Cara Mengganti Keramik Lantai yang Rusak

Lantai keramik rusak karena termakan usia, kejatuhan benda tajam, atau karena faktor lainnya tentu membuat penampilan rumah menjadi kurang rapi. Terlebih lantai berbahan keramik umumnya cukup tajam, sehingga apabila tak sengaja tersaruk kaki bisa menimbulkan luka. Maka dari itu, ketika lantai keramik rumah anda rusak, pastikan untuk segera menggantinya.

Mengganti keramik sebenarnya sangat mudah. Apalagi bagi orang-orang yang sudah ahli dibidangnya. Namun apabila ingin praktis, anda bisa menggunakan sistem tile on tile.

Pasang Keramik lantai menggunakan Sistem Tile on Tile

Salah satu cara praktis yang bisa anda lakukan untuk mengganti keramik lantai secara mudah adalah dengan sistem Tile on Tile. Tile on tile merupakan sistem pemasangan keramik lantai dengan menumpuk keramik yang baru diatas yang lama atau yang rusak. Metode ini dirasa jauh lebih praktis dan mudah, karena anda tak perlu mencopot keramik yang lama. Hemat waktu dan juga hemat tenaga.

Untuk memasang keramik dengan sistem tile on tile yang perlu anda persiapkan adalah keramik itu sendiri, semen, dan perekat keramik. Usahakan untuk menggunakan perekat keramik yang benar-benar kuat.

Langkah Pemasangan Keramik Lantai

  1. Persiapkan alat dan bahan

Tahap pertama yang harus anda lakukan sebelum mengganti keramik yang rusak adalah mempersiapkan alat dan bahan. Belilah keramik dengan ukuran dan motif yang mirip atau bahkan serupa dengan keramik yang lama. Sedangkan jika anda ingin mengganti ruangan dengan keramik yang baru, maka bisa memilih keramik dengan warna atau motif baru untuk memberikan suasana yang baru.

Selain ukuran dan motif, penting juga memperhatikan kualitas keramik. keramik dengan kualitas rendah umumnya tidak bisa dipasang secara presisi. Selisih ukuran keramik harus 0.2-05 mm supaya tidak saling bertabrakan ketika dipasang.

jika keramik sudah siap, jangan lupa menyiapkan beberapa alat dan bahan lain seperti semen, applicator, nat keramik, meteran, benang tebal, meteran untuk mengukur kelurusan keramik.

  1. Ukur luas lantai yang akan dipasang keramik

Langkah selanjutnya ukur luas lantai yang akan dipasang keramik menggunakan meteran yang telah disiapkan. tarik meteran dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, kemudian beri tanda. Tempelkan benang mengikuti garis meteran, lalu gunting.

  1. Rendam keramik

Sebelum keramik dipasang, jangan lupa untuk merendamnya beberapa saat ke dalam air. Tujuannya untuk membuat keramik lebih elastis, sehingga memudahkan proses pemasangan. Selain itu, merendam keramik juga membuat keramik tidak mudah lepas ketika dipasang.

  1. Coba pasang keramik tanpa semen

Langkah selanjutnya coba pasang keramik tanpa menggunakan semen. Tujuannya untuk mengatur tata letak supaya tidak miring. Pasang keramik mulai dari bagian tengah mengikuti pertemuan benang yang telah dipasang, sesuai poin dua.

  1. Siapkan adonan semen

Sebelum benar-benar dipasang, jangan lupa untuk menyiapkan adonan semen dengan air. Pastikan adonan semen telah sesuai takaran, serta terbebas dari kerikil.

  1. Mulailah pasang keramik

Selanjutnya mulailah memasang keramik. Jangan lupa, pasang keramik pada satu arena terlebih dahulu. Untuk mempermudah, gunakan papan applicator dan oleskan semen diatas lantai secara tipis.

Tempel keramik, lalu tekan perlahan. Apabila satu baris atau beberapa petak sudah terpasang, tekan menggunakan papan apapun supaya ketinggian menjadi sejajar. Lakukan berulang pada beberapa baris atau petak selanjutnya.

 

  • Oleskan nat pada sela jarak keramik

 

Nat keramik berfungsi untuk mengisi sela-sela jarak atau bagian persambungan keramik. Campur nat keramik dengan air secukupnya, kemudian oleskan pada bagian sela-sela keramik. Setelah diolesi nat, tunggu 5-15 menit sampai kering, kemudian bersihkan dengan spon basah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *