam proses penggunaan mortar akan menggunakan alat perata khusus. 

Adapun alat perata tersebut adalah roskam bergerigi. Pada dasarnya cara menghitung kebutuhan semen ini sendiri sedikit berbeda dengan pasangan batako atau bata merah karena tidak memerlukan pasir.  Jadi mortar atau semen instan ini hanya perlu dicampurkan dengan air. 

Selanjutnya mortar bisa digunakan dan langsung dioleskan ke bidang permukaan bata ringan. Dengan begitu kebutuhan akan mortar bisa lebih hemat dibandingkan penggunaan semen biasa.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Mortar

Berikut ini adalah metode yang bisa Anda gunakan untuk menghitung kebutuhan mortar:

Berdasarkan data yang ada dilapangan 1 M2 pasangan dinding menggunakan sekitar 4 kg semen instan atau mortar. Hal tersebut bila pasangan dindingnya menggunakan bata ringan dengan ukuran 10x20x60. Untuk air yang diperlukan sebagai campuran sekitar 1 liter untuk 5 kg semen mortar. Adapun contoh perhitungan mudahnya adalah:

Misalnya saja ada pertanyaan dinding bangunan mempunyai panjang 25 m dengan tinggi 4 m, maka berapa total kebutuhan semen mortar dan juga air yang digunakan untuk merekatkan bata ringan?

Jawaban:

Luas Dinding = 25 x 4 = 100 m2, artinya jumlah kebutuhan semen mortarnya adalah 100 M2 x 4 kg/m2= 400 kg. Apabila dikonversikan ke dalam Zak maka 400/40 = 10 Zak. Perlu diketahui jika 1 zak = 40 kg. Adapun air yang diperlukan sebagai campuran untuk mortar tersebut adalah 400 kg/5 kg= 80 liter air. 

Cara atau metode perhitungan kebutuhan semen mortar diatas tentunya sangat mudah dilakukan. Meski begitu, banyaknya kebutuhan semen mortar juga tergantung dari merek yang digunakan. 

Seperti yang kita tahu jika mortar mempunyai berbagai jenis merek yang tentunya mempunyai kualitas yang berbeda. Untuk itulah proses pemilihan merek dan kualitas mortar juga harus diperhatikan.

Disamping itu kebutuhan mortar juga tergantung pada tingkat ketebalan penggunaanya. Umumnya tebal mortar yang digunakan untuk merekatkan bata ringan sekitar 3 mm. Apabila ketebalannya lebih dari itu kemungkinan besar tingkat kebutuhan semen mortar akan meningkat atau lebih besar per m2. 

Untuk itulah cara pengaplikasian yang baik sangat diperlukan karena berpengaruh pada hasil dari pasangan dinding dan jumlah kebutuhan mortar. Demikianlah pembahasan ini semoga bisa membantu memudahkan untuk menghitung jumlah kebutuhan mortar untuk pembangunan Anda. Dengan begitu bagunan yang Anda inginkan bisa terwujud sesuai keinginan dan sesuai dengan budget yang ada.

Tips Mempercantik Dapur dengan Penerangan Alami

Penting sekali agar dapur menjadi nyaman dan terang. Apabila dapur terang, maka siapapun yang menggunakan dapur akan menjadi nyaman. Bagaimana cara untuk mempercantik dapur dengan penerangan alami? Simak tipsnya berikut ini!

 

***
Cahaya yang memasuki sebuah ruangan di dalam rumah dapat berasal dari pencahayaan alami maupun buatan. Ulasan kali ini akan membahas mengenai penerangan alami untuk bagian dapur.

Penerangan alami membawa banyak keuntungan, seperti lebih hemat listrik di pagi dan siang hari, memberikan nuansa alami, serta memberikan kehangatan di dalam dapur.

 

  1. Menggunakan Bata Transparan

Salah satu cara memberikan penerangan alami pada dapur adalah dengan menggunakan bata transparan. Bata jenis ini cukup sering ditemukan pada dinding kamar mandi.

Ternyata Anda juga bisa memanfaatkannya untuk bagian dapur. Dengan memasang bata transparan, cahaya akan dapat menerangi dapur dengan mudah. Selain itu, privasi Anda juga akan tetap terjaga karena sifatnya yang buram.

 

  1. Menggunakan Genteng Kaca

Cara berikutnya yang dapat lebih menerangi dapur adalah dengan menggunakan genteng kaca. Genteng pada umumnya memang terbuat dari bahan standar untuk bagian atap.

Agar bagian tertentu di rumah Anda dapat lebih terang tanpa bantuan listrik maka Anda dapat menggunakan genteng yang terbuat dari kaca. Dengan mengganti genteng standar menjadi genteng kaca, cahaya yang masuk dapat lebih banyak.

Hal ini disebabkan oleh sifat genteng kaca yang transparan. Sehingga cahaya matahari yang masuk dapat lebih banyak daripada menggunakan bata kaca.

Selain itu, posisinya berada di atas sehingga cahaya yang masuk dapat langsung menyinari bagian yang diinginkan. Maka dari itu genteng kaca sangat cocok menjadi penerangan alami di dapur.

 

  1. Menggunakan Pintu Kaca

Alternatif lain untuk mempercantik dapur dengan penerangan alami adalah memasang pintu kaca di bagian masuk dapur. Cara ini cocok apabila dapur Anda berhadapan dengan kebun atau teras rumah Anda.

Sehingga penerangan alami yang ada di luar dapat masuk ke dalam dapur. Model pintu seperti ini cukup banyak digunakan oleh penduduk di luar negeri yang senang mengadakan pesta barbeque.

Mereka yang memasak di dapur dapat sekaligus melihat aktivitas yang sedang terjadi di halaman luar. Tentu akan menambah keakraban antar anggota keluarga.

 

  1. Memasang Jendela

Tidak ada pilihan terbaik untuk mendapatkan penerangan alami ke dalam dapur selain memasang jendela. Jendela ini bisa Anda letakkan persis di depan kompor, atau di bagian manapun yang memungkinkan.

Jendela selain mampu memberikan akses bagi cahaya yang masuk, ia juga dapat menjadi pintu masuk aliran udara yang baik ke dalam dapur.

Apabila Anda akan memasang jendela di bagian dapur pastikan menggunakan bahan kayu dan material yang aman. Karena dapur adalah bagian rumah yang menggunakan api untuk aktivitasnya.

Konsultasikan dengan ahli arsitektur atau interior sebelum memasang jendela di dapur.

 

  1. Memadukan Penerangan Alami dan Buatan

Cara berikutnya agar mempercantik dapur adalah dengan memadukan penerangan alami dan buatan. Contoh paling mudah adalah menggunakan jendela di bagian dapur yang ditambahkan dengan pemasangan lampu berwarna putih di bagian langit-langit.

Paduan penerangan alami dan buatan ini dapat lebih memberikan kesan estetika dan mewah di bagian dapur. Karena cahaya yang dihasilkan dapat lebih maksimal dan menonjolkan karakter dapur Anda.

 

Itulah beberapa tips mempercantik dapur dengan penerangan alami. Mulai dari pemasangan bata  dan genteng transparan, pintu yang bening dan jendela. Selain itu Anda juga dapat memadukan penerangan alami dan buatan agar cahaya lebih maksimal.

Yuk percantik dapur Anda!

Tips Membangun Rumah Industrial

Konsep rumah industrial semakin diminati saat ini. Dengan berbagai ornamen yang
terlihat seolah ‘setengah jadi’, ekspos pada berbagai material bangunan seperti batu
bata atau pipa, dan tampak seperti bangunan tua, desain ini menjadi unik dan berbeda.
Apabila Anda menerapkan gaya industrial, kesan pertama yang unik menjadi sangat
kuat. Karena rumah industrial akan berbeda dari rumah lainnya.
Bagaimana tips membangun rumah industrial agar gaya desain ini semakin maksimal?
Berikut beberapa diantaranya:

1. Kuatkan Dasar-Dasar Desain Industrial
Menurut Michal Kurtis, desainer dari Oswald Homes mengatakan perlunya menguatkan
dasar desain industrial. Apa saja dasar-dasarnya? Antara lain lantai yang terbuka,
disertai oleh atap yang tinggi dengan ruang yang multifungsi.
Ruang multifungsi itu bisa dari dapur, ruang tamu atau ruang makan yang terlihat
menyatu. Ditambah dengan material bangunan yang terekspos akan menambah
nuansa industrial interior rumah Anda.

2. Menggunakan Bahan Kayu
Salah satu unsur yang mampu menguatkan kesan rumah industrial yaitu penggunaan
bahan kayu. Kayu dapat digunakan pada furniture, hiasan langit-langit, meja, kursi, rak
dan lain sebagainya.
Bahkan apabila Anda memiliki kayu berusia tua, Anda dapat jadikan itu sebagai hiasan
atau ornamen tersendiri. Agar lebih kuat ciri khas dari desain industrial, Anda bisa
menggunakan kayu sebagai bahan untuk lantai. Dengan begitu aksen industrial akan
semakin menonjol.

3. Padukan dengan Besi dan Logam
Bahan kayu yang Anda jadikan furniture akan lebih kuat kesan industrialnya apabila
disandingkan dengan besi dan logam. Sebab sebagaimana era revolusi industri, unsur
besi dan logam adalah elemen yang penting.
Anda bisa jadikan besi dan logam sebagai kaki-kaki dari tempat tidur, atau Anda jadikan
railing tangga. Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan unsur logam ini pada lampu
gantung.
Berbagai rangkaian pipa besi juga bisa Anda manfaatkan menjadi partisi ruangan.
Alternatif lain dari besi juga bisa Anda gunakan seperti baja atau timah.

4. Membuat Dinding Unfinished
Salah satu kesan yang menguatkan rumah industrial dapat dilihat dari bagian dinding
yang terkesan ‘belum jadi’ atau unfinished. Bagaimana cara menguatkan kesan itu?
Caranya bisa dari memanfaatkan batu bata yang dibiarkan terekspos pada salah satu
dinding rumah. Bisa juga dinding batu bata itu dibiarkan tanpa tambahan bahan lain
seperti cat, plester atau semen.
Cara lain, Anda juga bisa melapisi semen hanya pada satu sisi saja untuk menimbulkan
kesan dinding unfinished.

5. Mengekspos Kabel atau Pipa
Konsep industrial diambil dari unsur-unsur pabrik atau area industri yang banyak bagian
yang sengaja tidak ditutupi. Misalnya saja jalur pipa atau kabel yang terlihat jelas.
Konsep yang sama juga diterapkan pada rumah industrial. Apabila bangunan lain
berbagai rangkaian pipa atau kabel biasanya ditutupi, maka pada rumah bergaya
industrial semua elemen itu sengaja terekspos.

Namun agar bukan sekedar estetika saja, Anda juga harus perhatikan kualitas bahan.
Sehingga apabila Anda akan mengekspos pipa, maka pilihlah dari bahan yang memiliki
kualitas terbaik agar tidak terjadi kebocoran dan membahayakan penghuni rumah.

6. Aksesoris yang Berkesan “Tua”
Sebagaimana layaknya sebuah lingkungan industri, Anda tidak perlu ragu
menambahkan elemen seperti barang-barang bekas pakai. Misalnya saja penunjuk
arah bekas, kayu bekas pakai, atau kain yang warnanya sudah terlihat pudar namun
masih baik kondisinya.
Semua itu bisa menguatkan kesan area ‘pabrik’ dan industri yang menambah keunikan
rumah industrial milik Anda.
***
Itulah beberapa tips membangun rumah dengan gaya industrial yang hasilnya akan
menjadi unik dan berbeda dari yang lain.
Bagaimana? Siap membangun rumah yang out of the box dengan gaya industrial?