Cara Perbaikan Kerusakan Pada Kolom Beton

Beton menjadi salah satu bahan konstruksi yang digunakan saat ini. beton mudah ditemukan diberbagai toko bangunan dengan dimensi yang lebih besar ketimbang batu bata. Bahan ini juga tahan terhadap suhu panas dan memiliki daya tekan tinggi sehingga sering dipakai untuk konstruksi berbagai bangunan mulai dari bangunan bertingkat, jembatan, bendungan hingga jalan raya.

Kolom termasuk dalam struktur utama yang membantu meneruskan berat bangunan. Kolom ini berbentuk batang tekan dari rangka struktur yang memikul beban balok. Kolom ini sering diisi atau dicor dengan beton. Apabila anda keliru mengecor beton atau dalam membangun kolom tentu akan terjadi keretakan bahkan struktur bangunan bisa rapuh dan ambruk. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan dalam perbaikan kerusakan pada kolom beton tergantung tingkat kerusakannya. Berikut beberapa solusi perbaikan yang bisa ditawarkan jika ada kerusakan pada kolom beton :

Sumber : http://pu.bantulkab.go.id

Beton Hancur

Mungkin anda salah satu kontraktor yang mengalami kerusakan kolom beton seperti beton hancur sebagian atau selimut beton terkelupas. Jika anda menemukan kolom beton mengalami hancur sebagian maka manfaatkan metode grouting. Untuk memperbaikinya anda perlu menahan beban kolom dengan penahan kayu maupun besi. Selanjutnya bersihkanpecahan beton dan pastikan tidak anda beton yang terkelupas. Lanjutkan dengan bekisting di sekitar kolom lalu cor kembali bagian yang terkelupas tersebut. Jika beton hanya terkelupas maka cukup lapisi selimut beton dengan bounding agent. Lalu berikan adukan plesteran yang terdiri dari dua komponen untuk perbaikan.

Retakan

Retakan juga sering terjadi pada kolom beton sebuah bangunan. Jika anda menemukan kasus seperti ini maka anda bisa mengecek dahulu seberapa lebar keretakan terjadi. Lakukan patching atau menambal keretakan dengan bahan dasar plolymer. Apabila anda menemukan keretakan terjadi pada bagian dalam beton maka lakukan injection atau grouting. Bongkar keretakan hingga dasar retakan lalu tuang material perbaikan struktur yang memiliki bahan dasar semen. Untuk merekatkan beton lama dengan material perbaikan bisa memakai bounding agent seperti lem.

Apabila anda memilih metode injection maka mulai dengan menutup retakan memakai epoxy. Buat lubang di sepanjang retakan dengan jarak 25 cm kemudian tutup dengan selang karet. Anda bisa memasukan bahan material epoxy melalui selang karet tersebut  dan jika material keluar dari salah satu lubang maka tutup kembali dan ulangi proses ini.

Alasan Kenapa Kolom Beton Bisa Rusak

Ada beberapa alasan kenapa kolom beton yang anda bangun mengalami kerusakan. Berikut beberapa alasannya beserta solusi perbaikan yang bisa anda lakukan :

Korosi

Kasus korosi pada beban yang didistribusikan memang sering terjadi sehingga kolom beton anda tidak sempurna. Jika terjadi korosi dalam penguatan atau redistribusi beban maka ada beberapa cara yang bisa anda lakukan. Anda bisa membongkar kolom beton tersebut dan menghapus beban dari kolom tersebut. Anda juga bisa melakukan penghapusan beton dalam bagan kolom saat kolom dibongkar.

Baja Penguat Berkarat

Kolom beton rusak bisa karena baja penguat dalam kolom tersebut berkarat.  Bisa jadi batang penguatnya mengalami korosi sehingga kehilangan kestabilannya. Apabila batang penguat mengalami korosi maka perlu dibersihkan keseluruhannya dengan sandblasting. Batang korosi tersebut juga harus diganti dengan penguat baru yang memiliki putaran penuh di kedua sisinya.

Kekuatan Beton Yang Rendah

Kekuatan beton juga bisa saja rendah sehingga tidak mampu menanggung kapasitas muat. Jika ini terjadi maka singkirkan kolom lalu ukur kolom dan bungkus kolom dengan karbon. Setelah itu pasang kolom tambahan baru.

Perbandingan Beton dan Baja

Beton dan baja bisa dibilang merupakan jenis material konstruksi yang paling populer saat ini. Hal ini karena kedua material tersebut adalah bahan atau komponen utama yang sangat penting dari sebuah bangunan. Diantara kedua material tersebut tentunya ada yang penasaran kira-kia manakah yang lebih baik. Untuk itulah kali ini kita akan membahas mengenai perbandingan beton dan baja, untuk lebih jelasnya langsung saja kita simak ulasan lengkapnya di bawah ini:

Segi Keamanan

Beton:

Material beton adalah sebuah material yang aman apabila dikaitkan dengan bahaya api, angin dan benturan. Hal tersebut tentunya berkaitan dengan karakternya yang kaku dan berat. Dengan design yang baik, maka beton juga bisa digunakan untuk memenuhi kriteria yang diharapkan dalam keperluan untuk ketahanan terhadap gempa bumi

Baja:

Kelebihan baja adalah berkaitan dengan beban saat terjadi gempa bumi, angin dan beban-beban yang dinamis lainnya. Hal ini diperoleh dari sifat yang dimiliki oleh materialnya yang sangat daktail, dimana baja tersebut mampu untuk berdeformasi dengan besar tanpa khawatir langsung runtuh, sehingga mampu menyerap energy yang dinamis dengan sangat baik sekali.

Segi Kekuatan

Beton:

Beton memiliki kekuatan maksimalnya sekitar 100 Mpa

Baja:

Apabila dibandingkan dengan beton, baja terbilang lebih unggul. Hal ini bisa kita ambil contoh untuk baja yang berjenis BJ37, dengan fy sekitar 240 Mpa dan fu sekitar 370 Mpa. Jika kita melihat dari data tersebut, maka bisa dikatakan apabila baja ini 3 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan beton.

Segi Harga

Beton:

Harga dari material beton umumnya relatif mahal. Hal ini karena pengerjaanya yang cukup lama sehingga membuat harga pekerja menjadi membengkak

Baja:

Baja mempunya kemudahan dalam penggunaanya. Hal tersebut dapat diartikan jika waktu yang diperlukan untuk bisa membangun bangunan dengan baja akan lebih cepat. Dengan begitu, maka kita bisa lebih menghemat banyak biaya daripada beton. Anda bisa melihat buktinya sendiri pada banyak jenis banggunan seperti gedung ataupun jembatan. Tak heran jika kemudian banyak perusahaan konstruksi yang akhirnya lebih memiliki memakai bahan material baja.

Segi Waktu Pelaksanaan

Beton:

Khusus untuk bahan material beton cast in place, jadi waktu yang digunakan dalam melaksakan konstruksi relatif lebih panjang atau lama. namun dewasa ini masih bisa ditanggani dengan adanya beton precast.

Baja:

Apabila dilihat dari waktu pengerjaannya, struktur yang dimiliki baja merupakan pilihan untuk masa depan. Dengan sistem fabric off site nya, waktu dan mutu yang dimiliki oleh baja ini terbilang dapat lebih terkendali. Hal ini karena waktu konstruksi on site nya yang dapat dikurangi, sehingga biasa konstruksi dapat ditekan.

Segi Berat Material

Beton:

Berat dari jenis beton yaitu sekitar 2.400 kg/m3

Baja

Berat jenis yang dimiliki baja adalah 7.850kg/m3

Segi Fleksibilitas Design

Beton:

Mengingat sifatnya yang lebih mudah dibentuk, maka tak heran jika banyak sekali dijumpai bangunan struktur beton dengan nilai estetis yang sangat tinggi.

Baja:

Jika dilihat dari segi fleksibilitas, material yang satu ini memang terbilang lebih sulit untk bisa dibentuk. Meski begitu baja ini memiliki keunggulan dari segi kekuatan dan finishingnya yang beraneka ragam dapat dijadikan sebagai suatu karya seni yang fenomenal. Sebagai contoh misalnya seperti menara-menara pencakar langit ataupun jembatan baja dengan rangka atau kabel terbilang merupakan sebuah karya yang menakjubkan.

Kesimpulannya, jika kita membandingkan keduanya, maka baik beton ataupun baja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun menurut penelitian dan teknologi sekarang ini kedua jenis material ini masih terus saja mengalami perkembangan dan bahkan mungkin tidak akan pernah berhenti. Jadi bisa dikatakan apabila perkembangan dari kedua material tersebut malah baru mengalami perkembangan. Sebagai contoh misalnya perkembangan pada teknologi beton mutu tinggi, beton kedap air dan lain sebagainya. Hal ini juga berlaku untuk material baja yang terus mengalami perkembangan seperti penggunaan baja struktur mutu tinggi, kabel-kabel pratengan sampai dengan baja ringan yang saat ini mulai populer.