Cara Pemasangan Kanstin Beton untuk Trotoar

cara pemasangan kanstin beton

Kanstin beton ternyata sudah banyak dikenal sejak abad ke-18. Awalnya kanstin beton hanya dimanfaatkan untuk mempercantik kota di Italia. Namun pebisnis London menggunakannya untuk berbagai hal lainnya termasuk sebagai pembatas antara jalur pedestrian dan trotoar. Kanstin beton yang digunakan pada trotoar dimaksudkan agar jalur trotoar lebih tinggi jika dibandingkan dengan jalur kendaraan. Tingginya juga distandarisasi lebih tinggi jika dibandingkan kanstin jepit atau kanstin taman. Bagi anda yang penasaran berikut ini adalah cara pemasangan kanstin beton untuk trotoar.

  1. Mempersiapkan Drainase 

Kanstin beton merupakan beton pracetak karena itu pemasangannya perlu diperhatikan. Kanstin beton yang tidak terpasang dengan baik bisa menyebabkan lepasnya kanstin tersebut atau tergeser dari tempatnya.  

Salah satu yang sering menjadi penyebab kanstin bergeser adalah tidak baiknya drainase yang dipasang.

Bangunan atau bahkan trotoar memerlukan drainase yang bagus demi menjaga kestabilan dari trotoar itu sendiri. Jarak antara tembok dan kanstin berjarak 150-200 ml. Jarak ini dimaksudkan agar air di paving dapat turun dan mengalir pada jarak ini. 

Kanstin yang berupa beton tidak dapat menyerap air ke dalam tanah. Menyiasati hal tersebut selain memberikan jarak pada tembok tersebut perlu dibuat drainase model cross fall atau longitudinal fall.

Jenis kemiringan ini membutuhkan sebesar 1,5° sampai 2°. Jumlah kemiringan ini akan membawa air dari trotoar mengalir keluar menuju jalanan atau rerumputan. 

  • Alas Kanstin 

Sebelum pemasangan kansteen perlu dibuat terlebih dahulu alasnya. Disesuaikan dengan kemiringan yang distandarkan pembuatan alas kanstin harus menggunakan rabat beton. Penggunaan material ini dimaksudkan agar kanstin tidak mudah tenggelam.

Struktur tanah tidak selalu tetap ditempatnya terkesan tanah tersebut juga bergerak. Bisa disebabkan gempa bumi atau karena muatan yang melintasi di atas kanstin dan trotoar itu sendiri. Getaran yang berasal dari kendaraan juga bisa menyebabkan pergeseran atau tenggelamnya kanstin beton tersebut. 

Jenis rabat beton yang disarankan untuk alas kanstin harus memiliki tebal minimum 150 mm. Hal ini berguna untuk menopang berat dari kanstin beton itu sendiri. 

  • Pemasangan Kanstin Beton

Setelah pembuatan alas selesai, kanstin bisa langsung dipasang. Diperlukan benang yang ditarik hingga lurus agar kanstin terpasang sempurna. Cara pemasangan kanstin beton harus dilakukan satu persatu agar terlihat rapi.

Kanstin beton yang telah terpasang semuanya kemudian di cek ulang dengan menggunakan teknik waterpass. Teknik ini memungkinkan tukang dapat mengetahui bahwa kanstin yang dipasang sudah lurus dan tidak terlalu tinggi satu dengan yang lainnya. 

  • Membuat Haunching

Kanstin yang telah dipasang kemudian membutuhkan kuncian agar posisi tidak berubah. Pembuatan haunching diletakan di bagian luar atau belakang dari kanstin. Rata-rata pembuatan ini memerlukan ketebalan 75 mm hingga 150 mm tergantung penempatan dari lokasi trotoar itu sendiri. 

Sayangnya model penguncian ini tidak terlalu populer di Indonesia. Kebanyakan hanya menggunakan campuran dari adukan beton untuk pemasangan alas serta mengunci antar kanstin. Walaupun begitu ternyata kekuatan pemasangan kanstin beton tersebut juga tidak kalah bagus.

  • Finishing Pemasangan Kanstin Beton

Tahap terakhir yang perlu dilakukan hanyalah proses penggunaan mortar sebagai pelekat antar kanstin  beton. Ketebalan yang dibutuhkan antara 12 mm hingga 20 mm. Tentu saja teknik dengan menggunakan mortar hanya ditujukan untuk dimensi kanstin yang cukup besar. 

Proses finishing akhir ini selain menggunakan teknik mortar juga memerlukan bantuan material lain. Besi dowel dibutuhkan agar kanstin tidak berubah dengan cara mengikat pelat beton. 

Proses dan cara pemasangan kanstin beton haruslah dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai setelah pemasangan terjadi genangan air yang dapat menyebabkan trotoar menjadi rusak. Diperlukan perhitungan yang benar-benar matang agar kanstin beton dan trotoar jalan awet lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *